News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pesan Ibas di Momentum 25 Tahun Demokrat: Kita Harus Dekat dengan Rakyat dan Kerja Lebih Konkret

Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menyerukan seluruh kader Partai Demokrat untuk memperkuat konsolidasi, memperluas kedekatan dengan rakyat, serta bekerja lebih konkret dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Jumat, 11 September 2026 - 10:31 WIB
Momentum 25 Tahun Demokrat
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com — Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menyerukan seluruh kader Partai Demokrat untuk memperkuat konsolidasi, memperluas kedekatan dengan rakyat, serta bekerja lebih konkret dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Nasional (Bimtek) Partai Demokrat, yang diikuti jajaran pimpinan dan kader Partai Demokrat dari DPR RI serta DPRD provinsi dan kabupaten/kota dari berbagai penjuru Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ibas menegaskan bahwa perjalanan Partai Demokrat selama 25 tahun merupakan perjalanan yang penuh dinamika dengan partai pernah berada pada posisi politik yang sangat kuat, tetapi juga pernah mengalami masa penurunan.

Menurutnya, pengalaman tersebut harus menjadi pembelajaran sekaligus energi untuk membangkitkan kembali kekuatan Partai Demokrat.

“Partai ini ada ups and downs. Itu adalah bagian dari perjuangan. Hari ini jangan sampai rasa cinta kepada partai hanya menjadi pengorbanan dan penderitaan. Kita ingin rasa cinta itu menjadi bagian dari kemenangan Partai Demokrat," ujar Ibas dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

Ia mengajak seluruh kader untuk tidak larut dalam nostalgia kejayaan masa lalu, tetapi menjadikannya sebagai modal untuk membangun kekuatan baru.

Wakil Ketua MPR RI juga menekankan bahwa ukuran keberhasilan kader Partai Demokrat bukan sekadar jumlah kursi yang diperoleh di parlemen.

Lebih dari itu, keberadaan kader di DPR RI maupun DPRD harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita ingin menjalankan tugas sebagai anggota parlemen yang dekat dengan rakyat. Dekat itu bukan hanya sekadar kita hadir, tetapi bagaimana kita mendengar dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan rakyat," terangnya.

Karena itu, Edhie Baskoro meminta para anggota legislatif Partai Demokrat di seluruh tingkatan untuk pulang ke daerah masing-masing dengan membawa semangat memperbesar partai sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat.

Ia juga mendorong seluruh kader untuk mengajak sebanyak mungkin masyarakat menjadi bagian dari perjuangan Partai Demokrat.

"Semangat kedekatan dengan rakyat tersebut juga sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang menegaskan tiga agenda perjuangan Demokrat yang harus menjadi pedoman kader dari pusat hingga daerah, yakni memajukan ekonomi, menegakkan keadilan, dan menjaga demokrasi. Ketiga agenda tersebut menjadi arah perjuangan Demokrat dalam memastikan politik tetap bermuara pada kepentingan rakyat," jelas dia.

Selain itu, Wakil Ketua MPR RI menegaskan bahwa Partai Demokrat harus menjalankan politik yang konstruktif dalam menyikapi pemerintahan.

Menurutnya, Partai Demokrat harus mendukung setiap kebijakan pemerintah yang baik dan memberikan manfaat bagi rakyat.

Namun, jika terdapat kebijakan yang tidak tepat atau berpotensi merugikan masyarakat, Partai Demokrat harus berani memberikan kritik dan koreksi.

“Kita dukung pemerintah jika kebijakan dan programnya baik. Kalau tidak baik, kita kritisi, kita protes. Karena sejatinya itu adalah laksana obat," tegas Ibas.

Sebab, kritik yang konstruktif merupakan bagian dari tanggung jawab partai politik dalam menjaga kualitas pemerintahan dan demokrasi.

"Membiarkan program yang keliru tanpa koreksi, katanya, justru dapat menyebabkan masyarakat menjadi pihak yang dirugikan," ungkapnya.

Dalam forum Bimtek tersebut, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI juga mendorong adanya mekanisme yang lebih efektif untuk menghimpun dan mengolah aspirasi masyarakat.

Ia mencontohkan banyaknya aspirasi yang masuk melalui kegiatan-kegiatan partai. Jika seluruh aspirasi dihimpun tanpa mekanisme pengolahan yang baik, jumlahnya dapat mencapai ribuan hingga puluhan ribu halaman.

Karena itu, diperlukan strategi untuk mengamplifikasi aspirasi tersebut agar dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan program yang konkret.

“Kita realistis, tetapi kita juga harus punya teknik dan cara untuk bisa mengamplifikasi aspirasi rakyat," beber Ibas.

Ia bahkan mendorong adanya forum listening session yang melibatkan anggota DPR RI dan kader-kader legislatif untuk mendengarkan secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah.

Menurutnya, persoalan rakyat sangat beragam, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pendapatan dan ekonomi.

Kader Demokrat yang berada di parlemen harus mampu menjadi penghubung antara kebutuhan masyarakat dengan proses kebijakan di tingkat nasional maupun daerah.

Dalam forum tersebut, kader Demokrat dari berbagai penjuru negeri turut hadir membawa semangat dan aspirasi dari daerah masing-masing.

Mulai dari wilayah timur, tengah, hingga barat Indonesia, para kader menyampaikan aspirasi dan harapan agar konsolidasi antara kader di daerah dan pusat terus diperkuat.

Aspirasi yang disampaikan antara lain berkaitan dengan kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Aspirasi tersebut diharapkan dapat terus tersampaikan kepada pemerintah pusat dan dikawal melalui kerja-kerja politik serta kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam sesi interaktif tersebut, Ibas didampingi sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, antara lain Lokot Nasution, Marwan Cik Asan, Rizki Natakusumah, Caellica Nurrachadiana, dan Sabam Sinaga.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Masalah Keamanan, Duel Timnas Indonesia Kontra Yordania Berpotensi Dipindah ke Turki

Masalah Keamanan, Duel Timnas Indonesia Kontra Yordania Berpotensi Dipindah ke Turki

Media Timur Tengah turut mengulas kemungkinan bahwa pertandingan Timnas Indonesia melawan Yordania akan dipindah ke Turki. Sebelumnya, laga ini harusnya dilaksanakan di Amman, Yordania.
PNM Hadir Jaga Harapan Masyarakat saat Air Bersih Tak Lagi Mudah Didapat

PNM Hadir Jaga Harapan Masyarakat saat Air Bersih Tak Lagi Mudah Didapat

Melalui PNM Peduli, perusahaan menghadirkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, sekaligus mendukung penyediaan sarana air bersih dan sanitasi di sejumlah wilayah.
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Ratusan Pebulutangkis Muda dari Berbagai Negara Ramaikan Ajang MilkLife Superliga Junior 2026 Sepanjang Pekan Ini

Ratusan Pebulutangkis Muda dari Berbagai Negara Ramaikan Ajang MilkLife Superliga Junior 2026 Sepanjang Pekan Ini

Turnamen bulutangkis junior beregu MilkLife Superliga Junior 2026 yang diselenggarakan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation kembali berlangsung pada pekan ini.
Kabar Duka, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku Gindo Ginting Meninggal Dunia

Kabar Duka, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku Gindo Ginting Meninggal Dunia

Kabar duka, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku Gindo Ginting meninggal dunia. Dilansir dari berbagai sumber, Gindo pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh.
Menakar Standar Keselamatan dan Kemewahan Berkelas Kenegaraan Hongqi E-HS9

Menakar Standar Keselamatan dan Kemewahan Berkelas Kenegaraan Hongqi E-HS9

Berbekal rating lima bintang Euro NCAP 2025, Hongqi E-HS9 mengintegrasikan struktur bodi berkekuatan ekstra, teknologi bantu pengemudi, dan sistem pengaman baterai tingkat tinggi.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Di bawah asuhan David Nascimento, Timnas Indonesia U-17 mencatatkan statistik mentereng jelang kompetisi penentuan menuju level Asia. 
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Presiden FAM Sebut Tujuh Pemain Keturunan Ilegal yang Selesaikan Sanksi FIFA Adalah Rakyat Malaysia

Presiden FAM Sebut Tujuh Pemain Keturunan Ilegal yang Selesaikan Sanksi FIFA Adalah Rakyat Malaysia

Presiden FAM yang juga CEO Liga Malaysia (MFL) ini memastikan para pemain tersebut tetap berstatus sebagai rakyat Malaysia setelah masa sanksi mereka resmi berakhir pada 1 November 2026 lalu.
Selengkapnya

Viral