KPK Tetapkan Lima Orang Tersangka OTT BNPB
- tvOnenews.com/Aldi Herlanda
Jakarta, tvOnenews.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkup Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Penetapan tersangka dilakukan usai KPK melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap belasan orang yang terjaring operasi senyap tersebut pada Selasa (13/10/2026) malam.
"Ya, kita hanya menetapkan lima (tersangka-red)," kata Ketua KPK Setyo Budiyanto kepada awak media, Jakarta, Rabu (13/10/2026).
Berdasarkan keterangan sumber yang diperoleh tvOnenews.com, kelima orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu yakni Kasubdit Pengelolaan Bantuan dan Kedaruratan BNPB sekaligus PPK Gabriel Purwaka Sigit (GPS), Bima (BM) selaku adik dari Kepala BNPB Letjen Suharyanto.
Kemudian Tenaga ahli Kepala BNPB Richard Erlangga (RCH), Geri dan Sifa selaku pihak swasta.
- Rizki Amana/tvOnenews.com
"Ya lima, satu adalah PPK nya. Kemudian dua itu adalah yang dianggap sebagai statusnya pegawai di badan tersebut. Kemudian dua lagi adalah swasta," ungkapnya.
Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (13/10/2026).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan dalam operasi senyap tersebut pihaknya turut mengamankan 14 orang.
Menurutnya keempat belas orang yang terciduk OTT diantaranya merupakan Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian.
"Di mana dalam peristiwa ini tim KPK mengamankan sejumlah 14 orang, di antaranya merupakan Sekretaris Utama atau Sestama, kemudian PPK dan juga pihak-pihak lain termasuk dari unsur swasta," kata Budi kepada awak media di Yogyakarta, Selasa (13/10/2026).
- tvOnenews.com/Aldi Herlanda
Budi menekankan saat ini keempat belasan orang itu masih dalam pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK.
"Untuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut. Yang pasti terhadap 14 orang ini saat ini sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif di Gedung Merah Putih KPK, baik dari pihak-pihak di BNPB maupun pihak-pihak swasta yang diduga terkait dengan peristiwa ini," kata Budi.
Di sisi lain, Budi menyebut jika operasi senyap itu berkaitan dengan dana siap pakai kebencanaan. Namun, pihaknya belum dapat merinci secara detail mengenai sejumlah penyelewengan anggaran tersebut.
"Ini masih kami akan dalami, bahwa kegiatan penyelidikan ini diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB. Diantaranya yang menggunakan dana siapa pakai untuk kebencanaan," tegasnya. (raa)
Load more