Perintah Tegas Kapolri: Seluruh Kapolda Diminta Buru Gembong dan Sapu Bersih Sarang Narkoba Tanpa Ampun
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto secara tegas menginstruksikan seluruh jajaran kapolda untuk segera memetakan zona rawan yang menjadi basis transaksi barang terlarang, sekaligus membongkar jaringan gembong narkoba di wilayah tugas masing-masing.
Saat memberikan keterangan di Jakarta pada Kamis (15/10), Suyudi menegaskan bahwa langkah inventarisasi dan pemetaan ini merupakan strategi mendasar Polri guna melenyapkan peredaran narkoba secara menyeluruh di pelosok negeri.
"Saya telah menginstruksikan untuk seluruh kapolda untuk melakukan mapping terhadap kampung-kampung, terutama ya, kampung-kampung narkoba yang ada di wilayahnya. Begitu juga bandar-bandar narkoba," katanya.
Suyudi menambahkan bahwa instruksi tersebut langsung diterjemahkan lewat serangkaian penggerebekan di berbagai wilayah yang selama ini dicap sebagai sentra peredaran narkoba.
"Dengan demikian, sudah mulai para kapolda melakukan penindakan di kampung-kampung yang ada di wilayahnya masing-masing," ujarnya.
Ia mencontohkan aksi tegas yang telah digulirkan aparat kepolisian di DKI Jakarta, antara lain penggerebekan di kawasan Kampung Ambon, Jakarta Barat, serta Kampung Bahari, Jakarta Utara.
Pada Kamis, tim gabungan yang melibatkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan elemen satuan kerja Polri lainnya kembali mendatangi kawasan permukiman Kampung Ambon di Cengkareng, Jakarta Barat.
Dalam razia mendadak tersebut, petugas menciduk tujuh individu. Hasil pemeriksaan laboratorium urine menunjukkan enam di antaranya terbukti positif mengonsumsi narkotika.
Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Kompol Ardyan Yudo Setyantono menjelaskan bahwa seluruh pihak yang tertangkap masih diperiksa intensif untuk membongkar peran serta keterlibatan masing-masing dalam jaringan.
"Kami mengamankan tujuh orang totalnya yang kami lakukan cek urine positif sehingga kami akan lakukan pemeriksaan," katanya.
Di samping mengamankan para terduga pelaku, aparat menyita sejumlah barang bukti berupa beberapa bungkus plastik klip kecil berisikan kristal putih yang diduga sabu, berikut deretan senjata tajam.
Menurut penjelasan Ardyan, berbagai senjata tajam itu diduga sengaja disiapkan para pelaku untuk menyerang atau melawan aparat, namun berhasil diantisipasi sebelum digunakan.
Penindakan tersebut merupakan aksi lanjutan setelah operasi terpadu sebelumnya di Kampung Ambon dan Kampung Boncos, Jakarta Barat, pada Jumat (9/10).
Pada operasi sepekan sebelumnya itu, petugas menjaring sedikitnya 24 orang, dengan rincian 16 orang di Kampung Ambon serta delapan orang di Kampung Boncos.
Operasi penumpasan sarang narkoba ini juga serentak bergulir di berbagai provinsi. Di Sumatera Utara, kepolisian meringkus 36 orang dari sembilan titik penggerebekan berikut sitaan sabu seberat sekitar 102 gram.
Di wilayah Riau, razia menyasar sebuah tempat hiburan malam dengan mengamankan 68 pengunjung, di mana 63 orang di antaranya dipastikan positif narkoba berdasarkan tes urine.
Sementara itu, rangkaian penggerebekan di Makassar, Palu, Palembang, hingga Palangka Raya sukses menjaring total 104 orang, termasuk tiga sosok yang diduga kuat sebagai bandar pemasok.
Masifnya penindakan ini selaras dengan kondisi kerawanan nasional. Berdasarkan catatan BNN per Mei 2026, tercatat setidaknya 9.720 kawasan di tingkat kelurahan dan desa di Indonesia yang teridentifikasi berstatus rawan peredaran narkotika—angka yang memperlihatkan besarnya tantangan pencegahan di tingkat akar rumput.
Ardyan menekankan pihaknya tidak akan mengendurkan pengawasan di Kampung Ambon karena ditengarai aktivitas jual-beli barang haram masih terus diupayakan secara sembunyi-sembunyi oleh para pelaku.
"Dalam operasi ini tentunya masih ada orang-orang yang kami dapati masih berjualan, tapi kami masih belum mendapatkan buktinya. Makanya kami terus melakukan operasi ini untuk masyarakat juga," ujarnya.
Hingga kini, penyidik terus menelusuri peran dari masing-masing orang yang ditangkap sekaligus meneliti secara mendalam seluruh barang bukti yang berhasil diamankan dari lokasi penggerebekan. (ant/dpi)
Load more