News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nusron Wahid Tak Terlihat di DPR Saat KPK Geledah ATR/BPN, Ke Mana Sang Menteri Pergi?

Nusron Wahid tak hadir dalam dua agenda DPR saat KPK mengusut kasus suap HGB Summarecon dan menggeledah kantor ATR/BPN.
Kamis, 17 September 2026 - 16:00 WIB
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/8).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid belum terlihat menghadiri agenda publik di DPR selama dua hari berturut-turut, ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut kasus dugaan suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) Summarecon di Kabupaten Bogor.

Pada Kamis (17/9/2026), penyidik KPK bahkan menggeledah sejumlah ruangan di kantor Kementerian ATR/BPN. Salah satu ruangan yang diperiksa adalah ruang Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR/BPN, Lampri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penggeledahan dilakukan untuk mencari alat bukti tambahan setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada 14 September 2026.

Situasi tersebut berlangsung setelah KPK mengumumkan delapan tersangka dalam perkara suap HGB Summarecon. Kasus ini menyeret sejumlah pejabat ATR/BPN, pihak Summarecon, serta pihak swasta.

Dua Agenda DPR Dihadiri Wakil Menteri

Di tengah proses hukum tersebut, keberadaan Nusron Wahid menjadi perhatian setelah ia tidak hadir dalam dua agenda di DPR pada Selasa (15/9) dan Rabu (16/9).

Pada Selasa, Nusron tidak menghadiri rapat Komisi II DPR yang membahas pengelolaan aset pemerintah daerah dan badan usaha milik daerah (BUMD).

Sehari berikutnya, Nusron kembali tidak terlihat dalam rapat yang membahas penetapan dan penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) 2027.

Dalam kedua agenda tersebut, Nusron diwakili oleh Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan.

Ketidakhadiran Nusron kemudian memunculkan pertanyaan mengenai keberadaannya di tengah proses hukum yang sedang berlangsung di kementeriannya.

Ossy mengatakan ketidakhadiran Nusron berkaitan dengan agenda yang telah terjadwal sebelumnya. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci agenda yang dimaksud.

Ossy Tak Tahu Nusron Berada di Mana

Ossy juga mengaku tidak mengetahui apakah Nusron saat itu berada di Jakarta atau sedang berada di daerah lain.

Ia sekaligus membantah kabar mengenai kondisi kesehatan Nusron Wahid.

"Setiap hari kami terus berkomunikasi karena kan kementeriannya masih dipimpin oleh beliau," kata Ossy kepada wartawan.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi antara Nusron dan jajaran kementeriannya tetap berlangsung meski sang menteri tidak menghadiri dua agenda DPR secara langsung.

Namun, hingga proses penggeledahan KPK di kantor ATR/BPN berlangsung pada Kamis (17/9), tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai lokasi Nusron Wahid saat itu.

KPK Geledah Ruangan Dirjen ATR/BPN

Penggeledahan kantor Kementerian ATR/BPN menjadi bagian dari penyidikan kasus dugaan suap pengurusan HGB Summarecon di Kabupaten Bogor.

Salah satu ruangan yang digeledah adalah ruang kerja Lampri, Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang ATR/BPN.

Penggeledahan tersebut dilakukan sehari setelah KPK mengumumkan delapan tersangka dalam perkara tersebut. Dari rangkaian OTT, KPK juga menyita uang sekitar Rp106,3 miliar dalam berbagai mata uang.

Kasus tersebut tidak hanya menyeret pejabat di lingkungan ATR/BPN. KPK juga menetapkan pihak Summarecon dan pihak swasta sebagai tersangka.

Empat Orang Disebut Kepercayaan Nusron

Dari delapan tersangka yang diumumkan KPK, empat di antaranya disebut sebagai orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

Keempatnya adalah Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, Arif Sugiyanto, Erwin, dan Muhammad Fakhry.

Sementara itu, tersangka lainnya terdiri atas pejabat ATR/BPN, pihak Summarecon, dan pihak swasta.

Berikut daftar delapan tersangka dalam kasus dugaan suap HGB Summarecon:

  • Lampri — Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN.
  • Sontang Coin Manurung — Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor.
  • Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq — Politisi Partai Golkar.
  • Arif Sugiyanto — Mantan Bupati Kebumen.
  • Adrianto Pitojo Adhi — Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk.
  • Erwin — Pihak swasta dan orang kepercayaan Nusron Wahid.
  • Muhammad Fakhry — Pihak swasta dan orang kepercayaan Nusron Wahid.
  • Rizal Pahlevi — Pihak swasta.

KPK Masih Dalami Perkara

Di tengah penetapan delapan tersangka dan penggeledahan kantor ATR/BPN, KPK masih mendalami perkara yang cakupannya tidak hanya berkaitan dengan pengurusan HGB Summarecon.

Penyidik juga menelusuri dugaan aliran uang yang berasal dari sejumlah layanan pertanahan lainnya. Asal-usul, peruntukan, serta aliran dana masih menjadi bagian dari proses penyidikan.

Hingga saat ini, Nusron Wahid belum ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

KPK juga masih melakukan pendalaman terhadap rangkaian perkara, termasuk keterkaitan para pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka serta kemungkinan aliran dana dalam kasus dugaan suap dan penerimaan lainnya di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Dengan proses penyidikan yang masih berjalan, keberadaan dan agenda Nusron Wahid menjadi perhatian di tengah penggeledahan kantor kementeriannya serta pemeriksaan perkara yang melibatkan sejumlah pejabat dan pihak yang disebut memiliki hubungan dengannya.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kabar Duka, Prof. Yasir Nasution Mantan Rektor IAIN Sumatera Utara Meninggal Dunia

Kabar Duka, Prof. Yasir Nasution Mantan Rektor IAIN Sumatera Utara Meninggal Dunia

Prof. Dr. H.M. Yasir Nasution, mantan Rektor IAIN Sumatera Utara, meninggal dunia pada 2 November 2026.
Laporan ANW Naik Penyidikan, Begini Reaksi Pihak Betrand Peto

Laporan ANW Naik Penyidikan, Begini Reaksi Pihak Betrand Peto

Laporan ANW terhadap Betrand Peto naik ke tahap penyidikan. Kuasa hukum Timothy Reza menyambut baik perkembangan ini dan menyiapkan saksi meringankan
Gebrakan Rusia dan Ukraina: Lakukan Langkah Tak Terduga setelah Aplikasi Peringatan Darurat Kena Serangan Siber

Gebrakan Rusia dan Ukraina: Lakukan Langkah Tak Terduga setelah Aplikasi Peringatan Darurat Kena Serangan Siber

Rusia dan Ukraina sama-sama melaporkan adanya serangan siber menyasar aplikasi seluler peringatan darurat milik masing-masing negara pada Senin (2/11/2026).
Hafalkan Doa Rasulullah Ini Kata Ustaz Khalid Basalamah untuk Memohon Pertolongan Allah saat Kesulitan

Hafalkan Doa Rasulullah Ini Kata Ustaz Khalid Basalamah untuk Memohon Pertolongan Allah saat Kesulitan

Hafalkan doa Rasulullah ini kata Ustaz Khalid Basalamah, doa untuk memohon pertolongan Allah saat menghadapi kesulitan.
Jangan Sampai Ketinggalan Kereta, Berikut Jadwal KRL Rute Bogor-Jakarta Kota Hari Ini 3 November 2026

Jangan Sampai Ketinggalan Kereta, Berikut Jadwal KRL Rute Bogor-Jakarta Kota Hari Ini 3 November 2026

Pengguna KRL Red Line bisa mengecek jadwal KRL hari ini 3 November 2026 rute Bogor-Jakarta Kota agar tidak ketinggalan kereta. Melansir C-Access, berikut adalah jadwal KRL rute Bogor-Jakarta Kota hari ini.
Ibu Hamil Bisa Dapat Bansos PKH Rp3 Juta, Ini Syarat dan Cara Cek Penerimanya

Ibu Hamil Bisa Dapat Bansos PKH Rp3 Juta, Ini Syarat dan Cara Cek Penerimanya

Ibu hamil berpeluang menerima bansos PKH Rp750 ribu per tahap. Simak syarat, nominal bantuan, dan cara cek penerima menggunakan NIK KTP.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40) mengungkap suaminya baru mengakui mempunyai istri siri, Dini Hardiyanti (30) pada 10 Oktober 2026.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

Sebelum dihampiri OTK usai menyinggung Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Adi Hidayat, Herri Pras ternyata sudah beberapa kali disorot karena kontroversinya sejak 2023
Selengkapnya

Viral