Natalius Pigai Soroti Komentar Mahfud MD soal Pernyataan Prabowo: Pemain Media Sosial
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai membela Presiden Prabowo Subianto terkait pernyataannya mengenai sejumlah pakar yang disampaikan dalam pidato peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN).
Pigai menilai pernyataan Prabowo tidak ditujukan kepada seluruh pakar, akademisi, maupun cendekiawan di Indonesia.
Menurut dia, Presiden secara khusus sedang mengkritik pihak yang disebutnya sebagai kelompok "post-truth".
Hal tersebut disampaikan Pigai saat memberikan penjelasan di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2026).
"Jadi yang ini hanya post-truth aja yang Pak Prabowo bilang. Tidak semua ya. Post-truth ya, post-truth itu kan orang yang ramai-ramai membungkam kebenaran. Orang yang ramai-ramai mematikan kebenaran," tegas Pigai.
Bahkan dalam kesempatan tersebut, Pigai juga menyinggung mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD.
Pigai menilai Mahfud telah menafsirkan pernyataan Prabowo secara terlalu luas sehingga menimbulkan persepsi bahwa Presiden sedang menyerang seluruh kelompok pakar.
"Hanya memang para pelaku orang-orang tersebut menjeneralisir. Yang menjeneralisir siapa? Mereka yang menjeneralisir. Salah satu yang menjeneralisir siapa? Ya, Profesor Doktor Mahfud MD, yang menjeneralisir, seakan-akan mewakili seluruh pakar," sentilnya.
Pigai mengatakan dirinya memantau pernyataan Mahfud melalui tayangan video di media sosial. Ia kemudian menyoroti respons Mahfud terhadap ucapan Prabowo mengenai pakar.
"Pak Mahfud bilang, memang ada pakar yang bodoh, apa, goblok. Tapi Pak Mahfud kemudian bilang, Pak Mahfud sendiri juga bilang, memang ada presiden yang goblok, ada. Dia sendiri ngomong. Dia ini yang menjeneralisir, seakan-akan mewakili kelompok pakar," bebernya.
Meski demikian, Pigai tetap mengakui Mahfud sebagai akademisi dan tokoh yang memiliki pengaruh dalam ruang publik.
"Salah Pak Mahfud. Prof, ya saya kenallah, Prof hebatlah. Tapi Prof tidak boleh mempengaruhi para pakar yang lain, menjeneralisir. Prof kan pemain media sosial," pungkasnya.
Sebelumnya, Mahfud MD merespons pernyataan Presiden melalui kanal YouTube miliknya pada Selasa (22/9/2026).
Mahfud mengatakan bahwa memang ada profesor atau pakar yang tidak kompeten. Namun, ia juga membalas pernyataan Prabowo dengan mengatakan bahwa di kalangan presiden pun terdapat orang yang bisa dinilai demikian.
Load more