Bukan Cuma Muntah-Demam, Sejumlah Pelanggan Restoran Korea 88 Seoul Paskal Bandung Keluhkan Diare-Nyeri Badan Diduga Keracunan
- Tangkapan layar
Jakarta, tvOnenews.com - Viral di media sosial Threads hingga X, sejumlah pelanggan restoran Korea 88 Seoul Paskal Bandung mengeluhkan gangguan kesehatan diduga karena keracunan.
Dalam cuitan-cuitannya, sejumlah pelanggan itu mengaku mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan di restoran Korea itu.
“Kirain cuma kita doang yang kena suspect keracunan makanan, ternyata banyak banget yang spill. Berempat makan di 88 Seoul hari Jumat, 2 Oktober 2026 jam 18.30. Ayam tangsuyuk-nya jujur agak berbau tapi waktu itu ya sudah masih oke rasanya jadi tetap dimakan,” tulis akun @1*fai*yd*st.
“Sabtu besoknya tiga dari empat yang makan mengalami gejala yang sama, diare, nyeri badan/tulang, demam menggigil dan perut melilit, bahkan sampai hari ini terpantau saya sendiri masih diare isinya air doang,” sambungnya.
- Instagram @88seoul.id
Salah satu cuitan lainnya bahkan mengaku dirinya sedang mengandung.
“Halo. Saya ingin melaporkan dugaan gangguan kesehatan setelah saya dan suami makan di 88 Seoul Pasal Bandung pada Sabtu, 3 Oktober 2026,” tulis akun @w*ck*ae*str*ae.
“Sejak itu kami mengalami diare selama dua hari dan suami saya mengalami demam hingga di atas 39 derajat Celcius sampai harus mendapat infus dan obat. Saya sendiri sedang hamil trimester pertama dan juga mengalami diare serta mual/muntah,” sambungnya.
Cuitan-cuitan lain pun muncul hingga beredar kabar bahwa jumlah korban dugaan keracunan ini mencapai 284 orang.
“Keracunan di salah satu mal favorit di Bandung. Ternyata bukan cuma aku. Banyak yang habis makan di sana kena diare juga. Padahal tempatnya sampai antre waiting list (WL) makanya penasaran. Sekarang sampai demam dan bolak-balik toilet,” tulis @m*rit*e*vn.
Corporate Communication 88 Seoul, Hana, mengatakan pihaknya terus menjalin komunikasi dengan pelanggan yang berkaitan dengan kondisi tersebut.
Terkait kabar jumlah korban yang diduga keracunan, Hana mengatakan pihak manajemen belum dapat memastikannya lantaran diperlukan klarifikasi dan verifikasi terlebih dahulu.
"Saat ini proses klarifikasi masih terus berjalan. Kami juga masih menerima masukan-masukan dari konsumen yang belum terakomodir. Untuk angka, kami belum bisa memastikan secara exact," katanya, Selasa (6/10/2026).
"Kami tidak mau berasumsi karena harus cross-check lebih lanjut. Takutnya nanti angka yang beredar menjadi misleading," sambungnya.
Hana menegaskan pihak manajemen adalah memastikan pelanggan yang telah menyampaikan keluhan langsung mendapatkan perhatian dan penanganan.
Di samping itu, pihaknya juga melakukan pengecekan terhadap proses operasional di gerai termasuk bagian dapur.
"Kami harus memastikan semua proses operasional di gerai kami berjalan sesuai dengan standar yang sudah kami terapkan," ucapnya.
"Kami akan terus mengawal proses ini dan kami juga akan bertanggung jawab untuk prosesnya sampai semua benar-benar resolved," pungkasnya. (cep/nsi)
Load more