Oknum Guru Cabul SMAN 1 Pamanukan Subang Diamankan Polisi Usai Diamuk Ratusan Siswa
- Instagram @infojalurpantura_
Subang, tvOnenews.com - Buntut aksi unjuk rasa ratusan siswa SMAN 1 Pamanukan Subang, Jawa Barat, seorang oknum wakil kepala sekolah berinisial AT diamankan pihak kepolisian pada Senin (7/9/2026).
AT tercatat sebagai Wakil Kepala Sekolah (wakasek) Kesiswaan sekaligus guru matematika di SMAN 1 Pamanukan tersebut. Ia diduga telah melakukan pencabulan terhadap tiga anak didiknya sendiri.
AT diamankan setelah aksi ratusan siswa yang menggeruduk kantornya hingga sempat terjadi kejar-kejaran saat dirinya hendak melarikan diri.
Kericuhan mereda setelah para petugas Polsek Pamanukan tiba di lokasi. AT kemudian diamankan ke Polsek Pamanukan dan selanjutnya dilimpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Subang.
- Instagram @subang.info
Sejumlah siswi yang diduga menjadi korban bersama orang tua kemudian mendatangi kepolisian untuk membuat laporan terkait dugaan tindakan pencabulan tersebut.
Hingga kini, baru tiga orang siswi yang disebut telah berani melaporkan dugaan tindakan kesusilaan tersebut dan tidak menutup kemungkinan, jumlah korban akan bertambah, mengingat dugaan tindakan kesusilaan ini telah berlangsung cukup lama.
Unit PPA Polres Subang masih melakukan pemeriksaan terhadap para pihak untuk mengungkap secara terang dugaan tindakan pencabulan di lingkungan SMAN 1 Pamanukan Subang tersebut.
Isi Chat Guru
Selain aksi unjuk rasa ratusan murid, di hari yang sama juga membawa selebaran berisi foto terduga pelaku dan bukti chat.
Selebaran tersebut memuat identitas pelaku “Waspada! Guru Pelaku Pencabulan Terhadap Siswa,”.
Tak hanya itu selebaran tersebut juga membuat percakapan pelaku dalam aplikasi WhatsApp yang berisi percakapan tidak wajar.
- Instagram @infojalurpantura_
Dalam chat tersebut oknum guru menyebut dirinya "ayah" karena telah menganggap sang siswi sebagai anak.
"(Nama korban) sekali lagi ayah minta maaf, ayah tahu (korban) marah sama ayah, sampai ayah ke rumah pun (korban) tidak mau keluar, ayah tahu ayah salah, ayah benar-benar menyesal. Ayah tidak mau ini menjadi masalah buat ayah dan (korban). Sekali lagi ayah minta maaf, ayah jujur, ayah saying sama (korban). Ayah tidak mungkin melakukan yang tidak-tidak sama (korban), ayah sudah menganggap (korban) seperti anak sendiri," isi chat pelaku terhadap salah satu korban.
Load more