DPD Soroti Konflik Papua Tak Kunjung Tuntas: 8 Presiden Berganti, Arah Penyelesaian Belum Jelas
- Syifa Aulia
“Apalagi di pemerintahan yang baru dua tahun ini. Sementara eskalasi kekerasan itu kan meningkat cukup drastis,” sambung Yorrys.
Yorrys menilai situasi tersebut perlu menjadi perhatian karena kondisi di lapangan tidak selalu tercermin dalam pemberitaan nasional.
Dua Kali ke Papua dalam Sebulan
Yorrys mengungkapkan dirinya telah dua kali mengunjungi Papua dalam satu bulan terakhir. Dalam kunjungannya tersebut, ia mengaku melihat langsung kondisi masyarakat dan situasi di wilayah tersebut.
Menurutnya, keadaan yang ditemuinya cukup memprihatinkan. Namun, kondisi tersebut disebut tidak banyak mendapatkan sorotan melalui pemberitaan di tingkat nasional.
“Saya ini sudah dua kali terakhir bulan lalu saya ke sana, saya meninjau kondisi bulan September. Cukup memprihatinkan, tetapi tidak ada pemberitaan di tingkat nasional,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Yorrys setelah rapat Pansus Papua DPD RI bersama Komnas HAM. Dalam pertemuan itu, persoalan konflik dan dampaknya terhadap masyarakat Papua menjadi bagian yang mendapat perhatian.
Pansus Papua DPD Diharapkan Beri Jalan Keluar
Yorrys berharap pembentukan Pansus Papua DPD RI dapat menjadi langkah untuk mendorong penyelesaian persoalan konflik di Papua.
Menurutnya, berbagai persoalan yang terjadi di Papua membutuhkan perhatian yang lebih serius, terutama karena konflik berdampak langsung terhadap masyarakat setempat.
Salah satu dampaknya adalah munculnya masyarakat yang harus menjadi pengungsi akibat konflik dan kekerasan.
Karena itu, Yorrys berharap Pansus Papua dapat mendorong adanya langkah yang lebih jelas dalam penyelesaian konflik Papua. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya membahas persoalan secara kelembagaan, tetapi juga memperhatikan kondisi masyarakat yang terdampak langsung oleh konflik. (saa/nsp)
Load more