Pesta Sabu di Rutan Depok, Oknum Pegawai Loloskan Barang Haram Tiga Kali dan Diupah Rp1 Juta per Sekali Antar
- Feru Lantara-Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mengungkap fakta baru dibalik pemeriksaan oknum pegawai rutan terkait viralnya warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Depok yang melakukan pesta narkoba jenis sabu.
Kapolres Metro Depok Kombes Pol Christian Rony Putra menerangkan oknum pegawai berinisial S diketahui telah meloloskan narkoba sebanyak tiga kali.
“Ini terjadi sudah tiga kali oknum S mengantarkan barang haram tersebut. Kami juga meminta keterangan S dan oknum tersebut juga mengakuinya,” kata Christian, kepada wartawan, Rabu (7/10/2026).
Christian menerangkan pelolosan masuknya barang haram tersebut terjadi pada tanggal 29 Agustus 2026, 26 September 2026, dan yang terakhir 22 September 2026.
- Tangkapan layar instagram dewanperwakilannetezen.id
“Maka kejadiannya tanggal 27 September 2026 di dalam Rutan Depok, Cilodong. Namun, viralnya tanggal 3 Oktober 2026,” ucapnya.
Christian mengungkapkan bahwa oknum pegawai rutan tersebut mendapatkan upah Rp1 juta per sekali mengantarkan narkoba ke dalam rutan.
“Tiga kali tahapan itu, oknum rutan tersebut menerima kompensasi dari membawa barang haram tersebut dari narapidana yang ada di dalam. Per item mengantarkan nilainya Rp1 juta,” ujarnya.
Atas peristiwa ini, pihak kepolisian telah melaporkan hasil pemeriksaan kepada Karutan untuk ditindaklanjuti terkait oknum pegawai rutan ini.
Sebelumnya diberitakan, media sosial dihebohkan oleh beredarnya video yang memperlihatkan sejumlah pria sedang asyik berjoget diiringi alunan musik keras di dalam sebuah ruangan.
Salah satu dari mereka tampak menggenggam botol yang diduga kuat sebagai bong atau alat hisap sabu.
Awalnya lokasi pesta sabu itu dinarasikan bertempat di Lapas Depok. Namun, pihak Rutan Depok mengonfirmasi bahwa pesta tersebut berlangsung di salah satu fasilitas mereka.
Merespons viralnya video tersebut, Kepala Rutan Depok Ario Galih Maduseno menginstruksikan untuk dilakukan investigasi mendalam terhadap ruangan serta pihak-pihak yang terekam kamera.
"Memang berada di Rutan Depok," kata Ario.
Berdasarkan hasil penelusuran internal, Ario menyebut bilik tahanan tersebut ternyata berstatus kamar hunian padat yang ditempati puluhan orang.
Saat ini, sambung dia, fokus penindakan diarahkan kepada segelintir narapidana yang terlihat aktif dalam tayangan itu.
"Ada kurang lebih 22 warga binaan dan yang kami dalami lagi ada sekitar 3 sampai 4 orang," ujarnya.
Load more