Baru 2 Bulan Jadi CPNS, Wili Mbuik Sempat Bagikan Momen Kelulusan Sebelum Ditembak KKB hingga Tewas
- TikTok @wilimbuik
Jakarta, tvOnenews.com - Kabar tewasnya Wili Mbuik, calon pegawai negeri sipil (CPNS) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, menjadi perhatian masyarakat.
Wili meninggal setelah ditembak dalam serangan yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026).
Kepergian Wili menjadi duka mendalam bagi keluarga. Pasalnya, perempuan tersebut baru sekitar dua bulan berstatus sebagai CPNS Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.
Perjalanan Wili hingga berhasil menjadi CPNS sebelumnya sempat ia bagikan melalui akun TikTok miliknya, @wilimbuik. Dalam unggahan pada 4 Agustus 2026, Wili mengungkapkan rasa syukur setelah perjuangannya membuahkan hasil.
Ia juga menyampaikan pesan bahwa proses untuk mencapai sesuatu membutuhkan waktu, tetapi perjuangan tersebut pada akhirnya dapat menghasilkan sesuatu yang baik.
"Tidak ada perjuangan yang sia-sia. Percayalah waktunya lama tapi hasilnya selalu indah," tulis Wili dalam keterangan video tersebut.
Dalam sejumlah unggahan, Wili turut menunjukkan tangkapan layar pengumuman yang menyatakan dirinya berhasil melewati beberapa tahapan seleksi CPNS. Tahapan itu meliputi seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar (SKD), hingga seleksi kompetensi bidang (SKB).
Wili juga pernah mengunggah foto dirinya mengenakan kemeja putih dan rok hitam. Dalam foto tersebut, ia tampak memegang amplop cokelat yang diduga berisi surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai CPNS.
Foto itu diambil dengan latar gedung Kantor Bupati Jayawijaya.
"110 soal untuk 100 menit. 100 menit untuk seumur hidup," demikian tulisan dalam video yang diunggah Wili.
Perjuangan Wili hingga Lolos CPNS
Paman Wili, Johanis Baba, sebelumnya mengungkapkan perjalanan keponakannya hingga berhasil menjadi CPNS.
Johanis mengatakan Wili menempuh pendidikan di bangku kuliah selama kurang lebih empat tahun. Setelah menyelesaikan pendidikan, Wili berangkat ke Papua untuk menyusul kakaknya yang bekerja sebagai guru dalam program Indonesia Pintar.
Sesampainya di Papua, Wili mengikuti seleksi CPNS pada 2025. Ia kemudian dinyatakan lolos seleksi dan baru memperoleh SK pengangkatan pada Juli 2026.
"Jadi beliau ketika kuliah di sini kurang lebih empat tahun. Setelah menamatkan kuliah, almarhum mengikuti kakaknya ke Papua untuk membantu kakaknya, seorang guru program Indonesia Pintar. Sampai di sana dia mengikuti tes CPNS di sana sehingga dia dinyatakan lulus baru dapatkan SK bulan tujuh kemarin," kata Johanis, dikutip dari tayangan YouTube, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Johanis, Wili juga baru menerima gaji setelah resmi berstatus sebagai CPNS.
"Dia baru menerima gaji selama dua bulan," ujarnya.
Jenazah Wili Dibawa ke Rote Ndao
Jenazah Wili telah tiba di Bandara El Tari, Kupang, pada Sabtu pagi. Dari bandara, jenazah kemudian dibawa menuju Rote menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Bolok.
Jenazah Wili dijadwalkan dimakamkan secara resmi oleh keluarga di Rote Ndao pada Minggu (13/9/2026).
Load more