Menteri Lingkungan Hidup Tegaskan Komitmen Indonesia Perkuat Aksi Iklim Global
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh. Jumhur Hidayat menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama internasional yang mampu menerjemahkan komitmen iklim menjadi aksi nyata di lapangan.
Pesan itu disampaikan Jumhur dalam Leader’s Plenary pada Pre-COP Leader’s Event yang menjadi rangkaian Pre-Conference of the Parties (Pre-COP31) to the United Nations Framework Convention on Climate Change, Selasa (6/10/2026).
Dengan berlangsungnya Pre-COP Leader’s Event dan Pacific Pre-COP High-Level Ministerial Meeting, rangkaian Pre-COP31 yang diselenggarakan di Fiji dan Tuvalu pada 5–9 Oktober 2026 memasuki agenda tingkat tinggi.
Rangkaian pertemuan tersebut merupakan bagian dari persiapan menuju United Nations Climate Change Conference (COP31) yang akan diselenggarakan di Antalya, Turki, pada 9-20 November 2026.
- Istimewa
Adapun hasil utama dari Pre-COP Leader’s Event ini adalah diadopsinya Deklarasi Taku Pakasoa.
Pengadopsian deklarasi tersebut merupakan bentuk dukungan masyarakat global khususnya bagi Negara-Negara Berkembang Pulau Kecil (Small Island Developing States/SIDS) dan Negara-Negara sedang Berkembang (Least Developing Countries/LDC) dalam rangka meningkatkan upaya mitigasi dan mengatasi dampak perubahan iklim, meningkatkan ketahanan terhadap risiko kerugian dan kerusakan yang tidak dapat dipulihkan.
Deklarasi Taku Pakasoa dilahirkan pada saat PreCOP31 di Fiji dan Tuvalu.
Sebagai salah satu negara berkembang pulau kecil di kawasan Pasifik yang sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim, Tuvalu terus menyuarakan urgensi aksi iklim global, khususnya dalam menghadapi ancaman kenaikan permukaan laut.
Jika aksi adaptasi ini tidak dilakukan, maka menyebabkan negara-negara kecil tersebut akan hilang.
Kegiatan Pre-COP Leader’s Event dan Pacific Pre-COP High-Level Ministerial Meeting menjadi momentum untuk membawa perhatian dunia secara langsung kepada negara-negara Pasifik yang berada di garis depan dampak perubahan iklim.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperlihatkan berbagai upaya dan solusi yang dikembangkan masyarakat Pasifik dalam menghadapi perubahan iklim.
Rangkaian Pre-COP31 dihadiri oleh perwakilan dari lebih dari 50 negara, termasuk para kepala negara/pemerintahan, menteri, pejabat tinggi pemerintah, negosiator perubahan iklim serta organisasi internasional.
Load more