Rocky Gerung Akhirnya Blak-blakan soal Keputusannya Masuk Istana: Buat Ngejar Sesuatu yang Sudah Punah
- YouTube/tvOneNews
tvOnenews.com - Kehadiran Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia Rocky Gerung tentu saja menuai banyak perhatian publik dan memicu perdebatan hangat, terutama dari kalangan mahasiswa yang sangat kritis terhadap dinamika politik nasional saat ini.
Dalam acara Talkshow Spesial: Jejak Perubahan yang ditayangkan di tvOne pada 19 Oktober 2026, Rocky memberikan penjelasan secara blak-blakan mengenai motivasi utamanya bersedia masuk ke dalam struktur lingkaran pemerintahan.
Dalam sesi diskusi interaktif bersama para mahasiswa yang mempertanyakan keputusan kontroversialnya tersebut, Rocky secara tegas membantah berbagai tudingan miring yang menyebut dirinya telah melunturkan idealismenya setelah bertahun-tahun konsisten mengambil posisi sebagai pengritik di luar kekuasaan.
Ia menjawab keraguan publik dengan menegaskan bahwa tujuannya bergabung sama sekali bukanlah untuk memburu kedudukan, fasilitas mewah, mobil dinas, ataupun jabatan politik tertentu.
Dengan gayanya yang khas, Rocky menganalogikan dirinya sebagai seorang pendaki gunung sejati dan sama sekali bukan seorang pendaki kekuasaan.
"Jadi sebetulnya tidak ada motif untuk cari kedudukan di situ. Saya pendaki gunung, bukan pendaki kekuasaan. Buat apa kemewahan di situ?" ujar Rocky, dikutip Senin (19/10/2026).
Menurut pengakuannya, langkah masuk ke lingkaran istana dilandasi oleh misi mendesak untuk mengejar sesuatu yang sangat esensial.
"Kenapa saya masuk (ke pemerintahan)? Buat ngejar sesuatu yang seharusnya sudah punah, yaitu koruptor," tegasnya.
Untuk mempertajam argumennya di depan para audiens, Rocky menggunakan analogi medis mengenai sel tubuh manusia.
Ia menjelaskan bahwa sel yang sudah rusak, busuk, atau abnormal secara biologis seharusnya mengalami proses apoptosis atau sistem bunuh diri sel agar tidak menularkan kerusakan ke sel-sel sehat lainnya.
Namun, dalam realitas birokrasi pemerintahan, banyak oknum koruptor yang enggan mengundurkan diri secara terhormat dan justru melakukan metastase, menyebarkan serta merusak seluruh tatanan sistem yang bersih.
Oleh karena itu, ia memilih masuk langsung ke sarang tersebut dengan membawa instrumen pemikiran kritis guna memberantas praktik-praktik kotor yang bersarang di pusat pemerintahan.
- YouTube/tvOneNews
Menurutnya, langkah ini diambil untuk memastikan bahwa cengkeraman oligarki yang selama ini mendominasi berbagai kebijakan publik dapat dipangkas secara sistematis.
"Yang saya marah adalah oligarki bercokol di situ. Jadi buat bersihin aja, enggak ada motif lain. Itu in line (sejalan) dengnan keinginan presiden untuk mengaktifkan partisipasi rakyat, melalui apa? MBG dan koperasi (Kopdes)," jelasnya.
Menurutnya, bersama kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, upaya pemberantasan ini memerlukan tindakan tegas berupa radical break untuk membersihkan belukar kapitalisme yang merugikan kesejahteraan masyarakat luas.
Melalui keterlibatannya, Rocky berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengawal kebijakan negara agar senantiasa berpihak kepada kepentingan rakyat banyak, bukan demi melanggengkan kekuasaan kelompok oligarki tertentu. (ism)
Load more