Jurnalis Sultra Doa Bersama untuk Pewarta Foto yang Hilang di Selat Sunda
- ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra
Jakarta, tvOnenews.com - Jurnalis se-Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar doa bersama untuk para pewarta foto yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Pandeglang, Banten.
Doa bersama dipanjatkan para jurnalis sebagai bentuk solidaritas agar para pewarta foto yang hilang bisa ditemukan dengan selamat.
Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari Nursadah mengatakan bahwa doa bersama ini juga untuk memberikan penguatan kepada keluarga para jurnalis yang masih menunggu kabar dari tim pencarian.
"Tentu kami berharap lima kawan kita itu bisa ditemukan dengan selamat dan kalaupun tidak, kita menerima bisa mengetahui titik keberadaannya," ujarnya di Kendari pada Sabtu (12/9/2026) malam.
- Julio Tri Saputra/tvOnenews
Nursadah menginginkan para tim pencarian yang bertugas tetap berjuang mencari keberadaan para pewarta.
Ia juga berharap para jurnalis di Sultra agar tetap mematuhi standar operasional prosedur (SOP) sebelum ke lapangan mencari berita atau liputan berisiko seperti bencana alam.
Nursadah menyadari profesi jurnalis memang sering kali melaksanakan liputan berisiko, namun diharapkan para pewarta tidak mengabaikan keselamatan di lapangan demi menyampaikan informasi publik.
"Ini sesuai jargon kita di wartawan dan jurnalis bahwa tidak ada berita seharga nyawa," ucapnya.
AJI sendiri terus mendorong semua pihak, baik dari perusahaan media maupun organisasi profesi jurnalis, agar menyediakan pelatihan untuk wartawan yang biasa mencari berita ke lokasi bencana.
Tentunya melalui pelatihan itu, kejadian yang dialami lima jurnalis foto ketika meliput ke lokasi bencana tidak terulang lagi di kemudian hari.
Sementara itu, Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Sultra Zabur Karuru menyampaikan bahwa musibah yang menimpa lima jurnalis foto tentu bukan hal yang diinginkan setiap wartawan ketika mencari berita.
"Di antara berbagai profesi jurnalistik, ada satu sosok yang bekerja tanpa banyak kata namun bicara lewat setiap bidikan lensanya, yaitu pewarta foto. Ia hadir di garis depan peristiwa, kadang lebih dulu sampai daripada tim liputan lainnya, karena tugasnya menuntut satu hal yang tidak bisa diwakilkan momen yang tepat, yang hanya bisa direkam jika ia berada di sana, pada detik yang tepat pula," ujar Zabur.
Load more