News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Paceklik Mengancam, Pemerintah Banjiri Pasar dengan 1 Juta Ton Beras SPHP

Pemerintah menyiapkan langkah agresif untuk meredam kenaikan harga pangan yang terjadi saat Indonesia memasuki musim paceklik di tengah kemarau yang lebih kering.
Selasa, 8 September 2026 - 10:47 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas
Sumber :
  • Kemenko Pangan

Jakarta, tvOnenews.com — Pemerintah menyiapkan langkah agresif untuk meredam kenaikan harga pangan yang terjadi saat Indonesia memasuki musim paceklik di tengah kemarau yang lebih kering.

Sebanyak 1 juta ton beras medium melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan ditambah ke pasar, sementara 150 ribu ton jagung disiapkan khusus untuk menjaga pasokan peternak kecil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pemerintah harus bergerak lebih cepat karena kondisi produksi pangan tahun ini berbeda dibandingkan 2025.

Kemarau yang lebih kering membuat aktivitas tanam dan produksi di sejumlah sentra pangan menurun ketika periode paceklik mulai berlangsung.

“Tahun lalu kita kemarau basah. September sampai Desember masih ada hujan, sehingga petani masih bisa tanam padi. Produksi masih ada, supply masih ada. Kita masih bisa menahan harga,” ujar Zulhas, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/9/2026).

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan tahun ini. Kemarau panjang membuat pasokan dari sentra produksi berkurang, sementara kebutuhan masyarakat tetap berjalan. Ketimpangan antara pasokan dan permintaan itu kemudian memberikan tekanan terhadap harga beras.

“Tahun ini kondisinya lebih kering. Memasuki musim paceklik, pasokan dari sentra produksi berkurang, sementara permintaan tetap ada. Karena itu harga beras mengalami kenaikan,” jelasnya.

Data BPS dan Bapanas menunjukkan harga beras memang mengalami peningkatan sepanjang Januari hingga September 2026. Harga beras medium naik dari Rp13.857 per kilogram menjadi Rp14.060 per kilogram atau meningkat sekitar Rp203 per kilogram.

Sementara harga beras premium bergerak dari Rp15.505 per kilogram menjadi Rp15.794 per kilogram, atau naik sekitar Rp289 per kilogram. Kenaikan harga beras premium turut memberikan tekanan terhadap harga beras secara keseluruhan.

Untuk memutus tekanan harga tersebut, pemerintah memilih memperkuat pasokan secara langsung.

Penyaluran beras SPHP medium akan ditambah sebanyak 1 juta ton, terutama untuk memperkuat ketersediaan beras di pasar tradisional.

Beras tersebut akan dijual dengan harga sekitar Rp12.000 hingga Rp12.500 per kilogram, jauh di bawah harga beras medium yang tercatat dalam data pemerintah.

“Kalau harga naik Rp100 sampai Rp200, kita respons dengan menambah supply. Kita banjiri pasar dengan beras SPHP sehingga harga bisa kita turunkan kembali,” kata Zulhas.

Strategi tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menghadapi periode paceklik ketika produksi dari sentra pertanian cenderung menurun tetapi konsumsi masyarakat tidak ikut turun.

Tak hanya mengandalkan intervensi pasar, pemerintah juga meminta Perum Bulog mempercepat penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat penerima manfaat.

Sebanyak sekitar 33,2 juta penerima yang masuk desil 1 hingga desil 4 akan mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan selama tiga bulan. Penyaluran akan dirapel sehingga masyarakat menerima total 30 kilogram sekaligus.

“Ini kita minta Bulog selesaikan dalam bulan ini. Jadi masyarakat menerima sekaligus 30 kilogram. Kita ingin beras benar-benar sampai ke masyarakat,” ujar Zulhas.

Pemerintah berharap penyaluran bantuan tersebut tidak hanya memastikan kebutuhan pangan masyarakat berpendapatan rendah terpenuhi, tetapi juga membantu menjaga daya beli dan konsumsi masyarakat di tengah kenaikan harga.

Ancaman kemarau tidak hanya menyasar komoditas beras. Produksi jagung juga berpotensi mengalami tekanan yang pada akhirnya dapat meningkatkan biaya pakan dan membebani peternak.

Karena itu, pemerintah menyiapkan pasokan jagung khusus bagi peternak skala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Bulog saat ini memiliki sekitar 230 ribu ton stok cadangan jagung pemerintah dari total pengadaan mencapai 1 juta ton. Dari stok tersebut, sekitar 150 ribu ton akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan peternak UMKM.

Pasokan itu tidak diperuntukkan bagi industri peternakan skala besar.

“Kita ingin peternak-peternak UMKM tidak terkena dampak kenaikan harga jagung. Musim kemarau membuat produksi turun dan harga naik, sehingga supply untuk peternak harus kita jaga,” jelasnya.

Pemerintah juga menyiapkan strategi untuk merespons kenaikan harga tepung beras. Stok beras yang mengalami penurunan mutu tetapi masih layak digunakan sebagai bahan baku tepung akan diarahkan masuk ke industri pengolahan.

Kementerian Perindustrian menghitung kebutuhan bahan baku industri tepung beras mencapai sekitar 380 ribu ton beras.

Pemerintah memutuskan stok tersebut dapat dilelang dengan harga minimal Rp11.000 per kilogram untuk kemudian diolah menjadi tepung beras.

“​Beras yang kurang mutu ini bisa dibeli oleh pabrik tepung untuk dijadikan tepung. Jadi kita harapkan kenaikan harga tepung beras juga bisa kita tekan,” tandas Zulhas. (agr/nsi)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Megawati Hangestri dan Jordan Wilso masing-masing akan memakai identitas baru setelah Hyundai Hillstate merilis nomor punggung jersi jelang V-League sore nanti.
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Selengkapnya

Viral