PT Virgo Karya Shipping: Operasi Pengangkatan Bangkai Kapal Virgo di Laut Jawa Dilaksanakan Oktober 2026
- Tumpal Andani Aritonang-Antara
Jakarta, tvOnenews.com - PT Virgo Karya Shipping—manajemen KM Virgo Transport 8 atau Kapal Virgo—memastikan operasi pengangkatan bangkai kapal yang tenggelam di Laut Jawa dilaksanakan pada Oktober 2026.
Juru Bicara PT Virgo Karya Shipping Simson Fransiscus Rihi mengatakan operasi pengangkatan bangkai kapal dilakukan setelah percepatan komunikasi dengan pihak asuransi internasional.
Pihaknya telah berkomunikasi dengan penanggung jawab dari Protection and Indemnity (P&I).
Selain itu, untuk mempercepat proses penunjukan mitra internasional pelaksana salvage, pihaknya juga mendapat dukungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), dan Basarnas.
- Basarnas
“Memang itu kewajiban kami,” ujarnya, Sabtu (3/10/2026).
Simson menyebut PT Virgo Karya Shipping telah mengerucutkan pilihan pada salah satu pelaksana salvage.
Akan tetapi, pihaknya belum bisa menyebutkan nama lantaran belum ada penandatanganan dan masih terdapat sejumlah data yang harus dilengkapi.
Saat ini, sambung dia, pihaknya terus mengupayakan percepatan penyelesaian administrasi dan penandatanganan agar rencana salvage dapat segera dilaksanakan.
Update Terkini Operasi SAR Kapal Virgo
Hingga operasi SAR hari ke-21, Sabtu (3/10/2026), sebanyak 188 korban berhasil dievakuasi.
188 Korban terdiri atas 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia. Sementara itu, 55 korban lainnya masih dalam pencarian.
“Masih ada 55 korban yang belum ditemukan dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8," kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii.
Untuk diketahui, Kapal Virgo mengalami kecelakaan pada Minggu, 13 September 2026, saat hendak berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Lokasi awal kejadian kecelakaan kapal ini terjadi di Laut Jawa pada koordinat 4°31’ Lintang Selatan dan 114°2’ Bujur Timur atau kurang lebih 81 mil laut dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Operasi SAR tetap dilanjutkan, namun pelaksanaannya disesuaikan di tiga provinsi wilayah Banjarmasin, Palangka Raya, dan Pontianak. (ant/nsi)
Load more