News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Purbaya Tunggu Hitungan BNPB Sebelum Tambah Anggaran Mitigasi Bencana

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menunggu perhitungan BNPB terkait kebutuhan tambahan anggaran mitigasi bencana sebelum menentukan alokasinya.
Senin, 7 September 2026 - 18:20 WIB
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Syifa Aulia

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih menunggu perhitungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait kebutuhan tambahan anggaran untuk mitigasi bencana.

Purbaya mengatakan pemerintah akan meningkatkan alokasi anggaran mitigasi bencana sesuai dengan kebutuhan yang diajukan BNPB. Namun, hingga Senin (7/9/2026), dirinya mengaku belum menerima perhitungan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ya, akan kita tingkatkan sesuai permintaan karena kan BNPB yang hitung. Nanti kita lihat seperti apa perhitungan BNPB, kan sekarang saya belum terima," kata Purbaya saat menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Menurut Purbaya, besaran tambahan anggaran belum dapat ditentukan sebelum BNPB menyampaikan perhitungan mengenai kebutuhan mitigasi bencana.

Ketika ditanya wartawan apakah Kementerian Keuangan masih menunggu perhitungan dari BNPB, Purbaya membenarkannya.

"Jadi nunggu BNPB?" tanya wartawan.

"Iya lah, kalau enggak saya kasih ke mana?" jawab Purbaya.

Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Ditambah Signifikan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta agar alokasi anggaran untuk mitigasi bencana ditambah secara signifikan. Kebijakan tersebut diperlukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi di Indonesia.

Prabowo menyampaikan arahan tersebut saat membuka rapat terbatas penanganan bencana alam di Indonesia melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

"Kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat. Pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan," kata Prabowo.

Presiden menekankan pentingnya kesiapan pemerintah sebelum bencana terjadi. Menurutnya, Indonesia memiliki risiko bencana yang tinggi karena berada di kawasan Ring of Fire.

Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu meningkatkan kesiapsiagaan dan memastikan berbagai sumber daya penanganan bencana tersedia sebelum terjadi keadaan darurat.

Pemerintah Diminta Siapkan Sumber Daya Lebih Banyak

Dalam rapat tersebut, Prabowo meminta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa serta Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy untuk menyusun perencanaan mitigasi bencana.

Presiden meminta perencanaan tersebut menggunakan prinsip penyediaan sumber daya yang lebih banyak dibandingkan kebutuhan minimum.

Menurut Prabowo, kesiapan pemerintah tidak cukup hanya dengan menyediakan peralatan dalam jumlah minimum. Pemerintah perlu memiliki cadangan sumber daya agar dapat bergerak cepat ketika bencana terjadi.

"Lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik. Jadi kita siap sebelum kejadian," ujarnya.

Arahan tersebut menunjukkan pemerintah ingin memperkuat sisi mitigasi atau kesiapsiagaan, bukan hanya mengandalkan penanganan ketika bencana sudah terjadi.

Dengan adanya perhitungan kebutuhan dari BNPB, besaran tambahan anggaran nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan sarana dan sumber daya yang diperlukan untuk menghadapi potensi bencana.

Ekskavator Kecil Diminta Tersedia di Tingkat Desa

Selain helikopter, pompa air, dan kendaraan pemadam kebakaran, Prabowo juga meminta pemerintah menyiapkan lebih banyak ekskavator berukuran kecil.

Peralatan tersebut diharapkan tersedia hingga tingkat desa, terutama di wilayah yang secara rutin menghadapi kebakaran hutan.

Ketersediaan ekskavator kecil di tingkat desa dinilai menjadi bagian dari kesiapan menghadapi kondisi bencana. Dengan peralatan yang tersedia lebih dekat dengan lokasi rawan, sumber daya dapat disiapkan sebelum kejadian.

Permintaan tersebut menjadi bagian dari arahan Presiden untuk memperkuat sarana pendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prabowo Instruksikan Penyusunan Master Plan Mitigasi

Prabowo juga menginstruksikan penyusunan master plan mitigasi bencana yang menyeluruh dan masif.

Perencanaan tersebut mencakup berbagai kebutuhan dalam menghadapi potensi bencana, termasuk penguatan sarana pendukung untuk menangani karhutla.

"Jadi nanti kita siapkan master plan yang menyeluruh dan yang masif," ucapnya.

Arahan Presiden tersebut kemudian menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyusun kebutuhan mitigasi secara lebih terencana. Dalam prosesnya, Kementerian Keuangan masih menunggu perhitungan BNPB untuk mengetahui kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan.

Purbaya sebelumnya menegaskan bahwa alokasi anggaran akan ditingkatkan sesuai dengan permintaan dan perhitungan kebutuhan yang disampaikan BNPB.

Besaran tambahan anggaran mitigasi bencana dengan demikian masih menunggu hasil penghitungan BNPB sebelum pemerintah menentukan alokasi yang akan disiapkan.

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kronologi Eks Anggota Kopassus Dibacok Tetangga

Kronologi Eks Anggota Kopassus Dibacok Tetangga

Insiden berdarah terjadi di kawasan perumahan elit JGC, Cakung Timur, Jakarta Timur. Seorang pria mantan anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Muhammad ...
Kebakaran Gunung Arjuno, BNPB Terjunkan Helikopter Water Bombing dan Pesawat Cuaca

Kebakaran Gunung Arjuno, BNPB Terjunkan Helikopter Water Bombing dan Pesawat Cuaca

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah cepat dengan memobilisasi armada udara guna mengepung kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang -
Warga Gaza di Kamp Pengungsian Terima 68.920 Liter Air Bersih dari BAZNAS RI

Warga Gaza di Kamp Pengungsian Terima 68.920 Liter Air Bersih dari BAZNAS RI

BAZNAS RI berkolaborasi dengan LAZ Muhajir sukses menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 68.920 liter bagi warga dan keluarga pengungsi di Gaza, Palestina ...
Harga iPhone Duo di Indonesia Tembus Rp75 Juta, Ini Keunggulan iPhone Lipat Pertama Apple

Harga iPhone Duo di Indonesia Tembus Rp75 Juta, Ini Keunggulan iPhone Lipat Pertama Apple

iPhone Duo mulai bisa dipesan di Indonesia dengan harga Rp45,6 juta. Simak spesifikasi layar lipat, chip A20 Pro, kamera 48 MP, dan fitur unggulannya.
Bursa Transfer Liverpool: Serius Kejar David Otorbi, The Reds Langsung Terbentur Kenaikan Klausul Rilis Valencia

Bursa Transfer Liverpool: Serius Kejar David Otorbi, The Reds Langsung Terbentur Kenaikan Klausul Rilis Valencia

Liverpool mulai bergerak untuk merekrut winger muda Valencia, David Otorbi. The Reds dikabarkan telah menghubungi agen sang pemain jelang bursa transfer nanti.
Prediksi Al Qadsiah vs Al Hilal di Liga Pro Saudi 2026/2027: Mampukah Tijjani Reijnders Bawa Timnya Tetap di Puncak Klasemen?

Prediksi Al Qadsiah vs Al Hilal di Liga Pro Saudi 2026/2027: Mampukah Tijjani Reijnders Bawa Timnya Tetap di Puncak Klasemen?

Pertandingan pekan ke-11 ini tidak sekadar mempertaruhkan gengsi tinggi antara dua tim terbaik penguasa papan atas, tetapi juga perebutan takhta singgasana klasemen yang sangat krusial.

Trending

Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Seorang mantan anggota Kopassus inisial MF (49) menjadi korban pembacokan oleh tetangganya sendiri, JB (57), hanya karena masalah sepele terkait renovasi rumah.
Kedapatan Bawa Narkoba, Polresta Sumenep Bekuk Dua Relawan MBG Saat Bekerja

Kedapatan Bawa Narkoba, Polresta Sumenep Bekuk Dua Relawan MBG Saat Bekerja

Satresnarkoba Polresta Sumenep mengungkap kasus dugaan tindak pidana penggunaan narkotika jenis sabu di salah satu SPPG wilayah Kecamatan Lenteng, Sumenep.
Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Eks anggota TNI berinisial MF (49) luka-luka usai dibacok tetangganya, akibat masalah renovasi rumah di Perumahan JGC, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/10).
5 Aksesori Mobil Ini Bisa Jadi Penyelamat saat Darurat di Jalan, Apa Saja?

5 Aksesori Mobil Ini Bisa Jadi Penyelamat saat Darurat di Jalan, Apa Saja?

Tak sekadar mempercantik kendaraan, lima aksesori mobil ini membantu saat darurat, mulai dari aki tekor hingga ban kempes. Simak fungsi dan tips memilihnya.
Awal Mula Kasus Eks Kopassus Dibacok Tetangga di Cakung, Ternyata Berawal dari Istri Pelaku

Awal Mula Kasus Eks Kopassus Dibacok Tetangga di Cakung, Ternyata Berawal dari Istri Pelaku

Kapolsek Cakung, Kompol Andre Try Putra mengatakan korban pembacokan yang diketuai eks Kopassus itu yakni Muhammad Fahrul alias MF. Ternyata ini awal mulanya.
Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Pemilik Kanchanaburi FC menegaskan dukungannya kepada Park Hang-seo di tengah kontroversi akibat kritik keras terhadap wasit Thailand. Ia memastikan posisi.
Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Cek jadwal KRL hari ini 23 Oktober 2026 rute Bogor-Jakarta Kota sebelum berangkat. Perlu dicatat, jadwal KRL bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan operasional.
Selengkapnya

Viral