News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sebelum Tewas di Tengah Kericuhan Pejompongan, Bambang Sempat Berjualan Bersama Istri

Polisi mengantongi dua sketsa pria yang diduga pelaku penganiayaan hingga menewaskan Bambang Setiyawan saat kericuhan di Pejompongan.
Rabu, 2 September 2026 - 14:46 WIB
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menunjukan sketsa wajah pelaku pengeroyokan pria di Pejompongan
Sumber :
  • Adinda Ratna Safira-tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengantongi dua sketsa wajah laki-laki yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan atau penganiayaan hingga menyebabkan seorang warga meninggal dunia dalam kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Kericuhan tersebut terjadi pada Kamis (27/8/2026). Polisi menyusun sketsa wajah berdasarkan pencocokan keterangan sejumlah saksi dengan hasil analisis digital terhadap berbagai rekaman yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan sketsa tersebut mengarah kepada terduga pelaku pengeroyokan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

“Didapatkan sketsa wajah yang mengarah kepada terduga pelaku pengeroyokan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang tersebut,” kata Iman Imanuddin saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (2/9/2026).

Sketsa pertama memperlihatkan seorang laki-laki yang diperkirakan berusia 30 hingga 40 tahun. Polisi menyebut sejumlah ciri fisik yang tergambar dalam sketsa tersebut.

Adapun ciri-ciri pria pada sketsa pertama yakni:

  • Diperkirakan berusia 30-40 tahun

  • Bentuk wajah oval

  • Alis tipis

  • Bibir tebal

  • Hidung pendek

  • Bola mata berwarna hitam

  • Kulit berwarna coklat

Sementara itu, sketsa kedua juga menggambarkan seorang laki-laki yang diperkirakan berusia 30 hingga 40 tahun.

Ciri-ciri pria dalam sketsa kedua berbeda dengan sosok pertama, yakni:

  • Diperkirakan berusia 30-40 tahun

  • Bentuk wajah kotak

  • Hidung pesek

  • Bibir bawah tebal

  • Memiliki kumis dan janggut

  • Bola mata berwarna hitam

  • Kulit berwarna coklat

Polisi Periksa 14 Saksi

Dalam perkara tersebut, Polda Metro Jaya sebelumnya telah menetapkan 47 orang sebagai tersangka. Mereka ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan kerusuhan yang mencakup perusakan fasilitas umum dan penganiayaan saat aksi penyampaian pendapat di Jakarta.

Kerusuhan pada 27 Agustus 2026 terjadi di sejumlah lokasi. Beberapa di antaranya berada di depan Gedung DPR-MPR RI dan kawasan Pejompongan.

Untuk mengungkap rangkaian peristiwa, penyidik telah memeriksa 14 orang saksi. Keterangan yang diperoleh dari para saksi kemudian menjadi bagian dari proses penyidikan.

Selain memeriksa saksi, penyidik juga melakukan pemeriksaan dan uji laboratorium terhadap sejumlah rekaman yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Rekaman yang diperiksa berasal dari beberapa titik kamera CCTV. Polisi juga menganalisis video maupun konten yang beredar di media sosial dan memiliki keterkaitan dengan peristiwa hukum tersebut.

Analisis terhadap berbagai rekaman itu dilakukan untuk mencocokkannya dengan keterangan saksi terkait dugaan tindak pidana yang terjadi.

Pedagang Cermin Meninggal Saat Kericuhan

Perkara dugaan penganiayaan tersebut berkaitan dengan meninggalnya pedagang cermin bernama Bambang Setiyawan (59).

Bambang diketahui meninggal dunia setelah keluar dari rumahnya di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, ketika kericuhan terjadi pada Kamis (27/8) malam.

Bambang kemudian diketahui berada di Rumah Sakit (RS) Polri. Hal tersebut diceritakan oleh istrinya, Sudarsi (56).

Sudarsi mengatakan dirinya masih menemani Bambang berjualan cermin di Pejompongan pada Kamis (27/8) sore. Keduanya berjualan hingga sekitar pukul 16.30 WIB.

Padahal, biasanya pasangan tersebut baru menutup tempat usaha mereka sekitar pukul 18.00 WIB. Namun, kondisi berubah ketika Sudarsi melihat massa mulai berdatangan di sekitar lokasi.

Melihat situasi tersebut, Sudarsi kemudian meminta Bambang menutup tempat usaha mereka lebih awal.

“Sebenarnya kita belum tutup. Tutupnya itu jam 18.00. Tapi karena saya lihat massa sudah banyak, akhirnya saya bilang sama Bapaknya, 'Itu massa sudah banyak, tutup',” kata Sudarsi saat ditemui wartawan, Jumat.

Keterangan Sudarsi menjadi bagian dari informasi mengenai kondisi sebelum Bambang akhirnya meninggal dunia setelah keluar dari rumahnya di tengah kericuhan kawasan Pejompongan.

Sementara itu, penyidik Polda Metro Jaya masih menggunakan keterangan saksi serta hasil pemeriksaan rekaman CCTV dan konten media sosial untuk mengungkap rangkaian peristiwa serta mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Marc Marquez Akui Bikin Kesalahan Fatal yang Nyaris Membuat Dirinya Gagal Meraih Kemenangan di MotoGP Aragon 2026

Marc Marquez Akui Bikin Kesalahan Fatal yang Nyaris Membuat Dirinya Gagal Meraih Kemenangan di MotoGP Aragon 2026

Marc Marquez benar-benar menunjukkan jika dirinya penguasa Sirkuit MotorLand setelah berhasil meraih kemenangan di MotoGP Aragon 2026 pada akhir pekan kemarin.
Wujudkan Kabinet Antaraxia PBNU, Gus Hans Ajak Semua Pihak Legawa Terima Hasil Muktamar ke-35 NU

Wujudkan Kabinet Antaraxia PBNU, Gus Hans Ajak Semua Pihak Legawa Terima Hasil Muktamar ke-35 NU

Dinamika pasca Muktamar ke-35 NU di Jombang menjadi momentum penting untuk membangun kepengurusan PBNU yang solid dan mampu menjawab berbagai tantangan umat.
Seorang Anak di Medan Alami Perundungan di Sekolah hingga Diduga Diusir Wakil Kepala Sekolah, Ibu Korban Lapor ke KPAI

Seorang Anak di Medan Alami Perundungan di Sekolah hingga Diduga Diusir Wakil Kepala Sekolah, Ibu Korban Lapor ke KPAI

Seorang anak berinisial MAP jadi korban perundungan di sekolahnya Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Miftahul Jannah Kota Medan, Sumatra Utara. Tak hanya mengalam
‎Baru Perpanjang Kontrak, Van Basty Sousa Resmi Dipinjamkan Persija ke Borneo FC Jelang Super League 2026/2027

‎Baru Perpanjang Kontrak, Van Basty Sousa Resmi Dipinjamkan Persija ke Borneo FC Jelang Super League 2026/2027

Nama Sousa Van Basty tidak terlihat dalam sejumlah agenda pramusim yang dijalani skuad Persija asuhan Shin Tae-yong.
Viral Seorang Pria Berjenggot Diduga Ancam Pedagang Kopi Pakai Golok di Bima, Benarkah Guru PPPK?

Viral Seorang Pria Berjenggot Diduga Ancam Pedagang Kopi Pakai Golok di Bima, Benarkah Guru PPPK?

Video pria diduga guru PPPK mengancam pedagang kopi dengan golok di Bima viral. Korban telah melapor ke Polsek Sape, simak kronologi dan jerat hukumnya
Hadapi Tantangan Sosial dan Lingkungan di Masyarakat, Staf Khusus Mendikdasmen Apresiasi Inovasi Generasi Muda

Hadapi Tantangan Sosial dan Lingkungan di Masyarakat, Staf Khusus Mendikdasmen Apresiasi Inovasi Generasi Muda

Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar, Dr. Rita Pranawati mengapresiasi upaya menciptakan ruang bagi generasi muda untuk mengimplementasikan solusi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Trending

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Buka Peluang Main di Eropa dan Siap Digeser Jadi Outside, hingga Omongan Legenda Hyundai Hillstate soal Megatron

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Buka Peluang Main di Eropa dan Siap Digeser Jadi Outside, hingga Omongan Legenda Hyundai Hillstate soal Megatron

Redaksi tvOnenews.com mencatat tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar perkembangan terbaru atlet berjuluk Megatron ini. Berikut rangkumannya.
Segini Gaji Jordan Wilson di Hyundai Hillstate, Lebih Besar dari Megawati Hangestri?

Segini Gaji Jordan Wilson di Hyundai Hillstate, Lebih Besar dari Megawati Hangestri?

Benarkah gaji Jordan Wilson jauh melampaui Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate meskipun ini merupakan kompetisi profesional pertama sepanjang kariernya?
Adaptasi di Hyundai Hillstate, Jordan Wilson Ungkap Alasan Cepat Dekat dengan Megawati Hangestri

Adaptasi di Hyundai Hillstate, Jordan Wilson Ungkap Alasan Cepat Dekat dengan Megawati Hangestri

Jordan Wilson mengungkap proses adaptasinya bersama Hyundai Hillstate di Korea Selatan. Pevoli asal Amerika Serikat itu menyebut Megawati Hangestri sebagai.
Belum Debut Bersama Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri Sudah Punya Rencana Main Abroad ke Eropa

Belum Debut Bersama Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri Sudah Punya Rencana Main Abroad ke Eropa

Megawati Hangestri memang belum menjalani debut resmi bersama Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027. Namun, pevoli berjuluk Megatron itu sudah memiliki rencana untuk mencoba peruntungan di kompetisi Eropa.
Kesaksian dr. Sumy Hastry soal Detik-detik Mencekam Eksekusi Mati Freddy Budiman: 9 Penembak Disiapkan

Kesaksian dr. Sumy Hastry soal Detik-detik Mencekam Eksekusi Mati Freddy Budiman: 9 Penembak Disiapkan

Dokter forensik Polri Brigjen Pol dr. Sumy Hastry Purwanti mengungkap detik-detik eksekusi mati Freddy Budiman di Nusakambangan pada 2016, termasuk persiapan.
Ini Dua Sketsa Wajah Pelaku Pengeroyokan Berujung Tewas Terhadap Bambang di Pejompongan, Pelaku Masih Diburu

Ini Dua Sketsa Wajah Pelaku Pengeroyokan Berujung Tewas Terhadap Bambang di Pejompongan, Pelaku Masih Diburu

Polda Metro Jaya merilis dua sketsa wajah pelaku pengeroyokan terhadap pria bernama Bambang Setiyawan (59) warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang terjadi pascakerusuhan demo.
Siapa dr. Muhammad Iqbal? Dokter Obgyn yang Viral Diduga Lecehkan Selebgram Lewat DM

Siapa dr. Muhammad Iqbal? Dokter Obgyn yang Viral Diduga Lecehkan Selebgram Lewat DM

Siapa dokter Muhammad Iqbal yang viral setelah diduga mengirim DM tak pantas kepada Leona Kanza? Simak profil, tempat praktik, dan kronologi kasusnya di sini.
Selengkapnya

Viral