ISPA di Pandeglang Tembus 2.107 Kasus, Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Sorotan
- Antara
Eni menyarankan masyarakat menggunakan masker jika harus keluar dari rumah. Penggunaan masker menjadi salah satu upaya untuk mengurangi paparan abu yang masuk melalui saluran pernapasan.
Abu Vulkanik Bukan Satu-satunya Penyebab
Meski peningkatan kasus ISPA terjadi bersamaan dengan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Eni menjelaskan bahwa ISPA tidak hanya disebabkan oleh paparan abu vulkanik.
Menurutnya, kualitas udara yang buruk juga dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tingginya jumlah penderita ISPA di masyarakat.
Selain pencemaran udara, ISPA juga dapat disebabkan oleh virus. Karena itu, keberadaan kasus ISPA di tengah masyarakat tidak seluruhnya dapat dikaitkan dengan paparan abu vulkanik.
"Karena pencemaran udara bisa, karena virus bisa, dan ISPA penyakit 10 terbesar di puskesmas, orang yang batuk-pilek hampir banyak, itu bukan penyakit yang gawat," ujar Eni.
Hujan Abu Vulkanik Masih Terjadi
Eni mengatakan hujan abu vulkanik hingga Rabu (9/9/2026) masih terjadi di wilayah Pandeglang. Namun, intensitasnya disebut sudah mengalami penurunan dibandingkan kondisi pada akhir pekan sebelumnya.
Dinkes Pandeglang tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat, terutama karena paparan abu vulkanik dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan.
Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan abu. Imbauan tersebut terutama perlu diperhatikan oleh kelompok yang lebih rentan, termasuk anak-anak dan lansia.
Di sisi lain, pendataan kasus ISPA akan kembali dilakukan pada pekan depan. Hasil pendataan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran terbaru mengenai jumlah warga yang mengalami ISPA setelah terjadinya hujan abu vulkanik di wilayah Pandeglang.
Sementara itu, ISPA sendiri termasuk salah satu penyakit yang banyak ditemukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Menurut Eni, keluhan seperti batuk dan pilek cukup banyak ditemui di puskesmas dan ISPA masuk dalam 10 besar penyakit yang diderita masyarakat.
Dinkes Pandeglang masih memantau perkembangan kasus seiring kondisi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang telah menyebar ke wilayah tersebut.
Load more