Ketum LMND: Langkah Prabowo Tepat Dan Strategis, Indonesia Aktif di BRICS
- ist
Namun, Isnain mengingatkan agar kerja sama internasional tidak justru menciptakan bentuk ketergantungan baru.
āKita tidak boleh hanya berpindah dari satu ketergantungan ke ketergantungan yang lain. Indonesia harus menjadi subjek yang menentukan arah kerja sama, bukan sekadar menjadi pasar, pemasok bahan mentah, atau tempat investasi tanpa nilai tambah yang berarti bagi rakyat,ā ungkap Isnain.
Menurutnya, keanggotaan Indonesia di BRICS harus diterjemahkan ke dalam kebijakan ekonomi yang memperkuat struktur produksi nasional. Sumber daya alam harus diolah di dalam negeri, industri nasional harus diperkuat, penguasaan teknologi harus ditingkatkan, dan seluruh proses tersebut harus memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi rakyat.
Dengan demikian, ukuran keberhasilan Indonesia di BRICS bukan sekadar seberapa aktif Indonesia hadir dalam forum internasional. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa besar posisi strategis tersebut mampu meningkatkan kemandirian ekonomi, memperkuat kedaulatan nasional, membuka lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat.
āPresiden sudah mengatakan kita tidak suka didikte. Maka prinsip itu harus kita pegang dalam seluruh hubungan internasional. Indonesia boleh bekerja sama dengan siapa saja, tetapi jangan sampai kepentingan bangsa ditentukan oleh pihak lain,ā tegasnya.
Dalam konteks tersebut, Isnain melihat setidaknya ada tiga pesan strategis Presiden Prabowo yang harus menjadi orientasi Indonesia dalam memperkuat peran di BRICS dan membangun hubungan dengan negara-negara Global South.
Pertama, kemandirian dan ketahanan nasional.
Indonesia harus memperkuat fondasi ekonomi, pangan, energi, industri, teknologi, dan pertahanan agar memiliki daya tahan menghadapi berbagai gejolak global. Kemandirian menjadi syarat penting agar Indonesia memiliki kebebasan dalam menentukan arah kebijakan nasional.
Kedua, memperkuat persatuan negara-negara Global South. Indonesia harus menggunakan ruang kerja sama seperti BRICS untuk memperjuangkan tatanan global yang lebih adil, kesetaraan antarnegara, serta suara yang lebih kuat bagi negara-negara berkembang.
Indonesia harus mengambil posisi sebagai bagian dari kekuatan Global South yang aktif memperjuangkan kepentingan bersama, bukan sekadar menjadi penonton dalam perubahan tatanan dunia.
Load more