Bidik Pasar ASEAN hingga Dubai, Perusahaan Ini Manfaatkan TEI 2026
- ist
Jakarta, tvOnenews.com - Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 memasuki hari terakhir penyelenggaraan pada Minggu (18/10/2026) di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang. Pameran perdagangan internasional yang berlangsung sejak 14 Oktober tersebut mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli dan mitra dari berbagai negara.
Tak hanya perusahaan eksportir barang, sejumlah penyedia jasa turut memanfaatkan ajang tersebut untuk mencari peluang bisnis di pasar internasional. Salah satunya perusahaan outsourcing yang tengah mengkaji kemungkinan memperluas layanan pengelolaan fasilitas ke kawasan Asia Tenggara.
Vietnam dan Filipina menjadi dua negara yang masuk dalam pertimbangan ekspansi hingga 2030. Selain kawasan ASEAN, perusahaan tersebut juga mulai menjalin komunikasi dengan pihak di Dubai, Uni Emirat Arab.
Meski demikian, rencana pengembangan bisnis ke luar negeri masih berada dalam tahap penjajakan. Sejumlah aspek seperti regulasi, kesiapan tenaga kerja, standar kompetensi, hingga kebutuhan operasional di negara tujuan masih dipelajari.
Perusahaan yang memiliki rencana tersebut adalah PT Tata Karya Gemilang melalui unit Gemilang Facility Service yang menjadi peserta di Hall 6 TEI 2026. CEO perusahaan, Salva Yurivan Saragih, mengatakan keikutsertaan dalam pameran dimanfaatkan untuk memperluas jaringan dengan pelaku usaha dari berbagai sektor.
Menurut Salva, peluang memasuki pasar internasional harus dibarengi kesiapan internal agar kegiatan operasional dapat berjalan sesuai ketentuan negara tujuan. Sementara itu, Sales, Marketing and Branding Business Development Head, Moch. Rifani Santoso, menekankan pentingnya penguatan standar layanan sebelum melakukan ekspansi.
“Kami sedang mempersiapkan langkah menuju pasar ASEAN secara bertahap. Fokus kami adalah memperkuat standar layanan, kesiapan tim, dan sistem kerja, sekaligus menjajaki mitra yang memahami pasar setempat,” kata Rifani.
Di Indonesia, perusahaan tersebut mengklaim telah memiliki sekitar 5.000 karyawan yang tersebar di sejumlah daerah. Sebagian besar kegiatan operasionalnya terkonsentrasi di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat.
Berdasarkan data internal perusahaan, ketiga provinsi tersebut mencakup sekitar 84,70 persen dari keseluruhan operasional. Jawa Tengah menyumbang 35,60 persen, disusul DI Yogyakarta sebesar 25,77 persen dan Jawa Barat mencapai 23,33 persen.
Sementara itu, kegiatan operasional lainnya tersebar di Jawa Timur, DKI Jakarta, Bali, Banten, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Riau, hingga Kalimantan Timur. Luasnya wilayah kerja tersebut membuat sistem pengawasan dan pengelolaan sumber daya manusia menjadi salah satu aspek yang harus diperhatikan.
Load more