News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Ini Penjelasan Menlu

Ia memastikan hak-hak konsuler kedelapan WNI tersebut akan dipenuhi selama tidak ditemukan kondisi yang membuat mereka kehilangan kewarganegaraan Indonesia.
Sabtu, 5 September 2026 - 07:42 WIB
Menlu Sugiono
Sumber :
  • tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Indonesia masih menyelidiki informasi mengenai delapan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga direkrut untuk bergabung dengan militer Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Informasi tersebut sebelumnya disampaikan Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Dinas Intelijen Asing Ukraina (SZRU), yang juga mengungkap identitas delapan WNI berdasarkan sejumlah dokumen yang diperolehnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bersama instansi terkait masih mendalami informasi mengenai dugaan perekrutan tersebut.

“Kementerian Luar Negeri bersama instansi terkait terus mendalami informasi yang kami terima beberapa hari lalu terkait keterlibatan 8 warga negara Indonesia yang diduga direkrut,” ujar Sugiono dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).

Sugiono menegaskan Kemlu memiliki kewajiban memberikan perlindungan kepada setiap WNI. Ia memastikan hak-hak konsuler kedelapan WNI tersebut akan dipenuhi selama tidak ditemukan kondisi yang membuat mereka kehilangan kewarganegaraan Indonesia.

“Hak-hak konsuler yang kami harus penuhi sepanjang tidak ditemukan unsur-unsur yang menyebabkan mereka kehilangan kewarganegaraan,” imbuhnya.

Identitas 8 WNI Diungkap Ukraina

SZRU sebelumnya merilis identitas delapan WNI yang disebut telah direkrut Rusia untuk menjadi tentara dalam konflik melawan Ukraina.

Dalam laporan di situs resminya pada Kamis (27/8/2026), SZRU menyebut perekrutan warga asing dilakukan untuk mengisi kekurangan personel Rusia di garis depan. Kehadiran warga asing juga dinilai dapat digunakan Rusia untuk membangun narasi bahwa masyarakat internasional mendukung perang tersebut.

“Alasan lain merekrut warga asing adalah meningkatnya ketidakpuasan di dalam negeri mengenai situasi sosial dan ekonomi, perang, dan rencana gelombang mobilisasi baru (angka ketidakpuasan mencapai 69 persen) dan konsekuensinya adalah menurunnya juga orang yang bersedia mendaftar sebagai relawan. Indonesia menjadi contoh terbaru pola ini,” kata SZRU.

SZRU menyatakan identitas para WNI tersebut diperoleh dari dokumen yang berhasil didapatkan dinas intelijen tersebut.

Menurut SZRU, para WNI itu berpotensi ditempatkan sebagai canon fodder atau "pakan meriam", istilah yang merujuk pada tentara yang dikirim ke wilayah pertempuran dan berisiko menjadi sasaran serangan lawan.

Dinas intelijen Ukraina itu menyebut para WNI tertarik bergabung karena ditawarkan imbalan finansial tinggi. Mereka juga disebut mendapat janji pekerjaan di luar posisi tempur, kemungkinan memperoleh kewarganegaraan Rusia, serta sejumlah fasilitas sosial.

Namun, SZRU menyebut para WNI tidak mengetahui tujuan sebenarnya dari penempatan mereka setelah direkrut.

“Pola yang sama telah digunakan sebelumnya terhadap warga negara Nepal, Kuba, Kenya, dan India. Sebagian besar dari mereka berakhir di garis depan tanpa dibekali pelatihan, dan beberapa tewas dalam beberapa minggu pertama,” ungkap SZRU.

SZRU juga menyebut Indonesia sebagai salah satu negara yang menjadi sumber perekrutan tentara asing bagi Rusia. Dinas tersebut menyoroti jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 280 juta jiwa dan mayoritas penduduknya beragama Islam.

“Indonesia, negara dengan populasi muslim terbesar, yang mencapai lebih dari 280 juta jiwa, telah masuk dalam negara-negara yang dipilih Rusia menjadi sumber tentara yang murah untuk perang.”

Diduga Jadi Korban Penipuan

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya menyampaikan bahwa delapan WNI tersebut diduga kuat merupakan korban penipuan.

Dasco mengatakan informasi dari otoritas intelijen Indonesia menunjukkan para WNI tersebut pada awalnya tidak ditawari pekerjaan sebagai tentara. Mereka justru direkrut melalui tawaran pekerjaan sipil, antara lain sebagai satuan pengamanan (satpam) dan tenaga administrasi, dengan janji memperoleh gaji tinggi.

Menurut Dasco, proses perekrutan melibatkan negara ketiga. Kondisi itu membuat para WNI tidak mengetahui bahwa pekerjaan yang ditawarkan pada akhirnya akan membawa mereka ke medan perang.

"Jadi kami mendapatkan informasi dari otoritas intelijen kita bahwa perekrutan tentara itu kemudian dilakukan oleh negara pihak ketiga, yang kemudian membuat seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan ataupun kemudian tenaga administrasi yang diiming-imingi oleh gaji yang besar," kata Dasco, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Para WNI tersebut, kata Dasco, semula mendaftar berdasarkan lowongan pekerjaan yang ditawarkan. Setelah menjalani tahapan perekrutan, mereka kemudian dikirim untuk bergabung sebagai tentara.

"Nah, para WNI ini kemudian mendaftar, lalu kemudian dari situ akhirnya dikirim untuk menjadi tentara. Begitu informasi yang kami dapat," ucapnya.

Pemerintah juga telah mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi dan menindaklanjuti dugaan perekrutan tersebut.

Dasco mengatakan otoritas intelijen Indonesia telah berkoordinasi dengan Kemlu. Pemerintah juga mengirimkan utusan ke negara-negara terkait sebagai bagian dari upaya penanganan kasus tersebut.

"Dan pada saat ini, otoritas intelijen dan Kementerian Luar Negeri sudah melakukan antisipasi, berkoordinasi, dan kemudian mengirimkan utusan kepada negara-negara tersebut," tandas Dasco.

Keterlibatan WNI dalam dinas militer Rusia bukan merupakan kasus pertama. Faktor ekonomi disebut menjadi salah satu alasan yang mendorong sejumlah WNI bergabung dengan pihak Rusia dalam konflik tersebut.

Sebelumnya, kasus serupa juga mencuat setelah mantan anggota Marinir Satria Arta Kumbara dan eks personel Brimob Polri Muhammad Rio diketahui bergabung dengan militer Rusia. Keduanya disebut memiliki motif ekonomi dalam keputusan terlibat dalam konflik tersebut. (nba)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PERMAHI Jambi Soroti Tantangan Koperasi Merah Putih, Keterbatasan Lahan hingga SDM

PERMAHI Jambi Soroti Tantangan Koperasi Merah Putih, Keterbatasan Lahan hingga SDM

Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah daerah, Kejaksaan Tinggi Jambi, Dinas Koperasi dan UKM
Geger Dentuman Misterius Suara Misterius Terdengar di Bandung, Kaca Rumah Warga Ikut Bergetar

Geger Dentuman Misterius Suara Misterius Terdengar di Bandung, Kaca Rumah Warga Ikut Bergetar

Rekaman lain yang dibuat warga menunjukkan suara tersebut terdengar seperti pukulan keras ke dinding atau dentuman bass dari perangkat sound system.
DPR Soroti Kompensasi Korban Keracunan MBG: Jangan Hanya Ganti Biaya Medis

DPR Soroti Kompensasi Korban Keracunan MBG: Jangan Hanya Ganti Biaya Medis

Charles menilai BGN dan SPPG patut bersyukur karena hingga saat ini belum ada orang tua korban yang mengajukan gugatan terkait kasus keracunan MBG.
Cuaca di Sejumlah Kota Besar Diprakirakan Akan Diselimuti Awan Pada Sabtu

Cuaca di Sejumlah Kota Besar Diprakirakan Akan Diselimuti Awan Pada Sabtu

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca berawan hingga berawan tebal akan menyelimuti sejumlah kota besar di Indonesia pada Sabtu.
Udara Jakarta Tak Sehat untuk Kelompok Sensitif Pada Sabtu Pagi

Udara Jakarta Tak Sehat untuk Kelompok Sensitif Pada Sabtu Pagi

Kualitas udara Jakarta pada Sabtu pagi, berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.30 WIB tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Polda Kalteng Gunakan Serbuk Tepung Singkong Tangani Karhutla 

Polda Kalteng Gunakan Serbuk Tepung Singkong Tangani Karhutla 

Dalam penggunaannya, tepung singkong terlebih dahulu dilarutkan dengan air. Campuran tersebut kemudian diinjeksikan langsung ke lokasi bara.

Trending

Penampakan Aset Mewah Milik Eks Pimpinan BGN Terkait Dugaan Mega Korupsi MBG

Penampakan Aset Mewah Milik Eks Pimpinan BGN Terkait Dugaan Mega Korupsi MBG

Dugaan mega korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret eks pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) terus didalami pihak Kejagung.
Jadi Calon Juara Liga, Media Korea Peringatkan FC Seoul untuk Hati-hati Pada Persib Bandung

Jadi Calon Juara Liga, Media Korea Peringatkan FC Seoul untuk Hati-hati Pada Persib Bandung

Menjamu Persib yang notebene-nya adalah tim yang lolos ACL Two lewat jalur play off, media Korea Sports Khan justru memperingatkan FC Seoul. 
Konter Pulsa di Jakarta Selatan Edarkan Obat Keras Ilegal

Konter Pulsa di Jakarta Selatan Edarkan Obat Keras Ilegal

Polres Metro Jakarta Selatan membongkar peredaran obat keras ilegal dengan modus berkamuflase menjadi konter pulsa ataupun warung kelontong.
Baznas Jakarta Siapkan 10.000 Porsi Makanan Bagi Korban Terdampak Gempa Bumi NTT

Baznas Jakarta Siapkan 10.000 Porsi Makanan Bagi Korban Terdampak Gempa Bumi NTT

Baznas Bazis DKI Jakarta terus menyalurkan bantuan terhadap warga terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara TImur (NTT).
Kenapa Filosofi Pepatah Rusia 'Odin v pole ne voin' Sama dengan Gotong Royong? Begini Penjelasan Prabowo

Kenapa Filosofi Pepatah Rusia 'Odin v pole ne voin' Sama dengan Gotong Royong? Begini Penjelasan Prabowo

Presiden RI Prabowo Subianto melihat filosofi pepatah kuno Rusia berbunyi 'Odin v pole ne voin' dinilai sama dengan kata "gotong royong" dalam Bahasa Indonesia.
Liga Voli Korea Resmi Disponsori oleh Pemilik Pink Spiders, V-League Siap Buat Gebrakan

Liga Voli Korea Resmi Disponsori oleh Pemilik Pink Spiders, V-League Siap Buat Gebrakan

Penandatanganan kontrak berlangsung di Kantor KOVO, Mapo-gu, Seoul, pada Jumat (4/9/2026). Acara tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal KOVO Eom Jae-yong dan CEO Heungkuk Life Insurance Kim Hyeong-pyo bersama sejumlah pejabat terkait.
Semakin Tak Terkendali, Karhutla di Kawah Ijen Merambat ke Pos 4 Jalur Pendakian

Semakin Tak Terkendali, Karhutla di Kawah Ijen Merambat ke Pos 4 Jalur Pendakian

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur semakin meluas.
Selengkapnya

Viral