Pencarian Rombongan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda hingga ke Samudra Hindia
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Operasi pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus diperluas.
Berdasarkan perhitungan dinamika dan pergeseran arus laut, Tim SAR Gabungan kini memperlebar jangkauan penyisiran hingga menembus perairan Samudra Hindia untuk menemukan lima jurnalis dan tiga warga setempat.
"Hari ke-6 hari ke-7 sebenarnya kita sudah masuk di samudra Hindia, kita berdasarkan dengan pengamatan pergeseran arus. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan tim dalam menentukan area pencarian berikutnya," ujar Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad di Pandeglang, Banten, Senin (14/9).
Amrad memaparkan bahwa pemetaan zona operasi berikutnya disusun dari hasil evaluasi pergerakan tim selama sepekan, yang dipadukan dengan analisis data hidrografi dan arah arus air laut.
Penyisiran tetap mengandalkan armada kapal di laut serta pemantauan dari udara, kendati pelaksanaannya sangat bergantung pada faktor cuaca yang berkembang di lapangan.
Kondisi alam menjadi tantangan besar bagi tim penyelamat sejak awal operasi. Pada dua hari pertama pencarian, aktivitas vulkanik di sekitar Gunung Anak Krakatau dinilai belum cukup aman untuk didekati.
Rintangan berlanjut pada hari ketiga hingga keenam akibat kabut tebal yang menyelimuti perairan dan membatasi jarak pandang.
"Pada hari kelima, helikopter masih dapat melakukan pencarian namun dengan jarak pandang sekitar 1,5 kilometer pada ketinggian 500 kaki. Namun, pada hari keenam, helikopter yang telah disiapkan tidak dapat diterbangkan karena kondisi kabut," paparnya.
Mengenai pengerahan personel selam, Amrad menyebutkan tindakan tersebut belum dimungkinkan karena posisi pasti dari kapal cepat maupun para korban belum berhasil terdeteksi.
"Kalau untuk metode penyelaman karena titik korban belum kita temukan, belum bisa kita pastikan untuk penyelaman. Namun tim kami tetap siap sampai dengan hal tersebut," ucapnya.
Sebelumnya, rombongan ini dilaporkan bertolak menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Pandeglang, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.
Lima di antaranya berprofesi sebagai pewarta, yakni M. Bagus Khoirunnas (ANTARA), Ari Basuki (Merdeka), Yudhistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu), serta jurnalis lepas Donal Husni. Tiga penumpang lainnya adalah Warta yang bertindak sebagai nakhoda, Surakman selaku anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto selaku pemandu perjalanan.
Load more