News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Royalti Musik Digital Capai Rp103 Triliun, Indonesia Dorong Sistem Global agar Uang Pencipta Tak Hilang di Tengah Jalan

Royalti dari pemanfaatan karya secara digital mencapai sekitar Rp103 triliun pada 2024. Indonesia mendorong sistem royalti global yang lebih transparan
Kamis, 8 Oktober 2026 - 01:45 WIB
Royalti Musik Digital Capai Rp103 Triliun, Indonesia Dorong Sistem Global agar Uang Pencipta Tak Hilang di Tengah Jalan
Sumber :
  • ANTARA

tvOnenews.com - Satu lagu bisa didengarkan di berbagai negara hanya dalam hitungan detik. Ketika sebuah karya musik diputar melalui platform digital, digunakan dalam konten, atau dimanfaatkan secara komersial, nilai ekonomi pun ikut bergerak melintasi batas negara. 

Namun, ada persoalan yang tidak sesederhana penyebaran sebuah lagu: memastikan royalti dari penggunaan karya tersebut benar-benar sampai kepada pencipta dan pemegang hak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Besarnya uang yang berputar dalam ekosistem tersebut tergambar dari data Konfederasi Internasional Perhimpunan Pencipta dan Komposer (CISAC). Penerimaan royalti organisasi pengelola hak pencipta di seluruh dunia mencapai 13,97 miliar euro atau sekitar Rp278 triliun pada 2024. 

Dari jumlah tersebut, 5,14 miliar euro atau sekitar Rp103,16 triliun berasal dari pemanfaatan digital, setara sekitar 37 persen dari total penerimaan.

Angka itu menunjukkan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar mengubah cara masyarakat menikmati musik. Perubahan tersebut juga menciptakan jalur ekonomi baru yang nilainya sangat besar. 

Masalahnya, ketika sebuah karya digunakan di berbagai negara dan tercatat dalam sistem yang berbeda-beda, proses untuk mencocokkan penggunaan karya dengan penciptanya bisa menjadi rumit. Kondisi inilah yang kini menjadi perhatian Indonesia.

35 Negara Bahas Masa Depan Royalti di Era Digital

Pemerintah Indonesia mempertemukan delegasi dari 35 negara, organisasi internasional, lembaga manajemen kolektif, pencipta, pelaku industri, dan para pakar dalam Global Dialogue on Cross-Border Copyright Royalty Governance in the Digital Era di Bali pada 7–9 Oktober 2026.

Forum yang diinisiasi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum tersebut membahas bagaimana sistem pengelolaan royalti dapat mengikuti perkembangan industri digital yang semakin tidak mengenal batas geografis.

Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas mengatakan diperlukan aturan dan sistem yang memungkinkan royalti lintas negara dikelola dengan lebih baik.

"Melalui Dialog Global tentang Tata Kelola Royalti Hak Cipta Lintas Negara di Era Digital ini, kami berupaya mendorong adanya aturan main dan sistem bersama, agar royalti hak cipta yang semakin cepat mengalir melintasi batas negara ini dapat dicatat, dihitung, dan dibagikan dengan lebih transparan, akuntabel, dan adil," kata Supratman.

Menurut dia, ketika karya dapat dinikmati masyarakat di berbagai negara melalui platform digital, mekanisme pengelolaan hak ekonominya juga harus mampu mengikuti pola tersebut.

"Ketika karya dapat dinikmati di berbagai negara melalui platform digital, tata kelola royalti juga harus mampu mengikuti perkembangan tersebut. Tentunya diperlukan transparansi, akuntabilitas, dan sistem yang saling terhubung, agar hak ekonomi pencipta terlindungi," ujarnya.

Artinya, persoalan royalti kini tidak cukup diselesaikan hanya dengan memperkuat regulasi nasional. Diperlukan koordinasi dan sistem informasi yang dapat bekerja lintas negara.

Masalah Royalti Bukan Cuma Soal Hukum

Salah satu persoalan utama yang dibahas dalam forum tersebut justru berada pada aspek yang lebih teknis: data.

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Hermansyah Siregar mengatakan hambatan dalam pengelolaan royalti lintas negara lebih banyak berkaitan dengan pertukaran informasi dibandingkan sengketa mengenai hukum hak cipta.

"Friksi dalam royalti lintas batas jarang sekali merupakan sengketa mengenai hukum hak cipta. Tantangan utamanya adalah pertukaran informasi," kata Hermansyah.

Persoalan dapat muncul sejak sebuah karya dicatat hingga penggunaannya dilaporkan. Data mengenai siapa pemilik karya, siapa pencipta, metadata lagu, identitas karya, hingga laporan pemanfaatannya harus dapat dicocokkan.

Jika data tersebut tidak lengkap atau sistem antarnegara tidak dapat berkomunikasi, proses penghitungan dan pembagian royalti menjadi semakin kompleks.

Kondisi ini menjadi semakin penting ketika satu karya dapat digunakan berulang kali di berbagai platform dan negara. Tanpa sistem identifikasi yang memadai, penggunaan karya bisa tercatat tetapi sulit dikaitkan dengan pemegang hak yang tepat.

Karena itu, dialog di Bali mengangkat tiga persoalan utama, yakni transparansi, akuntabilitas, dan interoperabilitas.

Transparansi berkaitan dengan informasi yang dapat diakses pemegang hak mengenai penggunaan dan pengelolaan royalti. Akuntabilitas menyangkut tanggung jawab pada setiap tahapan pengelolaan. Sementara interoperabilitas berarti kemampuan berbagai sistem untuk saling bertukar informasi secara andal.

Indonesia Siapkan Sistem agar Royalti Bisa Terhubung

Indonesia tidak hanya membicarakan persoalan tersebut di tingkat internasional. Pemerintah juga tengah membangun infrastruktur data dan sistem informasi yang diharapkan dapat memperkuat keterhubungan ekosistem royalti nasional dengan sistem global.

Indonesia memiliki kerangka hukum melalui Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Selain itu, terdapat Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik yang mengatur mekanisme penghimpunan dan distribusi royalti.

Regulasi tersebut juga menjadi dasar pengembangan pusat data lagu dan musik serta Sistem Informasi Lagu dan/atau Musik (SILM) untuk mendukung pencatatan karya, data penggunaan, dan distribusi royalti.

Hermansyah mengatakan keterhubungan sistem menjadi bagian penting untuk memastikan aliran royalti dapat ditelusuri dari penggunaan karya hingga kepada pemegang hak.

"Interoperabilitas hanya membutuhkan sistem yang dapat berkomunikasi dengan andal. Saat ini, banyak pasar berkembang kekurangan infrastruktur TI untuk memproses data digital dalam jumlah besar," ujarnya.

Indonesia juga sebelumnya telah menyampaikan gagasan mengenai tata kelola royalti melalui Indonesian Proposal dalam Standing Committee on Copyright and Related Rights (SCCR) di WIPO. Pembahasan tersebut akan terus berlanjut, sementara dialog di Bali menjadi ruang untuk bertukar pengalaman sekaligus mencari solusi praktis yang dapat diterapkan secara sukarela.

Di tengah pertumbuhan penggunaan musik melalui layanan digital, persoalan royalti akhirnya bukan lagi sekadar tentang berapa besar uang yang dihasilkan sebuah karya. Tantangan terbesarnya adalah memastikan uang tersebut dapat ditelusuri dan diberikan kepada orang yang memang memiliki hak atas karya tersebut.

Nilainya pun bukan kecil. Dari total royalti global sekitar Rp278 triliun pada 2024, sekitar Rp103 triliun sudah berasal dari pemanfaatan digital. 

Angka tersebut memperlihatkan bahwa semakin besar ekonomi musik berpindah ke ruang digital, semakin mendesak pula kebutuhan akan sistem yang mampu mengikuti pergerakan karya dan uang secara lintas negara.

Seperti ditegaskan Hermansyah, "Teknologi telah mendemokratisasi distribusi karya musik. Tugas kita sekarang adalah memastikan struktur tata kelola kita mendemokratisasi remunerasi untuk karya-karya tersebut." (udn)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Ubah Cara Pandang TNI-Polri, Tak Cuma Soal Fisik: Perang Drone dan Siber Jadi Alasannya

Prabowo Ubah Cara Pandang TNI-Polri, Tak Cuma Soal Fisik: Perang Drone dan Siber Jadi Alasannya

Prabowo meminta profesionalisme TNI-Polri diperkuat menghadapi ancaman baru. Kemampuan intelektual, teknologi, pendidikan, dan latihan menjadi sorotan.
Literasi Keuangan Makin Naik, Tapi Literasi Asuransi Turun: Gen Z Paling Berisiko?

Literasi Keuangan Makin Naik, Tapi Literasi Asuransi Turun: Gen Z Paling Berisiko?

Gen Z semakin mudah mengakses layanan keuangan digital, tetapi literasi asuransi masih rendah. Ini pentingnya edukasi finansial bagi mahasiswa sejak dini.
Review Film Bapak Paling Jujur: Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Bohong, Tapi Justru Kehilangan Filter

Review Film Bapak Paling Jujur: Ketika Calon Gubernur Tak Bisa Bohong, Tapi Justru Kehilangan Filter

Review film Bapak Paling Jujur, drama komedi Fajar Nugros tentang calon gubernur yang tak bisa berbohong dan kehilangan filter dalam berbicara. Bagaimana
Layanan Kesehatan Kini Tak Cuma Soal Berobat, Ada Tren Baru dari MCU hingga Mental Wellness dalam Satu Ekosistem

Layanan Kesehatan Kini Tak Cuma Soal Berobat, Ada Tren Baru dari MCU hingga Mental Wellness dalam Satu Ekosistem

Model layanan kesehatan terintegrasi semakin berkembang. Dari medical check up, diagnosis, rehabilitasi hingga kesehatan mental, layanan disatukan untuk
Tangis Perpisahan Lionel Messi, La Pulga Akhiri 20 Tahun Perjalanan Bersama Timnas Argentina

Tangis Perpisahan Lionel Messi, La Pulga Akhiri 20 Tahun Perjalanan Bersama Timnas Argentina

Bintang Inter Miami, Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama timnas Argentina setelah lebih dari 20 tahun mengenakan jersey La Albiceleste.
Terima Dumas Dugaan Politik Uang Kegiatan Muktamar NU, Ini Respons KPK

Terima Dumas Dugaan Politik Uang Kegiatan Muktamar NU, Ini Respons KPK

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sekadau mendatangi Gedung KPK untuk melaporkan dugaan praktik politik uang dalam proses pengondisian dukungan terhadap Rais Aam pada arena Muktamar NU beberapa waktu lalu.

Trending

Luhut Yakinkan Investor: Jangan Ragu Masuk, Indonesia Tidak akan Kolaps

Luhut Yakinkan Investor: Jangan Ragu Masuk, Indonesia Tidak akan Kolaps

Luhut Binsar Pandjaitan meyakinkan investor bahwa Indonesia tidak akan kolaps. Pemerintah kini mendorong investasi yang membawa inovasi, teknologi, dan
Pernah Jadi Lawan, Megawati Hangestri Beri Pujian Setinggi Langit untuk Kim Da-in: Setter Terbaik di Korea

Pernah Jadi Lawan, Megawati Hangestri Beri Pujian Setinggi Langit untuk Kim Da-in: Setter Terbaik di Korea

Megawati Hangestri menyambut antusias duet barunya bersama Kim Da-in di Hyundai Hillstate. Tak tanggung-tanggung, Megawati menyebut setter timnas Korea Selatan.
Gara-gara Main HP di Kelas, Tiga Mahasiswa Untad Diduga Disiksa Senior: Nyaris Ditelanjangi hingga Disulut Rokok

Gara-gara Main HP di Kelas, Tiga Mahasiswa Untad Diduga Disiksa Senior: Nyaris Ditelanjangi hingga Disulut Rokok

Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah, dilaporkan jadi korban aksi main hakim sendiri yang diduga dilakukan barisan mahasiswa senior.
Layanan Kesehatan Kini Tak Cuma Soal Berobat, Ada Tren Baru dari MCU hingga Mental Wellness dalam Satu Ekosistem

Layanan Kesehatan Kini Tak Cuma Soal Berobat, Ada Tren Baru dari MCU hingga Mental Wellness dalam Satu Ekosistem

Model layanan kesehatan terintegrasi semakin berkembang. Dari medical check up, diagnosis, rehabilitasi hingga kesehatan mental, layanan disatukan untuk
Celine Evangelista Serius Ingin Tinggal di Madinah, Intip Vila Rp7,5 Miliar Dekat Masjid Nabawi

Celine Evangelista Serius Ingin Tinggal di Madinah, Intip Vila Rp7,5 Miliar Dekat Masjid Nabawi

Celine Evangelista mengungkapkan rencana serius untuk menetap di Madinah, Arab Saudi. Tak sekadar wacana, ia bahkan telah melakukan survei vila mewah dekat.
Tangis Perpisahan Lionel Messi, La Pulga Akhiri 20 Tahun Perjalanan Bersama Timnas Argentina

Tangis Perpisahan Lionel Messi, La Pulga Akhiri 20 Tahun Perjalanan Bersama Timnas Argentina

Bintang Inter Miami, Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama timnas Argentina setelah lebih dari 20 tahun mengenakan jersey La Albiceleste.
Royalti Musik Digital Capai Rp103 Triliun, Indonesia Dorong Sistem Global agar Uang Pencipta Tak Hilang di Tengah Jalan

Royalti Musik Digital Capai Rp103 Triliun, Indonesia Dorong Sistem Global agar Uang Pencipta Tak Hilang di Tengah Jalan

Royalti dari pemanfaatan karya secara digital mencapai sekitar Rp103 triliun pada 2024. Indonesia mendorong sistem royalti global yang lebih transparan
Selengkapnya

Viral