Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
- Ist
Produksi beras, jagung, kedelai, hortikultura, dan berbagai komoditas pertanian lainnya menjadi fondasi bagi ketersediaan pangan nasional. Menurutnya, terdapat sedikitnya lima peran strategis petani dalam memperkuat ketahanan nasional.
Pertama, menjamin ketersediaan pangan melalui produksi berbagai komoditas pertanian.
Kedua, menjaga stabilitas nasional. Ketersediaan pasokan pangan yang memadai dapat membantu menjaga stabilitas harga dan mengendalikan tekanan inflasi yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Ketiga, memperkuat kedaulatan pangan dengan meningkatkan kemampuan produksi dalam negeri sehingga ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi.
Keempat, menggerakkan perekonomian desa melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan keluarga tani, serta keberlangsungan berbagai usaha yang berkaitan dengan sektor pertanian.
Kelima, menjaga keberlanjutan sumber daya alam melalui pengelolaan tanah, air, dan lingkungan secara bertanggung jawab agar produktivitas pertanian dapat berlangsung dalam jangka panjang.
“Hubungan antara petani dan ketahanan nasional sangat jelas. Petani menghasilkan pangan, pangan menjamin ketersediaan kebutuhan masyarakat, ketersediaan pangan ikut menjaga stabilitas ekonomi dan sosial, dan pada akhirnya memperkuat ketahanan nasional,” ujar Pujo.
Pujo mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan petani. Menurutnya, keberpihakan tersebut perlu diwujudkan secara berkelanjutan melalui kebijakan yang memperkuat produksi pangan, melindungi petani, memperbaiki tata kelola pertanian, serta memastikan akses terhadap sarana produksi dan pasar.
“Petani harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan. Ketika petani sejahtera, produksi pangan kuat. Ketika pangan kuat, stabilitas masyarakat dan ketahanan nasional juga semakin kokoh,” tegasnya.
Ia menambahkan, semangat UUPA 1960 tetap relevan untuk menjadi pijakan dalam membangun sistem agraria yang memberikan kepastian hukum, keadilan, produktivitas, dan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Peringatan Hari Tani Nasional 2026 harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama bahwa tanah dan sumber daya agraria harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat,” pungkas Pujo.
Load more