Ahli Vulkanologi Surono Imbau Warga Tak Perlu Takut dengan Erupsi Anak Krakatau, Waspadai Bahaya Abu Vulkanik
- Kolase tvOnenews.com/ Threads @sarikhakartika @amin_nur134
Surono menjelaskan letusan Gunung Anak Krakatau tidak begitu menakutkan. Tsunami yang terjadi pada 2018 sudah dapat diprediksi akibat longsoran dari badan gunung.
“Kalau letusan Anak Krakatau tidak menakutkan. Yang kemarin 2018 itu terjadi tsunami itu longsoran dari sebagian tubuh Anak Krakatau yang sudah kita prediksi. Anak Krakatau itu tumbuh di samping ibunya (Gunung Krakatau). Jadi daerahnya lemah yang kemungkinan bisa gugur saat anak krakatau ini menjadi besar dan terguncang terus saat terjadi letusan,” jelas Surono.
“Letusan ini adalah letusan yang harus dilakukan secara alami oleh Anak Krakatau supaya tubuhnya semakin besar dan semakin tinggi,” pungkasnya.
Potensi Erupsi Masih Ada
Sementara itu, Kepala PVMBG Rita Susilawati mengatakan bahwa berdasarkan analisis dari alat pemantauan mencatat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai mengalami penurunan.
Akan tetapi tidak mengindikasikan aktivitas gunung api tersebut sepenuhnya berhenti.
“Memang saat ini alat pemantauan kami memonitor aktivitas Gunung Anak Krakatau menurun, tetapi menurunnya itu bukan berarti akan berhenti aktivitasnya. Kemungkinan masih akan terjadi erupsi,” ujarnya setelah meninjau Pos Pemantauan Gunung Api (PGA) Anak Krakatau di Kabupaten Serang, pada Minggu (6/9/2026).
Untuk mengantisipasi adanya potensi erupsi, PVMBG melakukan pemantauan secara ketat selama 24 jam penuh yang hasilnya akan dikomunikasikan kepada pemerintah daerah setempat, terutama apabila terjadi perubahan rekomendasi penanganan bencana.
(kmr)
Load more