ISI Chat Tak Wajar Guru SMAN 1 Pamanukan Subang kepada Murid, Panggil Dirinya "Ayah"
- Instagram @infojalurpantura_
Subang, tvOnenews.com - Seorang oknum wakil kepala sekolah (Wakasek) sekaligus guru berinisial AT di SMAN 1 Pamanukan Subang, Jawa Barat diduga telah melakukan pelecehan terhadap sejumlah murid perempuan.
AT tercatat sebagai Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan sekaligus guru matematika di SMAN 1 Pamanukan Subang.
AT pun diamankan pihak kepolisian setelah ratusan siswa SMAN 1 Pamanukan menggelar aksi unjuk rasa dan meminta klarifikasi oknum guru tersebut pada hari Senin kemarin.
Situasi semakin mamanas ketika oknum guru disebut hendak meninggalkan lingkungan sekolah. Sehingga sempat terjadi aksi kejar-kejaran dan kericuhan pun tak dapat dihindarkan.
Video aksi kemarahan ratusan siswa SMAN 1 Pamanukan ini pun viral di media sosial.
- Instagram @subang.info
Isi Chat Guru
Selain aksi unjuk rasa ratusan murid, di hari yang sama juga membawa selebaran berisi foto terduga pelaku dan bukti chat.
Selebaran tersebut memuat identitas pelaku “Waspada! Guru Pelaku Pencabulan Terhadap Siswa,”.
Tak hanya itu selebaran tersebut juga membuat percakapan pelaku dalam aplikasi WhatsApp yang berisi percakapan tidak wajar.
Dalam chat tersebut oknum guru menyebut dirinya "ayah" karena telah menganggap sang siswi sebagai anak.
"(Nama korban) sekali lagi ayah minta maaf, ayah tahu (korban) marah sama ayah, sampai ayah ke rumah pun (korban) tidak mau keluar, ayah tahu ayah salah, ayah benar-benar menyesal. Ayah tidak mau ini menjadi masalah buat ayah dan (korban). Sekali lagi ayah minta maaf, ayah jujur, ayah saying sama (korban). Ayah tidak mungkin melakukan yang tidak-tidak sama (korban), ayah sudah menganggap (korban) seperti anak sendiri," isi chat pelaku terhadap salah satu korban.
“Maaf ayah ya. Maafkan ayah sayang,” tulisnya lagi.
"Kalau ayah salah atau enggak suka, (nama korban) lebih baik bilang atau tegur ayah. Ayah lebih senang seperti itu. Tidak usah ngomong sama orang lain, kita coba selesaikan bersama," tulisnya lagi.
“Hari ini ga ke sekolah? Maafkan ayah ya,” tulisnya dalam pesan di hari yang lain.
Hingga berita ini dibuat, belum ada pernyataan resmi pihak sekolah SMAN 1 Pamanukan maupun pihak terkait lainnya, baik korban maupun terduga pelaku. (muu)
Load more