Sempat Damai hingga Dibuka Kembali, Rumah Doa GKPI Tangerang Ternyata Masih Ditutup
- Ilustrated by ChatGPT
Kurang lebih sekitar 40 jemaat tengah beribadah di dalam rumah doa tersebut. Di tengah aktivitas itu, sekelompok orang tiba-tiba mendatangi lokasi kejadian.
Ironisnya, mereka langsung berteriak dari luar bangunan. Bahkan suara gerombolan warga begitu keras sehingga memicu ketakutan dan kepanikan bagi para jemaat di dalam ruangan.
Sekumpulan warga tadi bahkan sempat melakukan pengusiran terhadap jemaat secara sepihak. Salah satu orang yang melakukan ancaman adalah Aji Cahyono.
“Kalau tidak mau tutup, ada pertumpahan darah di dalam. Saya tidak takut mati, saya tidak takut mati. Sudah koordinasi sama siapa kalian? Tutup! Kalian sudah negosiasi dua kali, kalian izin sama siapa? Saya tidak menggunakan kekerasan jika Anda punya izin,“ ancam Aji.
Pada akhirnya, pemerintah daerah bersama Kemenag memfasilitasi agenda mediasi. Kedua belah pihak didampingi tokoh masyarakat dan pemuka agama setempat.
Atas hasil mediasi tersebut, kedua belah pihak pilih menempuh jalur kekeluargaan. Hal ini bertujuan agar tetap merawat kerukunan antarumat beragama di lingkungan setempat.
Load more