News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KPK Buka Peluang Panggil Nusron Wahid, Aliran Uang dan Perintah Suap HGB Summarecon Dibongkar

KPK membuka peluang memanggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid sebagai saksi kasus suap HGB Summarecon Bogor untuk menelusuri aliran uang.
Kamis, 17 September 2026 - 15:05 WIB
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang memanggil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) Summarecon Bogor dan penerimaan lainnya di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pemanggilan Nusron Wahid masih bergantung pada kebutuhan penyidikan. Penyidik, kata dia, akan mempertimbangkan keterangan dan pengetahuan setiap pihak yang dinilai dibutuhkan untuk mengungkap perkara tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ya, nanti kita sama-sama tunggu perkembangan dari penyidikan perkara ini. Tentunya semuanya, semuanya dipertimbangkan ya oleh penyidik, dianalisis kebutuhan saksi-saksi yang memang keterangannya, pengetahuannya dibutuhkan untuk membantu proses penyidikan perkara ini," ujar Budi, Kamis (17/9/2026).

Peluang pemeriksaan terhadap Nusron muncul di tengah penyidik yang sedang menelusuri aliran uang serta alur perintah dalam perkara dugaan suap pengurusan HGB Summarecon Bogor.

KPK Telusuri Aliran Uang ke Orang Kepercayaan Nusron

KPK sebelumnya telah menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Empat di antaranya disebut sebagai orang kepercayaan Nusron Wahid dan telah ditahan.

Keempatnya yakni Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz atau Fahd A Rafiq, Erwin, serta Muhammad Fakhry.

Budi mengatakan penyidik saat ini mendalami apakah aliran uang dalam perkara tersebut berhenti pada pihak-pihak yang disebut sebagai perantara, representasi, ataupun orang kepercayaan, atau berlanjut kepada pihak lain.

Salah satu yang menjadi perhatian penyidik adalah aliran uang dari pihak swasta kepada Erwin dan Arif Sugianto yang berkaitan dengan pengurusan administrasi pertanahan.

Dalam perkara HGB Summarecon Bogor, Erwin diduga menerima uang sebesar Rp1,5 miliar dari Direktur Utama PT Summarecon Adrianto Pitojo Adhi. Uang tersebut diduga berkaitan dengan pembukaan blokir dan pemecahan HGB Summarecon.

KPK juga mengamankan uang dalam jumlah miliaran rupiah dari rumah Arif Sugianto. Uang tersebut diduga berkaitan dengan suap, penerimaan lain, atau gratifikasi di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Penyidik kemudian mendalami apakah uang tersebut hanya diterima oleh orang-orang kepercayaan Nusron atau turut mengalir kepada Nusron.

Penyidik Gunakan Metode Follow the Money

Budi menegaskan penyidik akan mengikuti aliran uang untuk mengetahui pihak-pihak yang menerima dana dalam rangkaian perkara tersebut.

"Dari fakta-fakta yang sudah didapatkan, dari alat bukti yang sudah diperoleh dalam rangkaian peristiwa tangkap tangan yang dalam penguasaan para pihak, ya, yang berperan sebagai layering, representasi, ataupun orang kepercayaan, apakah berhenti kepada orang-orang tersebut atau kemudian mengalir kepada pihak-pihak lain? Tentunya nanti akan dilakukan follow the money. Kita akan ikuti aliran uang itu ke mana saja," jelas Budi.

Dengan penelusuran tersebut, KPK juga akan melihat hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam pengurusan administrasi pertanahan dengan pejabat di lingkungan ATR/BPN.

KPK Dalami Alur Perintah Pengurusan HGB

Selain aliran uang, penyidik KPK juga tengah menelusuri alur perintah dalam proses pengurusan HGB Summarecon Bogor.

KPK menemukan fakta bahwa Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bogor, Sondang Coin Manurung, diduga akan membuka blokir dan memecahkan sertifikat HGB Summarecon Bogor apabila mendapatkan perintah dari atasannya.

"Kepala Kantah Bogor ini diduga sebelumnya menyatakan bahwa akan melakukan buka blokir terkait dengan lahan-lahan yang dikelola oleh PT Summarecon jika ada perintah dari atasan," ungkap Budi.

Menurut Budi, kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu dasar pihak Summarecon melakukan pendekatan kepada Erwin yang diketahui sebagai orang kepercayaan Nusron Wahid.

"Nah, itulah yang kemudian juga jadi basis mengapa PT Summarecon ini melakukan pendekatan kepada saudara ERW (Erwin) yang diketahui merupakan orang kepercayaan dari Pak Menteri," ujarnya.

KPK masih mendalami peran masing-masing pihak, termasuk hubungan dan keterkaitan di antara mereka dalam perkara tersebut.

Rangkaian Dugaan Penerimaan Uang

Dalam konstruksi perkara yang disampaikan KPK, Erwin disebut menjadi perantara penerimaan uang dari pihak Summarecon sebesar Rp1,5 miliar. Uang tersebut diduga diberikan sebagai fee untuk pembukaan blokir dan pemecahan sertifikat HGB Summarecon di Kabupaten Bogor.

Dari uang tersebut, Erwin kemudian diduga menyerahkan Rp200 juta kepada Sondang Coin Manurung selaku Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I.

KPK juga menduga terdapat pemberian uang pengurusan HGB atas tanah yang dikelola PT Bela Parahyangan sebesar Rp2,1 miliar kepada Erwin. Dari jumlah tersebut, Erwin diduga menyerahkan Rp1,8 miliar kepada Arif Sugianto yang juga disebut sebagai orang kepercayaan Nusron.

Selain itu, KPK menduga Lampri bersama Arif Sugianto menerima uang Rp8 miliar. Uang tersebut ditemukan dalam sembilan koper merah yang bertuliskan nama Lampri.

KPK juga menemukan setoran tunai Rp10 miliar pada 7 September 2026 berdasarkan mutasi rekening Arif Sugianto. Penyidik turut menduga adanya penerimaan lainnya yang berkaitan dengan urusan layanan pertanahan.

Delapan Orang Jadi Tersangka

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka.

Empat orang merupakan pihak yang disebut sebagai orang kepercayaan Nusron Wahid, yakni Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz atau Fahd A Rafiq, Erwin, dan Muhammad Fakhry.

Empat tersangka lainnya yakni Lampri selaku Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Sondang Coin Manurung selaku Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I, Adrianto Pitojo Adi selaku Direktur Utama Summarecon, serta Rizal Pahlevi dari pihak swasta.

KPK menduga Arif Sugianto berperan sebagai pengepul uang dari Erwin dan Muhammad Fakhry. Dana tersebut diduga berasal dari pengurusan layanan pertanahan di Kantah, Kanwil, hingga Kementerian ATR/BPN.

Sementara itu, Fahd El Fouz disebut sebagai pihak swasta yang diduga merupakan orang kepercayaan Nusron Wahid sekaligus diduga menjadi penampung uang yang dikumpulkan Arif Sugianto.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Berapa Uang Pensiun Purbaya Yudhi Sadewa? Setahun Jadi Menkeu, Segini Hitungannya

Berapa Uang Pensiun Purbaya Yudhi Sadewa? Setahun Jadi Menkeu, Segini Hitungannya

Purbaya Yudhi Sadewa hanya sekitar setahun menjabat Menteri Keuangan. Lantas, berapa estimasi uang pensiun yang bisa diterimanya berdasarkan aturan?
DPR Buka Suara soal Ambang Batas 5 Persen, RUU Pemilu Ternyata Masih Tahap Brainstorming

DPR Buka Suara soal Ambang Batas 5 Persen, RUU Pemilu Ternyata Masih Tahap Brainstorming

DPR menegaskan pembahasan RUU Pemilu masih tahap awal. Wacana parliamentary threshold 5 persen baru menjadi salah satu pandangan dalam diskusi.
Asian Games 2026: Balas Kekalahan di SEA Games, Timnas Basket Putri Indonesia Gasak Thailand di Laga Perdana

Asian Games 2026: Balas Kekalahan di SEA Games, Timnas Basket Putri Indonesia Gasak Thailand di Laga Perdana

Timnas Basket Putri Indonesia sukses meraih kemenangan perdananya di gelaran Asian Games 2026 Aichi-Nagoya usai menggasak Thailand.
Cinta Makin Hangat, 4 Shio Diprediksi Beruntung 18 September 2026

Cinta Makin Hangat, 4 Shio Diprediksi Beruntung 18 September 2026

Ramalan cinta shio 18 September 2026 membawa suasana berbeda. Empat shio ini beruntung dan berpeluang merasakan hubungan yang semakin hangat.
BNPB Klarifikasi Kematian 94 Pengungsi Gempa NTT: Mayoritas Lansia dengan Penyakit Kronis

BNPB Klarifikasi Kematian 94 Pengungsi Gempa NTT: Mayoritas Lansia dengan Penyakit Kronis

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meluruskan informasi mengenai 94 warga yang meninggal dunia selama berada di pengungsian pascagempa Nusa Tenggara Timur (NTT).
KPK Geledah Kantor ATR/BPN, Aktivitas Pegawai Tetap Normal hingga Sore Hari

KPK Geledah Kantor ATR/BPN, Aktivitas Pegawai Tetap Normal hingga Sore Hari

KPK menggeledah sejumlah ruangan di Kementerian ATR/BPN terkait dugaan suap HGB Summarecon. Aktivitas pegawai tetap berjalan normal.

Trending

Sudah Dikonfirmasi Kepolisian, Sopir Travel Korban KKB Ditemukan dalam Mobil yang Terbakar

Sudah Dikonfirmasi Kepolisian, Sopir Travel Korban KKB Ditemukan dalam Mobil yang Terbakar

Sehubungan kabar korban KKB ini, Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya bersama Satgas Damai Cartenz dan Satgas Habema melaksanakan olah tempat kejadian perkara.
Update Terbaru Kasus Wanita yang Ditendang Pria Tak Dikenal saat Antre Makanan di Mal Senayan City

Update Terbaru Kasus Wanita yang Ditendang Pria Tak Dikenal saat Antre Makanan di Mal Senayan City

Rekan korban memberikan informasi terbaru setelah viral rekaman CCTV seorang wanita ditendang pria tak diknela saat sedang antre makanan di Mal Senayan City.
Gol ke-100 Lionel Messi Antar Inter Miami Juara Campeones Cup, Trofi Pertama dalam Sejarah Klub

Gol ke-100 Lionel Messi Antar Inter Miami Juara Campeones Cup, Trofi Pertama dalam Sejarah Klub

Lionel Messi tampil gemilang saat Inter Miami menaklukkan Cruz Azul 2-0 di final Campeones Cup 2026. Messi mencetak gol ke-100 untuk Inter Miami dan assist.
Viral! Seorang Anak Titipkan Ibunya ke Griya Lansia, Siap Jika Tak Bertemu Orang Tuanya Lagi

Viral! Seorang Anak Titipkan Ibunya ke Griya Lansia, Siap Jika Tak Bertemu Orang Tuanya Lagi

Viral di media sosial momen seorang anak titipkan ibunya yang terbaring stroke ke Griya Lansia Malang. Ia bahkan rela tak bisa bertemu lagi dengan orang tuanya.
4 Zodiak Paling Beruntung Soal Karier Besok 18 September 2026: Aquarius Menonjol

4 Zodiak Paling Beruntung Soal Karier Besok 18 September 2026: Aquarius Menonjol

4 zodiak paling beruntung soal karier besok 18 September 2026. Capricorn, Aquarius, Scorpio, dan Aries punya peluang serta momentum kerja menarik.
Viral, Begini Kronologi Wanita Ditendang Pria saat Antre Baso A Fung di Food Court Senayan City

Viral, Begini Kronologi Wanita Ditendang Pria saat Antre Baso A Fung di Food Court Senayan City

Viral video wanita terlihat ditendang oleh seorang pria dari belakang saat antre Baso A Fung di Food Court Senayan City. Begini kronologi kejadiannya.
4 Zodiak Paling Beruntung Soal Cinta Besok 18 September 2026, Ada yang Makin Bucin!

4 Zodiak Paling Beruntung Soal Cinta Besok 18 September 2026, Ada yang Makin Bucin!

4 zodiak paling beruntung soal cinta besok 18 September 2026. Aries, Taurus, Cancer, dan Scorpio diprediksi punya momen asmara yang menarik.
Selengkapnya

Viral