BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem 8 September: Hujan Sangat Lebat dan Angin Kencang Mengintai Sejumlah Wilayah
- Ilustrasi AI Gemini
Karhutla Jadi Ancaman di Tengah Kondisi Kering
Kondisi yang relatif kering juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BMKG mencatat terdapat 463 titik panas di Kalimantan dan 264 titik panas di Sumatera.
Asap yang dihasilkan dari karhutla dapat memperburuk kualitas udara. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Karena itu, masyarakat diminta tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan tersebut terutama berlaku di kawasan yang mudah terbakar, seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan.
Hujan Lebat Masih Bisa Terjadi Secara Lokal
Meski sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan relatif kering pada September, BMKG menegaskan hujan lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi secara lokal.
Potensi hujan tersebut terutama terdapat di Sumatera bagian utara, Kalimantan bagian utara, Sulawesi bagian tengah, dan Papua bagian utara.
Sejumlah faktor atmosfer dapat memicu hujan dengan intensitas yang berbeda-beda. Di antaranya aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, konvergensi, serta labilitas atmosfer.
BMKG juga mengingatkan hujan lokal tersebut dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Masyarakat perlu mewaspadai sejumlah dampak yang mungkin muncul, seperti pohon dan dahan tumbang, baliho roboh, genangan, hingga sambaran petir.
Ketika cuaca buruk terjadi, masyarakat disarankan tidak berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun bangunan yang kondisinya rapuh.
Dengan perubahan cuaca yang dapat berlangsung cepat, masyarakat diimbau terus memantau informasi serta peringatan dini cuaca dari BMKG. Aktivitas di luar ruangan juga perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca di masing-masing wilayah.
Load more