Polda Metro Ungkap Skema Massa Bayaran di Kerusuhan Pejompongan, Ada yang Dibayar Rp70 Ribu
- tvOnenews.com/Adinda Ratna Safira
Polisi masih mendalami pihak lain yang diduga terlibat dalam rantai pendanaan tersebut, termasuk badan hukum dan individu yang disebut melakukan pemesanan massa.
Klaster Kedua Diduga Libatkan Mahasiswa
Pada klaster kedua, polisi mendapati dugaan pengerahan massa yang melibatkan korlap berinisial ER. Iman menyebut ER merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jakarta.
ER diduga menerima pesanan pengerahan massa dari sebuah badan hukum. Ia kemudian diminta menghadirkan massa dengan imbalan Rp70.000 untuk setiap orang
Namun, polisi belum mengungkap identitas badan hukum yang dimaksud karena penyidikan masih berjalan.
"Badan hukum apa atau siapa, kalau itu saya tidak sampaikan pada kesempatan ini karena ini masuk pada substansi penyelidikan. Pastinya domisilinya ya sekitar Jakarta, dia yang mendanai," ujar Iman.
Klaster Ketiga Kerahkan Anak di Bawah Umur
Klaster ketiga berkaitan dengan dugaan pengerahan anak di bawah umur. Dalam pola ini, dana disebut mengalir dari sosok berinisial BG kepada NR dan kemudian diteruskan kepada FR.
Korlap berinisial FR alias PD diduga bertugas mengumpulkan anak-anak untuk mengikuti aksi.
"Korlap FR alias PD bertugas memobilisasi anak-anak di bawah umur yang kemudian berpotensi menjadi anak berhadapan dengan hukum ketika terlibat dalam kerusuhan," ujar Iman.
Direktur Reserse PPA dan TPPO Polda Metro Jaya Kombes Pol Rita Wulandari menyebut anak-anak sengaja menjadi sasaran perekrutan karena dinilai lebih rentan secara psikologis dan mudah dipengaruhi.
"Mungkin bagi kita dengan nilai Rp 35.000, Rp 40.000, Rp 50.000 itu kecil, tapi ternyata itu sangat membuat anak-anak ini mudah sekali mengikuti kehendak daripada perekrut. Dan intinya anak-anak ini bukan dari nilai uangnya ya, di situlah ada satu hal yang dimaknai oleh anak-anak ini kebersamaan," tutur Rita.
Dalam klaster tersebut, polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka yang diduga berperan sebagai operator pengerahan massa anak.
Polisi Buru Aktor Intelektual
Polda Metro Jaya memastikan penyidikan tidak berhenti pada pihak yang berada di lapangan. Polisi masih memburu pihak yang diduga menjadi aktor intelektual sekaligus penyandang dana pengerahan massa dalam kerusuhan Pejompongan.
Load more