Kronologi Lengkap Viralnya Kepulan Asap dalam KRL Bikin Panik Penumpang, KAI Commuter Pastikan Kondisi Terkendali
- tvOnenews.com - Julio Tri Saputra
Jakarta, tvOnenews.com- Satu peristiwa tidak terduga terjadi pada pagi Kamis, 17 September 2026. Muncul kepulan asap dari dalam transportasi umum, Commuter Line atau biasa disebut KRL.
Kejadian ini diketahui, setelah adanya satu video yang viral di media sosial. Video yang memperlihatkan situasi kepanikan dari penumpang KRL.
- commuterline.id
Sehubungan dengan ini, tvOnenews.com mencoba menguraikan, seperti apa kronologi lengkap viralnya kepulan asap di KRL.
Berdasarkan informasi dari media sosial, kejadian ini terjadi pada hari ini (17/9) di Stasiun Rawa Buntu. KRL yang hendak berangkat tiba-tiba harus membuka pintu karena sensor air aktif dan adanya kepanikan dari dalam rangkaian.
Tak diduga hingga memicu beberapa lampu di dalam gerbong sempat mati, dan sensor air kereta sempat aktif akibat asap tersebut dan pintu kereta terbuka.
- dok.kolase tvOnenews.com/ medsos @infotangerangid
Sementara berdasarkan informasi yang diberikan dari pihak KAI Commuter, kalau kejadian kepulan asap ini muncul karena bersumber dari gadget atau Handphone penumpang.
Diketahuinya, setelah petugas melakukan pengecekan, adanya gadget milik salah seorang penumpang KRL terbakar di dalam rangkaian Commuter Line 1641 relasi Rangkasbitung–Tanah Abang pada Kamis (17/9) pukul 06.49 WIB.
Peristiwa ini terjadi saat Commuter Line berada di Stasiun Rawa Buntu, tepatnya di Kereta Khusus Wanita bagian depan rangkaian.
Kemudian, Petugas Keamanan yang sedang berdinas di peron melihat adanya tas penumpang yang mengeluarkan asap. Pengguna tersebut kemudian melemparkan tasnya ke area peron.
Setelah diamankan petugas sesuai prosedur, ditemukan dua unit handphone dalam kondisi terbakar di dalam tas milik pengguna Commuter Line tersebut.
"Petugas membantu pengguna keluar dari dalam Commuter Line dan mengamankan tas berisikan gadget yang mengeluarkan asap. Petugas memberikan imbauan kepada penumpang tetap tenang dan tidak panik saat keluar dari rangkaian kereta,” ujar Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan kepada tvOnenews.com, Kamis (17/9).
Sehubungan dengan ini, petugas juga Petugas melakukan koordinasi dengan Kepala Stasiun, pengguna yang tasnya terindentifikasi mengeluarkan asap dari telpon genggamnya itu untuk dimintai keterangan.
Berdasarakan keterangan yang didapat bahwa salah satu perangkat ponselnya sedang digunakan sebagai hotspot.
Sementara kedua perangkat berada di dalam tas. KAI Commuter masih melakukan penanganan dan koordinasi terkait kejadian tersebut.
Atas kejadian ini, Commuter Line No.1641 relasi Rangkasbitung–Tanah Abang mengalami keterlambatan sekitar 7 menit.
Leza juga menyebut dipastikan kondisi rangkaian aman perjalanan Commuter Line No. 1641 kembali melanjutkan perjalanannya.
Dengan demikian, KAI Commuter mengingatkan kepada seluruh pengguna untuk selalu memperhatikan kondisi ponsel atau perangkat elektroniknya.
Terlebih yanh dibawa selama menggunakan Commuter Line. Sebab perangkat yang mengalami panas berlebih, memungkinkan akan mengeluarkan asap.
“Jika menemukan kondisi tidak normal selama perjalanan, jangan panik dan segera sampaikan kepada petugas. Respons cepat dari pengguna akan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan bersama,” ucap Leza.(klw)
Load more