Kisah Naik Kelas Usaha Produk Gula Aren Asal Garut
- Istimewa
Garut, tvOnenews.com - Di kaki perbukitan Bungbulang, Garut, Jawa Barat, Susanti membangun usaha gula aren yang dinamai Gasebu, singkatan dari Gula Semut Bungbulang.
Ia sudah menekuni pengolahan gula aren sejak 2015, namun produknya kala itu masih dijual apa adanya tanpa identitas merek.
Ia menyadari kualitas produk yang baik ternyata belum cukup untuk membuat Gasebu dikenal luas.
Susanti mengaku tantangan terbesarnya adalah keterbatasan modal usaha yang belum maksimal, ditambah minimnya akses promosi dan pencatatan usaha yang masih sederhana.
Titik balik usahanya datang ketika Susanti bergabung sebagai Nasabah PNM Mekaar dengan pinjaman awal sebesar 4 juta rupiah.
Modal itu ia putar untuk membeli hasil produksi para petani aren di sekitar Bungbulang yang kemudian ikut ia ajak bergabung menjadi bagian dari kelompok usaha binaannya.
Lewat program pemberdayaan diusung PNM, ia mendapat pendampingan mulai dari pembuatan kemasan produk yang menarik hingga strategi pemasaran digital, termasuk dorongan untuk merambah penjualan daring dan live shopping.
KIni benar-benar suatu wadah yang sangat luar biasa. Saya pun merasa diapresiasi banget," ujar Susanti, Selasa (8/9/2026).
"Mudah-mudahan nanti ada program-program lain yang bisa lebih mengembangkan usaha kita dan bisa berdampak lebih luas lagi untuk masyarakat banyak melalui PNM," sambungnya.
Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero), Kindaris meyakini perlu pendekatan khusus untuk membuat usaha ultra mikro berkembang, diantaranya adalah dengan mengkombinasikan pembiayaan dan pemberdayaan.
“Untuk membuat usaha ultra mikro berkembang bukan hanya butuh modal uang tetapi juga dibukakan jalan untuk bisa naik kelas. Dibutuhkan dukungan yang lebih besar agar literasi dan kualitas usaha meningkat dibandingkan dengan skala usaha lainnya,” jelas Kindaris.(raa)
Load more