Kenapa Masinis Kereta Argo Bromo Jadi Tersangka? Ini Hukuman hingga Pasalnya Imbas Kecelakaan KRL di Bekasi
- ANTARA - Tangkapan layar Youtube @trainspotter_id
Sinyal pengulang atau repeater blok UB104 memperlihatkan cahaya mendatar dengan warna putih dan mengindikasikan sinyal blok merah. Sinyal dari blok B104 juga berwarna aspek merah sehingga terjadi ketidaksesuaian informasi antarindikator persinyalan.
Selain itu, masinis disebut mengalami kesulitan melihat sinyal. Berdasarkan dari simulasi sesuai kondisi dalam kabin lokomotif, masinis sulit melihat sinyal pengulang di petak antara Stasiun Bekasi dan Stasiun Bekasi Timur.
Beberapa penyebabnya di antaranya karena cahaya rumah warga, pasar, serta lampu penerangan yang berada di sekitar jalur kereta api.
Intensitas dan warna cahaya tersebut hampir menyerupai aspek sinyal pengulang. Pada akhirnya, masinis mengalami kesulitan membedakan indikator sinyal.
KNKT menemukan adanya persoalan komunikasi antara pihak di lapangan dan pengendali perjalanan kereta api atau PK. Sistemnya dianggap berbelit lantaran KA 5568A menggunakan Radio Sepura di wilayah komunikasi S.27 atau PK Selatan, sedangkan KA 4B Argo Bromo Anggrek memakai radio lokomotif di wilayah komunikasi S.1 atau PK Timur.
Beberapa pihak pun meneruskan informasi tersebut, misalnya PK Selatan harus mengungkapkan informasi kepada chief dan diterukan pada PK Timur. Mekanisme ini mendorong adanya jeda penyampaian informasi terkait kondisi perjalanan kereta api.
Masinis KA Argo Bromo Anggrek dikabarkan sempat mengerem dari jarak sekitar 1,3 kilometer. Hal itu terjadi karena AN mendapat informasi adanya KRL di Stasiun Bekasi Timur.
KNKT menyebut PK tidak mengetahui kondisi sebenarnya di sekitar Stasiun Bekasi Timur. Pasalnya, komunikasi hanya berlangsung dari suara radio.
KA 4B Argo Bromo melakukan pengereman dengan emergency brake dan independent brake sekitar 300 meter dari sinyal blok sebelum Stasiun Bekasi Timur. Sayangnya upaya itu dinilai terlambat sehingga tidak dapat menghindari terjadinya tabrakan.
Kepada penyidik, masinis berbagi alasan terkait keterlambatan pengeraman. AN mengaku ragu dan khawatir pengereman darurat secara mendadak dari jarak jauh menyebabkan gerbong kereta terbalik.
Berdasarkan dari penilaian penyidik, alasan itu dianggap bertentanngan dengan hasil analisis ahli perkeretaapian. Mengacu dari perhitungan teori Minden, kereta masih mempunyai kemampuan berhenti pada jarak 600 meter.
Load more