Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU, Pengamat Maritim: Jembatan Unik Pesantren, Ekonomi Biru, dan Sektor Maritim
- Istimewa
“Gus Kikin memiliki kapasitas unik sebagai jembatan yang menghubungkan dunia pesantren, ekonomi umat, dan sektor maritim. Kehadiran ulama dengan latar belakang pelaut memberikan warna baru yang segar dalam kepemimpinan organisasi keagamaan,” ujar Dewan Pakar Pengurus Pusat Pemuda Katolik Republik Indonesia ini.
Capt. Hakeng juga menegaskan bahwa terpilihnya Gus Kikin harus dibaca sebagai momentum untuk memperluas cakrawala pandang NU terhadap isu-isu kebangsaan yang lebih strategis.
NU tidak hanya mengemban misi keagamaan dan sosial, tetapi juga memiliki tanggung jawab historis dalam menjaga kedaulatan serta arah pembangunan nasional.
“Kita sangat menunggu peran aktif NU di bawah kepemimpinan Gus Kikin untuk memberikan warna positif dan arah baru bagi kebaikan bangsa Indonesia ke depan, khususnya dalam mempertegas kembali jati diri kita sebagai bangsa maritim yang kuat, mandiri, dan berdaya saing global,” tegas Capt. Hakeng.
Mantan Nakhoda kapal super tanker ini juga memberikan analogi bahwa kepemimpinan PBNU serupa dengan mengemudikan kapal di samudra luas.
“Laut tidak selalu tenang. Ada gelombang, badai, dan perubahan arus. Seorang Nakhoda sejati harus mampu menjaga kapal tetap berada pada jalur pelayaran tanpa pernah kehilangan arah tujuan,” tambahnya.
Ia optimistis, mempertemukan nilai-nilai spiritualitas pesantren dengan profesionalisme dunia maritim akan melahirkan kebijakan organisasi yang konkret, baik untuk warga Nahdliyin maupun bagi masa depan Indonesia.
Atas amanah baru ini, DR. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada KH Abdul Hakim Mahfudz.
“Saya berharap kepemimpinan baru PBNU ini dapat menggalang konsolidasi dan rekonsiliasi nasional guna menghimpun seluruh potensi umat demi kemajuan dan mewujudkan Indonesia menjadi Bangsa Maritim terbesar di Dunia,” pungkasnya.
Load more