Viral Gas SO2 Anak Krakatau Disebut Sampai Jawa Tengah, BMKG dan PVMBG Beri Penjelasan
- Badan Geologi KESDM
BMKG juga meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan tangkapan layar citra satelit yang beredar di media sosial. Informasi mengenai kondisi Gunung Anak Krakatau dan kualitas udara perlu dipantau melalui sumber resmi.
Masyarakat juga diminta mengikuti informasi dari BMKG, PVMBG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah setempat serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
PVMBG: SO2 Memang Terdeteksi Satelit
Kepala PVMBG Siti Sumilah Rita Susilawati turut memberikan penjelasan mengenai isu penyebaran gas SO2 dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Rita membenarkan bahwa aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menghasilkan emisi SO2 dan keberadaannya memang terdeteksi melalui satelit.
Namun, menurutnya, keberadaan gas yang terdeteksi melalui citra satelit tidak serta-merta membuktikan bahwa gas SO2 tersebut telah mencapai permukaan tanah dalam konsentrasi yang membahayakan masyarakat.
"Erupsi Gunung Anak Krakatau memang mengemisikan SO₂ dan emisinya terdeteksi oleh satelit. Namun, klaim bahwa gas SO₂ dari Anak Krakatau telah mencapai permukaan dan membahayakan masyarakat belum dapat dibenarkan berdasarkan citra tersebut saja. Diperlukan pengukuran kualitas udara di permukaan untuk memastikannya," kata Rita.
Karena itu, pengukuran kualitas udara di permukaan menjadi hal penting untuk memastikan apakah konsentrasi gas atau partikel yang berada di wilayah masyarakat memang berada pada tingkat yang membahayakan.
Rita juga meminta masyarakat tidak panik menghadapi informasi mengenai sebaran SO2 yang beredar.
"Masyarakat tidak perlu panik. Apabila tidak ada keluhan pernapasan, masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa sambil mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi, KLH/BPLH, dan pemerintah daerah," tuturnya.
Load more