News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mendorong kepala desa dan perangkat desa untuk aktif melakukan intervensi terhadap berbagai persoalan sektoral di tengah masyarakat.
Rabu, 9 September 2026 - 11:03 WIB
Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
Sumber :
  • Istimewa

Kabupaten Sumedang, tvOnenews.com - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mendorong kepala desa dan perangkat desa untuk aktif melakukan intervensi terhadap berbagai persoalan sektoral di tengah masyarakat guna meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Menurut Herman, peningkatan IPM tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, tetapi membutuhkan peran aktif pemerintahan hingga tingkat desa dan kelurahan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal tersebut dapat dilakukan melalui aksi nyata dalam menangani berbagai persoalan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, pengangguran, hingga kemiskinan dengan pendekatan berbasis data.

Herman mencontohkan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Menurutnya, kepala desa harus mengetahui secara detail anak yang masuk dalam kategori ATS sehingga intervensi dapat dilakukan secara tepat sasaran.

"Harus diikhtiarkan, maka jadi tugas Pak Kuwu (Kepala Desa), Pak Camat, nanti dipandu oleh aplikasi (SADA Jabar)," ucap Herman saat memberikan pengarahan kepada para kepala desa se-Kecamatan Situraja, di Desa Cijeler, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, Jumat (4/9/2026) sore.

Untuk mendukung aksi nyata yang diharapkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) akan membersamai pemerintah desa melalui aplikasi Satu Data Jawa Barat (SADA Jabar).

Aplikasi SADA Jabar mengintegrasikan berbagai data sektoral, di antaranya pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, kemiskinan, serta sosial kependudukan.

Data tersebut juga telah terintegrasi dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta data pembangunan Jawa Barat.

Dengan integrasi tersebut, data masyarakat dapat dipetakan secara lebih detail berbasis by name by address menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Data itu selanjutnya dapat menjadi dasar bagi pemerintah desa dalam melakukan intervensi terhadap berbagai persoalan masyarakat di wilayahnya.

Maka melalui pendekatan tersebut, Sekda Herman berharap persoalan warga dapat ditangani secara langsung sesuai kebutuhan di lapangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Maka jangan ada anak yang tidak sekolah, usia 6-12 tahun tidak boleh ada yang tidak sekolah. Paling-paling nanti yang harus dipikirkan sepatu, seragam, buku. Ini demi membantu Jawa Barat menurunkan angka anak tidak sekolah (ATS)," kata Herman.

Contoh lainnya, lanjut Herman, dalam penanganan stunting. Kepala desa dan perangkat desa dapat secara proaktif memantau kondisi ibu hamil maupun kelompok masyarakat yang membutuhkan intervensi.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terungkap Satu Kebiasaan Baik Fajar Sahrudin, Warganet Ramai-ramai Kirim Doa

Terungkap Satu Kebiasaan Baik Fajar Sahrudin, Warganet Ramai-ramai Kirim Doa

Sabahat Satwa Jogja mengucapkan turut kehilangan sosok baik seperti Fajar Sahrudin. Pria yang menjadi perbincangan hangat di dunia maya.
Rampas Uang hingga Ponsel Milik Sopir Truk di Jakarta Barat, Tiga Pelaku Ditangkap

Rampas Uang hingga Ponsel Milik Sopir Truk di Jakarta Barat, Tiga Pelaku Ditangkap

Seorang sopir truk menjadi korban perampasan ponsel dan uang tunai saat melintas di kawasan lampu merah keluar Tol Tomang, Jalan Letjen S. Parman, Jakarta Barat.
Persija Jamu Persib di GBK, Macan Kemayoran Berpotensi Raup Cuan hingga Rp66 Miliar

Persija Jamu Persib di GBK, Macan Kemayoran Berpotensi Raup Cuan hingga Rp66 Miliar

Persija berpotensi meraup cuan hingga Rp66 miliar saat menjamu Persib di GBK jika 60 ribu penonton membeli jersey original seharga Rp1,1 juta.
Hilang Kontak saat Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau, DPR Minta Pencarian Lima Jurnalis Dimaksimalkan

Hilang Kontak saat Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau, DPR Minta Pencarian Lima Jurnalis Dimaksimalkan

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco menyatakan keprihatinannya setelah lima jurnalis yang meliput erupsi Gunung Anak Krakatau dinyatakan hilang kontak dan belum diketahui keberadaannya.
E-Voting Kakanwil Berlanjut, Kini Giliran Pegawai Kemenkum Banten Memilih

E-Voting Kakanwil Berlanjut, Kini Giliran Pegawai Kemenkum Banten Memilih

Kementerian Hukum (Kemenkum) kembali melibatkan pegawai dalam menentukan pemimpin kantor wilayah (kanwil) di daerah.
Resmi! Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Jumpa Malaysia hingga Bangladesh

Resmi! Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Jumpa Malaysia hingga Bangladesh

FIFA telah resmi merilis jadwal lengkap FIFA ASEAN Cup 2026. Timnas Indonesia akan menjadi tuan rumah, dengan bersaing kontra Malaysia, Singapura hingga Bangladesh.

Trending

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jauh sebelum kematiannya karena bunuh diri, ternyata jejak digital Fajar Sahrudin pada Juni 2025 menunjukkan bahwa dirinya pernah berniat lakukan hal serupa.
Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Media sosial dihebohkan dengan kabar meninggalnya, seorang pria bernama Fajar Sahrudin. Sosok yang dikenal dermawan dan suka berdonasi.
3 Kasus Akhiri Hidup di Kawasan GBK, dari Buruh Bakar Diri hingga Fajar Sahrudin

3 Kasus Akhiri Hidup di Kawasan GBK, dari Buruh Bakar Diri hingga Fajar Sahrudin

Tiga kasus bunuh diri pernah terjadi di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, dalam rentang lebih dari satu dekade. Terbaru kasus Fajar Sahrudin.
Kesaksian Teman yang Namanya Ada di Autobiografi Fajar Sahrudin, Sebut FS Bukan Sekali Berniat Bunuh Diri

Kesaksian Teman yang Namanya Ada di Autobiografi Fajar Sahrudin, Sebut FS Bukan Sekali Berniat Bunuh Diri

Salah seorang warganet di akun X yang mengaku namanya dicatut dalam memoar Fajar Sahrudin sebelum bunuh diri akhirnya angkat suara terkait perilaku almarhum.
Selengkapnya

Viral