Kementerian PU Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Gempa Bumi di NTT
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan infrastruktur pasca gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memastikan konektivitas layanan sumber daya air, serta sarana dan prasarana dasar masyarakat kembali berfungsi.
Tercatat, data hingga 5 Oktober 2026, sebanyak 1.024 infrastruktur terdampak telah ditangani di delapan kabupaten/kota, dengan pemulihan jaringan jalan dan jembatan serta infrastruktur sumber daya air telah mencapai 100 persen, sementara penanganan layanan dasar dan prasarana strategis lainnya masih terus dilanjutkan.
Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan penanganan infrastruktur yang terdampak gempa di Pulau Flores harus dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai dengan prinsip build back better, yaitu membangun kembali dengan kualitas yang lebih baik, lebih aman, dan lebih tahan terhadap risiko bencana.
“Bangunannya harus kita perkuat karena bagaimanapun ini adalah daerah gempa. Jadi bangunannya harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi alamnya,” ujar Menteri Dody.
Di sektor konektivitas, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Bina Marga telah memastikan 20 ruas jalan terdampak tetap fungsional.
Kerusakan pada ruas-ruas tersebut mencakup 89 titik longsor dan lima patahan.
Selain itu, 14 jembatan terdampak juga telah difungsikan kembali, termasuk sejumlah duiker yang berada pada jaringan jalan terdampak. Secara keseluruhan, penanganan jaringan jalan dan jembatan telah mencapai 100 persen.
Kementerian PU juga melakukan penanganan terhadap infrastruktur sumber daya air untuk memastikan fungsi layanan tetap berjalan. Sebanyak dua bendung, satu bendungan, 15 daerah irigasi, dan 15 sumur air baku telah diverifikasi fungsinya.
Selain itu, dua embung, empat pengaman pantai, dan dua infrastruktur sungai turut masuk dalam penanganan dan verifikasi. Secara keseluruhan, penanganan pada sektor sumber daya air juga telah mencapai 100 persen.
Pada sektor Cipta Karya, penanganan diarahkan untuk menjaga keberlanjutan layanan dasar masyarakat. Sebanyak 93 SPAM terdampak telah teridentifikasi, dengan 64 di antaranya telah diverifikasi. Dari 129 bangunan gedung terdampak, sebanyak 86 telah diverifikasi. Sementara itu, dari 10 prasarana sanitasi yang terdampak, enam di antaranya telah diverifikasi. Untuk sembilan kawasan strategis, penanganan telah mencapai 100 persen.
Dalam kondisi darurat, Kementerian PU juga terus mendistribusikan sarana dan prasarana untuk mendukung kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak. Dari total 131 unit sarana dan prasarana tanggap darurat, sebanyak 88 unit telah didistribusikan. Bantuan tersebut antara lain terdiri atas 15 mobil tangki air, dua mobil vakum tinja, 46 hidran umum, dua toilet portabel, 18 velbed, satu biority, tiga tenda, dan satu dump truck.
Load more