Kristomei Sianturi Sempat Ingin Jadi Insinyur, Begini Titik Balik yang Mengubah Jalan Hidupnya
- Tangkapan Layar YouTube Tahu Bulat
tvOnenews.com - Kristomei Sianturi kini resmi menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Namun, siapa sangka, perjalanan kariernya justru berawal dari cita-cita menjadi seorang insinyur, bukan tentara.
Titik balik Kristomei Sianturi hingga akhirnya memilih dunia militer terjadi saat menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara dan menjalani seleksi Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri), yang kini dikenal sebagai Akademi Militer (Akmil). Pengalaman selama pendidikan militer perlahan mengubah pandangannya terhadap pilihan hidup dan masa depan.
Kisah perjalanan Kristomei Sianturi tersebut memperlihatkan bagaimana cita-cita masa muda dapat berubah seiring pengalaman dan keputusan yang diambil. Dari keinginan kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) hingga menjadi perwira TNI, ada sejumlah momen yang membentuk jalan hidupnya sampai dipercaya memimpin BNPB.
![]()
Kristomei Sianturi. (Sumber: Tangkapan Layar tvOne)
Kristomei Sianturi Awalnya Ingin Kuliah Teknik
Kristomei Sianturi mengungkapkan bahwa dirinya tidak tumbuh di lingkungan keluarga militer. Ayahnya berprofesi sebagai pedagang, sedangkan ibunya merupakan seorang guru SMA. Karena itu, dunia tentara bukanlah sesuatu yang akrab baginya sejak kecil.
Dalam tayangan YouTube Tahu Bulat, Kristomei menceritakan bahwa cita-citanya saat muda justru berkaitan dengan bidang teknik.
“Saya lahir dan besar di keluarga yang tidak ada sama sekali kaitannya dengan tentara. Tidak ada saudaranya tentara. Bapak, Ibu juga bukan seorang tentara. Bapak saya seorang pedagang. Ibu saya seorang guru SMA. Tidak ada sama sekali berkaitan dengan tentara dan cita-cita saya juga dulu bukan seorang tentara,” ujar Kristomei Sianturi.
Ia bahkan sudah memiliki rencana untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan mengambil jurusan teknik penerbangan di ITB.
“Saya enggak ngerti pangkat, saya dulu ingin masuk sekolah teknik. Saya pengen ngambil ke ITB dulu. Saya ingin sekolah di SMAN 3 Bandung, kemudian masuk ke ITB dulu rencananya,” kata Kristomei.
Keinginannya menjadi insinyur juga terlihat ketika mengikuti wawancara masuk SMA Taruna Nusantara. Saat ditanya mengenai rencana setelah lulus SMA, ia dengan tegas menyampaikan keinginannya untuk kuliah di bidang teknik penerbangan.
Load more