Soal Jumlah Korban Dugaan Keracunan Capai 284 Orang, Ini Kata Manajemen Restoran Korea 88 Seoul Paskal Bandung
- Tangkapan layar
Bandung, tvOnenews.com - Manajemen Restoran Korea 88 Seoul Paskal Bandung buka suara soal kabar yang menyebutkan jumlah korban dugaan keracunan mencapai 284 orang.
Corporate Communication 88 Seoul, Hana, mengatakan pihaknya belum bisa mengonfirmasi angka tersebut.
Menurutnya, diperlukan verifikasi lebih lanjut lantaran proses klarifikasi masih terus berjalan.
"Kami masih menerima masukan-masukan dari konsumen yang belum terakomodir. Jadi untuk angka, kami belum bisa memastikan secara exact per hari ini," ujarnya, Selasa (6/10/2026).
- Threads/byerisk | X/jiwonuha
Menurutnya, klarifikasi hingga verifikasi diperlukan agar laporan atau jumlah angka benar-benar merujuk pada pelanggan yang mengalami kondisi serupa.
"Kami tidak mau berasumsi karena harus cross-check lebih lanjut. Takutnya nanti angka yang beredar menjadi misleading,” katanya.
Sebelumnya, viral di media sosial Threads terkait sejumlah pelanggan Restoran Korea 88 Seoul Paskal Bandung mengaku mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan di sana.
Berawal dari akun satu Threads, akun-akun lainnya turut membagikan komentar hingga testimoni serupa. Pada umumnya, sejumlah pengguna Threads ini mengaku mengalami gangguan kesehatan.
Beberapa komentar hingga testimoni itu antara lain:
“Halo. Saya ingin melaporkan dugaan gangguan kesehatan setelah saya dan suami makan di 88 Seoul Pasal Bandung pada Sabtu, 3 Oktober 2026,” tulis akun @w*ck*ae*str*ae.
“Sejak itu kami mengalami diare selama dua hari dan suami saya mengalami demam hingga di atas 39 derajat Celcius sampai harus mendapat infus dan obat. Saya sendiri sedang hamil trimester pertama dan juga mengalami diare serta mual/muntah,” sambungnya.
“Kirain cuma kita doang yang kena suspect keracunan makanan, ternyata banyak banget yang spill. Berempat makan di 88 Seoul hari Jumat, 2 Oktober 2026 jam 18.30. Ayam tangsuyuk-nya jujur agak berbau tapi waktu itu ya sudah masih oke rasanya jadi tetep dimakan,” tulis akun @1*fai*yd*st.
“Sabtu besoknya tiga dari empat yang makan mengalami gejala yang sama, diare, nyeri badan/tulang, demam menggigil dan perut melilit, bahkan sampai hari ini terpantau saya sendiri masih diare isinya air doang,” sambungnya.
Merespons keluhan-keluhan tersebut, Hana mengatakan pihaknya sudah menerima laporan yang dikirimkan sejumlah pelanggan.
Load more