Prabowo Sebut Samudra Pasifik Jalan Penghubung Ekonomi Indonesia-Rusia
- Youtube/Setpres
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, keinginan Indonesia memperkuat hubungan ekonomi dengan Rusia, khususnya kawasan Timur Jauh Rusia. Prabowo bahkan menyebut Samudra Pasifik bukan sebagai pemisah, melainkan jalur yang dapat menghubungkan perekonomian kedua negara.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam forum Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan posisi geografis Indonesia yang berada di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik menjadi salah satu alasan penting bagi Indonesia untuk membangun konektivitas yang lebih kuat dengan Rusia dan Uni Ekonomi Eurasia.
“Hari ini, saya akan menjelaskan kepada Anda, para delegasi terhormat Eastern Economic Forum ke-11, mengapa Indonesia, yang terletak di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, berupaya membangun jembatan yang lebih kuat dengan Timur Jauh Rusia dan dengan Uni Ekonomi Eurasia,” jelasnya.
Prabowo mengatakan, Indonesia dan kawasan Timur Jauh Rusia sama-sama memiliki wilayah yang sangat luas. Kondisi geografis tersebut membuat jarak antardaerah di kedua kawasan dapat terasa jauh, termasuk dari pusat pemerintahan menuju wilayah perbatasan.
Namun, menurut Prabowo, faktor geografis tersebut tidak seharusnya menjadi penghalang bagi Indonesia dan Rusia untuk memperkuat hubungan.
“Timur Jauh Rusia dan Indonesia sama-sama sangat luas. Dibutuhkan waktu berjam-jam untuk terbang dari satu ujung wilayah kita ke ujung lainnya. Kita tahu bahwa sebuah ibu kota terkadang bisa terasa sangat jauh dari masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan,” tuturnya.
Prabowo kemudian membawa hubungan Indonesia-Rusia pada perspektif yang lebih luas. Vladivostok, kata dia, justru memiliki kedekatan tersendiri dengan Indonesia karena kedua negara sama-sama menghadap ke Samudra Pasifik.
“Namun, Vladivostok juga terasa cukup dekat dengan rumah saya. Samudra yang sama, Samudra Pasifik, menyentuh pantai Rusia dan juga menyentuh pantai Indonesia,” ungkap dia.
Menurut Prabowo, kesamaan geografis tersebut harus dilihat sebagai peluang ekonomi, bukan sebagai batas pemisah.
“Samudra Pasifik tidak memisahkan kita. Samudra Pasifik menghubungkan kita. Samudra ini bukan tembok di antara kita. Samudra ini harus menjadi jalan raya bagi kedua perekonomian kita,” jelas Prabowo.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu penekanan utama Prabowo dalam forum ekonomi yang mempertemukan Rusia dengan para mitra ekonominya. Indonesia, melalui posisi geografis dan kekuatan pasarnya di Asia Tenggara, ingin menjadikan konektivitas dengan Rusia sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama perdagangan dan investasi.
Kunjungan Prabowo ke Rusia kali ini juga menjadi momentum penting dalam hubungan bilateral kedua negara. Ia menyebut kunjungan tersebut sebagai kunjungan keduanya ke Rusia sepanjang 2026 dan pertemuan kelimanya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin sejak dirinya menjabat sebagai Presiden Indonesia.
“Saya menjadi Presiden Indonesia, sebuah negara dengan 290 juta penduduk, hampir dua tahun yang lalu. Namun, ini sudah menjadi kunjungan kedua saya ke Rusia tahun ini. Bahkan, ini merupakan kali kelima sejak saya menjadi Presiden Indonesia saya bertemu dengan Presiden Putin,” ungkapnya.
Prabowo juga menyampaikan keinginannya untuk membalas keramahan Rusia dengan membuka kesempatan bagi Putin dan para delegasi Rusia untuk berkunjung ke Indonesia.
“Saya berharap dapat membalas keramahan yang diberikan Rusia kepada saya dan menyambut Presiden Putin serta banyak dari Anda di Indonesia,” tegas dia.(agr/raa)
Load more