Respons Kemenkes soal Kabar Peneliti di Laboratorium Rusia Tewas Diduga Karena Wabah "Misterius" hingga Ratusan Lainnya Dikarantina
- Rawpixel.com
Jakarta, tvOnenews.com - Media asing hingga media sosial mengabarkan soal adanya seorang peneliti berusia 28 tahun yang bekerja di Irkutsk Research Anti-Plague Institute of Siberia meninggal dunia diduga karena infeksi pneumonia “misterius” atau tidak diketahui asalnya.
Disebutkan juga bahwa sekitar 200 orang yang berkontak dengan perempuan itu diobservasi medis.
Meski demikian, belum ada konfirmasi dari otoritas terkait tentang penyebab pasti kematian perempuan tersebut.
Merespons kabar yang tengah viral di media sosial ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akhirnya buka suara.
- antara
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan Kemenkes terus memantau perkembangan situasi dan penanganan kasus.
Selain itu, kata dia, Kemenkes juga turut meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan di berbagai unit merespons kabar tersebut.
"Sampai saat ini (5/10/2026) belum ada notifikasi melalui IHR NFP maupun informasi dalam Event Information Site (EIS) WHO untuk kewaspadaan khusus pada kejadian tersebut," ujarnya, Senin (5/10/2026).
Aji mengatakan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dilakukan salah satunya di bandara dan pelabuhan internasional di Bali.
Di sana diterapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui deklarasi kesehatan (All Indonesia-SSHP), pengamatan tanda gejala, risk based assessment (RBA) alat angkut serta surveilans tikus dan pinjal pada tikus di pintu masuk negara.
"Petugas karantina kesehatan melakukan analisis dan tindak lanjut terhadap status deklarasi kesehatan pelaku perjalanan tersebut, termasuk apakah PPLN berasal dari negara terjangkit," terangnya.
Selain itu, Aji menyebut deteksi awal juga dilakukan melalui pengamatan tanda dan gejala seperti demam, batuk, sesak nafas dan gejala lainnya.
Apabila ditemukan bergejala dan mengarah ke plague atau wabah, maka petugas akan merujuk kasus ke RS Rujukan Penyakit Infeksi untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
"Kemenkes mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan kasus global dan nasional melalui media resmi pemerintah,” imbaunya.
Di samping itu, Kemenkes mengimbau agar masyarakat tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
“Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk menjaga imunitas tubuh dan mencegah dari paparan penyakit menular," pungkasnya. (ant/nsi)
Load more