News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

ISPA di Pandeglang Tembus 2.107 Kasus, Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Sorotan

Dinkes Pandeglang mencatat 2.107 kasus ISPA setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar. Anak-anak menjadi kelompok paling banyak terdampak.
Rabu, 9 September 2026 - 17:30 WIB
Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sumber :
  • Antara

Eni menyarankan masyarakat menggunakan masker jika harus keluar dari rumah. Penggunaan masker menjadi salah satu upaya untuk mengurangi paparan abu yang masuk melalui saluran pernapasan.

Abu Vulkanik Bukan Satu-satunya Penyebab

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski peningkatan kasus ISPA terjadi bersamaan dengan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Eni menjelaskan bahwa ISPA tidak hanya disebabkan oleh paparan abu vulkanik.

Menurutnya, kualitas udara yang buruk juga dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tingginya jumlah penderita ISPA di masyarakat.

Selain pencemaran udara, ISPA juga dapat disebabkan oleh virus. Karena itu, keberadaan kasus ISPA di tengah masyarakat tidak seluruhnya dapat dikaitkan dengan paparan abu vulkanik.

"Karena pencemaran udara bisa, karena virus bisa, dan ISPA penyakit 10 terbesar di puskesmas, orang yang batuk-pilek hampir banyak, itu bukan penyakit yang gawat," ujar Eni.

Hujan Abu Vulkanik Masih Terjadi

Eni mengatakan hujan abu vulkanik hingga Rabu (9/9/2026) masih terjadi di wilayah Pandeglang. Namun, intensitasnya disebut sudah mengalami penurunan dibandingkan kondisi pada akhir pekan sebelumnya.

Dinkes Pandeglang tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat, terutama karena paparan abu vulkanik dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan.

Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan abu. Imbauan tersebut terutama perlu diperhatikan oleh kelompok yang lebih rentan, termasuk anak-anak dan lansia.

Di sisi lain, pendataan kasus ISPA akan kembali dilakukan pada pekan depan. Hasil pendataan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran terbaru mengenai jumlah warga yang mengalami ISPA setelah terjadinya hujan abu vulkanik di wilayah Pandeglang.

Sementara itu, ISPA sendiri termasuk salah satu penyakit yang banyak ditemukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Menurut Eni, keluhan seperti batuk dan pilek cukup banyak ditemui di puskesmas dan ISPA masuk dalam 10 besar penyakit yang diderita masyarakat.

Dinkes Pandeglang masih memantau perkembangan kasus seiring kondisi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang telah menyebar ke wilayah tersebut.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR Imbau Jurnalis Utamakan Keselamatan Saat Liput Bencana

DPR Imbau Jurnalis Utamakan Keselamatan Saat Liput Bencana

Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa mengimbau para jurnalis mengutamakan faktor keselamatan saat melakukan peliputan di wilayah yang terdampak bencana.
Terkendala Syarat Kerja karena Tato? Baznas Jabar dan Ponpes Attamur Gelar Layanan Hapus Tato Gratis

Terkendala Syarat Kerja karena Tato? Baznas Jabar dan Ponpes Attamur Gelar Layanan Hapus Tato Gratis

Sebagai langkah nyata untuk membantu masyarakat di kawasan Bandung Raya, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggandeng Pondok Pesantren Anak Jalanan Attamur mengadakan layanan penghapusan tato tanpa biaya.
KPK Periksa Kepala Bulog Jateng soal Dugaan Korupsi Bansos Beras 2020

KPK Periksa Kepala Bulog Jateng soal Dugaan Korupsi Bansos Beras 2020

KPK memeriksa Kepala Bulog Kanwil Jateng Sri Muniati sebagai saksi kasus dugaan korupsi penyaluran bansos beras Kemensos 2020.
Rekening Massal BRI untuk Warga Segera Dibuka, Rosan: Aceh Pakai BSI

Rekening Massal BRI untuk Warga Segera Dibuka, Rosan: Aceh Pakai BSI

Rosan mengungkap koordinasi antarmanajemen BRI dan BSI telah dilakukan agar rekening massal tersebut dapat segera dibuka dan menjangkau masyarakat secara luas.
Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Tim tvOnenews.com mencoba menghubungi kakak sulung Fajar Sahrudin, Deni, untuk mengonfirmasi hal tersebut. Deni mengatakan, bahwa adiknya telah meninggal dunia.
Mengenal Amar Brkic, Wonderkid Timnas Indonesia Jebolan Akademi Jerman, Selangkah Lagi Gabung Persib Bandung?

Mengenal Amar Brkic, Wonderkid Timnas Indonesia Jebolan Akademi Jerman, Selangkah Lagi Gabung Persib Bandung?

Persib tengah dikaitkan dengan pemain muda Timnas Indonesia, Amar Brkic. Berikut profil eks pemain Liga Jerman yang disebut selangkah lagi gabung Maung Bandung.

Trending

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jauh sebelum kematiannya karena bunuh diri, ternyata jejak digital Fajar Sahrudin pada Juni 2025 menunjukkan bahwa dirinya pernah berniat lakukan hal serupa.
Sebelum Akhiri Hidup di GBK, Fajar Sahrudin Tinggalkan Pesan untuk Sang Kakak

Sebelum Akhiri Hidup di GBK, Fajar Sahrudin Tinggalkan Pesan untuk Sang Kakak

Pesan terakhir Fajar Sahrudin untuk sang kakak menjadi sorotan setelah dirinya ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Pesan itu.
Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Pesan Mendalam Fajar Sahrudin Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia, Sosok Dermawan dan Sayang Binatang

Media sosial dihebohkan dengan kabar meninggalnya, seorang pria bernama Fajar Sahrudin. Sosok yang dikenal dermawan dan suka berdonasi.
Selengkapnya

Viral