News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rocky Gerung hingga Akademisi Bedah Buku 'Membangun Otot di Negeri Kertas', Bongkar Persoalan Olahraga Indonesia

Melalui buku Membangun Otot di Negeri Kertas, Sadik Algadri yang juga mantan atlet judo nasional Indonesia mencoba membongkar berbagai persoalan yang selama ini membelenggu olahraga nasional.
Selasa, 1 September 2026 - 20:20 WIB
Bedah Buku 'Membangun Otot di Negeri Kertas'.
Sumber :
  • Istimewa

Namun, kata Rocky, dalam realitasnya, kita terjebak dalam apa yang dalam literatur kebijakan publik disebut sebagai policy formalism.

"Buku Membangun Otot di Negeri Kertas, bukan sekadar gagasan brilian, tapi juga solusi untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional Indonesia," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara Asro Kamal Rokan, wartawan senior olahraga, akan membawa perspektif jurnalistik dan pengalaman panjang dalam melihat perkembangan olahraga Indonesia. 

Peran media dalam mengawal prestasi, kebijakan, dan tata kelola olahraga juga menjadi bagian penting dalam diskusi.

Dari perspektif keilmuan olahraga, hadir Prof. Dr. H. Yunyun Yudiana, M.Pd., Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) juga akan tampil sebagai pembicara. 

Ia diharapkan memberikan pandangan mengenai pentingnya sport science, pendidikan, pembinaan atlet, serta pengembangan sumber daya manusia olahraga.

Ketiga pembicara tersebut akan berdialog dengan Sadik Algadri selaku penulis buku serta insan olahraga lainnya untuk membedah berbagai gagasan yang dituangkan dalam Membangun Otot di Negeri Kertas.

Dari “Negeri Kertas” Menuju Kekuatan Olahraga Dunia

Judul buku Membangun Otot di Negeri Kertas merupakan metafora tentang kondisi olahraga Indonesia yang dinilai tidak cukup hanya dibangun melalui kebijakan, aturan, program, proposal, dan dokumen.

Olahraga membutuhkan “otot” yang nyata: atlet berkualitas, pelatih kompeten, fasilitas memadai, kompetisi yang sehat, sport science, tata kelola profesional, pendanaan berkelanjutan, serta kebijakan yang benar-benar dijalankan.

Karena itu, forum bedah buku ini diharapkan tidak berhenti sebagai diskusi akademik maupun peluncuran gagasan. 

Lebih jauh, forum tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mendorong perubahan cara pandang terhadap pembangunan olahraga Indonesia.

“Kita ingin olahraga Indonesia tidak hanya menjadi peserta dalam kompetisi internasional. Kita ingin Indonesia menjadi kekuatan yang diperhitungkan di panggung olahraga dunia,” imbuh Sadik.

Momentum Menyambut Masa Depan Olahraga Indonesia

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penyelenggaraan bedah buku pada 5 September 2026 juga menjadi momentum strategis untuk memperbincangkan arah olahraga nasional di tengah persiapan berbagai agenda olahraga Indonesia ke depan.

Forum ini diharapkan dapat mempertemukan pemikiran dari kalangan akademisi, praktisi olahraga, wartawan, organisasi olahraga, pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat olahraga.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai sekarang belajar mengamalkan amalan rezeki ini. Sangat mudah dan dianjurkan langsung Ustaz Khalid Basalamah.
3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

Sebelum dihampiri OTK usai menyinggung Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Adi Hidayat, Herri Pras ternyata sudah beberapa kali disorot karena kontroversinya sejak 2023
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40) mengungkap suaminya baru mengakui mempunyai istri siri, Dini Hardiyanti (30) pada 10 Oktober 2026.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kapolri mengatakan pertemuan tersebut membahas peningkatan penyalahgunaan narkoba, obat terlarang, rokok elektrik (vape), kratom, hingga kosmetik ilegal...

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Selengkapnya

Viral