Menguak Tabir Pungli Rp 150.000 Setiap Minggu di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kanwil Ditjenpas Jawa Barat: Kita Dalami
- Ombudsman
Jakarta, tvOnenews.com - Baru-baru ini terkuak tabir dugaan terkait pungutan liar (pungli) di Rp. 150.000 setiap minggu di Lapas Kelas IIA Cibinong. Soal informasi pungli tersebut, mencuat setelah adanya temuan dari Ombudsman RI dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pada Rabu (23/9/2026).
Maka dari itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Barat, Yudi Suseno menegaskan bahwa setiap masukan dan temuan akan ditindaklanjuti secara serius melalui proses pendalaman.
Ia juga akui, pihaknya baru mengetahui adanya dugaan pungutan tersebut setelah menerima laporan dari Ombudsman.
"Itu juga kami perlu, baru mendapatkan informasi. Tapi nanti tetap semua, apa pun masukan, apa pun temuan, tetap akan kami tindak lanjuti dan kita dalami," kata Yudi di Cibinong, Kamis (24/9/2026).
Pendalaman kasus dilakukan oleh tim gabungan yang dibentuk Ditjenpas bersama Kanwil Ditjenpas Jawa Barat. Tim tersebut mulai bekerja sejak Rabu malam, tak lama setelah sidak Ombudsman dilakukan.
Yudi menjelaskan, tim langsung bergerak dengan meminta keterangan dari berbagai pihak yang dinilai mengetahui kondisi di dalam lapas, termasuk terkait pelayanan terhadap warga binaan.
Proses ini dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi serta mengidentifikasi potensi pelanggaran yang terjadi.
Selain dugaan pungutan, tim juga mendalami sejumlah temuan lain yang disampaikan Ombudsman.
Di antaranya adalah keberadaan fasilitas yang disebut menyerupai apartemen di dalam lapas serta dugaan adanya minuman beralkohol di kawasan tersebut.
Menurut Yudi, seluruh temuan tersebut harus diverifikasi terlebih dahulu sebelum diambil kesimpulan. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam menetapkan hasil investigasi.
"Kalau memang ada pelanggaran, pasti akan ditindak. Itu nanti kita serahkan kepada pimpinan hasilnya. Jangan sampai kita juga menyimpulkan terlalu dini," ujarnya.
Di samping itu, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, meminta temuan tersebut diusut secara menyeluruh. Ia menegaskan lapas seharusnya menjadi tempat pembinaan sekaligus memberikan efek jera bagi terpidana.
“Jangan sampai penegakan hukum yang telah dilaksanakan para mitra kerja kami, berakhir seperti ini. Lapas seharusnya menjadi ruang pembinaan dan memberi efek jera bagi para terpidana,” kata Sahroni saat dimintai keterangan, Jumat (25/9/2026).
Load more