7 Fakta Terbaru Kasus Anak Difabel Dibully hingga Tewas di Surabaya, Bocah yang Diduga Terlibat Masih Beraktivitas
- YouTube tvOnenews
Namun, polisi menjelaskan bahwa penanganan perkara ini memiliki ketentuan khusus karena anak yang diduga terlibat belum berusia 12 tahun.
Kapolrestabes Surabaya menyatakan anak berinisial Ipin masih berada dalam pengasuhan orang tuanya sambil menunggu tahapan penanganan berikutnya.
Keputusan mengenai pembinaan akan dibahas setelah hasil asesmen sosial dan pemeriksaan psikologi tersedia.
Ketentuan tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA).
Pasal 21 mengatur mekanisme penanganan anak yang belum berusia 12 tahun dan diduga melakukan tindak pidana melalui keputusan bersama penyidik, pembimbing kemasyarakatan, serta pekerja sosial profesional.
Dengan demikian, anak yang belum berusia 12 tahun tidak diproses seperti orang dewasa dalam sistem peradilan pidana.
Penanganannya dapat berupa pengembalian kepada orang tua atau wali maupun keikutsertaan dalam program pendidikan, pembinaan, dan pembimbingan sesuai ketentuan yang berlaku.
Status anak yang berada bersama orang tuanya dalam kasus ini tidak berarti penyelidikan telah dihentikan. Polisi menyatakan proses penanganan masih berjalan.
6. Ayah Korban Meminta Kasus Diusut hingga Tuntas
Di tengah proses penanganan perkara, Slaras mengaku masih sulit menerima kenyataan bahwa putranya meninggal dunia dalam keadaan yang menurutnya menyisakan banyak pertanyaan.
Zulkarnain merupakan anak berkebutuhan khusus yang, menurut keterangan keluarga, mengalami Down syndrome serta sejumlah gangguan kesehatan lain. Dalam kesehariannya, ia menggunakan kursi roda dan membutuhkan pendampingan.
Slaras mempertanyakan alasan putranya harus mengalami kejadian tersebut, mengingat keterbatasan yang dimiliki Zulkarnain sejak kecil.
“Anak saya salah apa? Pernah ngomong sama orang juga enggak. Anak saya terdiam di kursi roda mulai kecil,“ ungkap Slaras sambil menangis.
“Enggak punya salah apa-apa, enggak punya dosa apa-apa. Anak saya, anak saya bisanya cuma (ngomong) Allah, Allah gitu tok,” lanjutnya.
Keluarga berharap penyidik dapat mengungkap peran masing-masing anak yang diduga terlibat dan menjelaskan penyebab kematian Zulkarnain berdasarkan bukti yang sah.
Mereka juga berharap anak-anak yang terlibat mendapatkan pembinaan yang tepat agar kejadian serupa tidak terulang.
7. Kasus Ini Menjadi Pengingat Pentingnya Perlindungan Anak Disabilitas
Load more