BGN Fokus Selamatkan Korban Keracunan MBG Sidoarjo, 80 Siswa Masih Dirawat di Rumah Sakit
- Julio Trisaputra/tvOnenews.com
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan keselamatan dan kesehatan siswa menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden keamanan pangan yang terjadi di MTs dan MA Manbaul Hikam Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.
Lembaga tersebut memastikan terus mengawal proses penanganan terhadap para siswa yang terdampak setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan data terbaru yang disampaikan BGN, sebanyak 512 siswa telah mendapatkan penanganan medis akibat insiden tersebut.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 siswa masih menjalani rawat inap di rumah sakit, sementara 312 siswa telah diperbolehkan pulang. Selain itu, terdapat 120 siswa yang masih berada dalam tahap observasi.
BGN Kawal 80 Siswa yang Masih Dirawat
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa yang masih menjalani perawatan mendapatkan penanganan yang optimal hingga pulih.
Menurutnya, BGN akan terus memantau perkembangan kondisi kesehatan para siswa yang masih dirawat.
“Yang utama bagi kami saat ini adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak kita. Untuk itu, BGN akan terus mengawal 80 siswa yang masih menjalani rawat inap dan memastikan mereka mendapatkan penanganan yang diperlukan hingga kondisi mereka kembali sehat dan dapat pulang ke rumah masing-masing,” ujar Ketut dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).
Ketut menegaskan BGN memberikan perhatian serius terhadap kondisi para siswa yang terdampak dan memastikan seluruh proses penanganan kesehatan terus berjalan.
Koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Pihak Terkait
Dalam proses penanganan insiden tersebut, BGN juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat serta berbagai pihak terkait lainnya.
Koordinasi dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan penanganan berjalan secara menyeluruh dan sesuai kebutuhan para siswa yang terdampak.
Selain itu, BGN juga menyampaikan keprihatinan kepada para siswa dan keluarga yang saat ini mendampingi mereka selama proses perawatan.
“BGN menaruh perhatian serius terhadap kejadian ini. Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam, terutama kepada para siswa yang terdampak dan keluarga yang saat ini mendampingi,” kata Ketut.
Menurutnya, dukungan terhadap siswa dan keluarga menjadi bagian penting dalam penanganan insiden tersebut.
Investigasi dan Pemeriksaan Laboratorium Masih Berjalan
Di sisi lain, proses investigasi terkait penyebab insiden keamanan pangan tersebut masih berlangsung.
Pemeriksaan dilakukan bersamaan dengan uji laboratorium terhadap sampel yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
BGN menyebut hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi bagian penting dalam mengungkap penyebab insiden secara menyeluruh.
Karena itu, proses investigasi terus dilakukan sembari penanganan kesehatan terhadap para siswa terdampak tetap menjadi prioritas utama.
BGN menegaskan investigasi dilakukan secara menyeluruh dan bertanggung jawab untuk memastikan seluruh fakta terkait kejadian dapat terungkap.
BGN Harap Siswa Segera Pulih
Ketut berharap seluruh siswa yang terdampak dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa.
Menurutnya, keselamatan dan kesehatan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar.
“Kami berharap seluruh siswa yang terdampak dapat segera pulih, kembali berkumpul bersama keluarga, dan kembali beraktivitas seperti sedia kala. Keselamatan dan kesehatan setiap penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis adalah prioritas kami,” tuturnya.
BGN memastikan akan terus mengawal perkembangan kondisi para siswa hingga seluruhnya mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.
Pengawasan Program MBG Akan Diperkuat
Selain fokus pada penanganan siswa yang terdampak, BGN juga menegaskan insiden ini akan menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis ke depan.
Lembaga tersebut memastikan penanganan dilakukan secara serius dan tuntas dengan mengedepankan keselamatan penerima manfaat.
BGN juga menegaskan pengawasan terhadap penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan kualitas layanan yang diterima para siswa.
Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan proses investigasi yang masih berjalan untuk memastikan penyebab kejadian dapat diketahui secara menyeluruh, sekaligus mencegah insiden serupa terjadi di kemudian hari.
Load more