Prabowo Kumpulkan 250 Anggota Kadin di Hambalang, Ada Tiga Industri yang Jadi Perhatian
- ANTARA/Instagram @sekretariat.kabinet/pri.
tvOnenews.com - Besarnya investasi dalam negeri menjadi salah satu penanda penting untuk melihat kepercayaan pelaku usaha terhadap kondisi ekonomi Indonesia.
Di tengah ketidakpastian global, kemampuan dunia usaha untuk terus menanamkan modal dan mengembangkan industri nasional turut menentukan seberapa kuat perekonomian menghadapi tekanan dari luar.
Dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, nilai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dilaporkan telah mendekati Rp2.000 triliun.
Angka tersebut disampaikan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sebagai salah satu hasil perkembangan dunia usaha yang menjadi perhatian dalam pertemuan dengan pemerintah.
Persoalan investasi dan arah pengembangan industri nasional itu turut dibahas ketika Prabowo menerima ratusan anggota Kadin serta peserta program kepemimpinan di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2026).
Pertemuan tersebut mempertemukan pemerintah, pengusaha dari berbagai daerah, dan calon pemimpin masa depan dalam satu forum.
Prabowo Terima Ratusan Anggota Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Subianto menerima sekitar 250 anggota Kadin dari seluruh Indonesia bersama kurang lebih 400 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI). Pertemuan berlangsung di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu.
Berdasarkan unggahan Instagram Sekretariat Kabinet yang dikutip ANTARA di Jakarta, agenda tersebut diawali dengan laporan Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie. Ia menyampaikan sejumlah hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026 kepada Presiden.
Laporan itu memuat perkembangan investasi domestik, keterlibatan pengusaha dalam perekonomian, serta komitmen dunia usaha untuk mendukung pengembangan sektor industri yang dinilai strategis bagi masa depan Indonesia.
Kehadiran anggota Kadin dari berbagai wilayah juga memperlihatkan cakupan dunia usaha yang ingin dilibatkan dalam komunikasi dengan pemerintah. Kadin merupakan wadah pengusaha yang memiliki peran dalam menyampaikan aspirasi dan membangun hubungan antara sektor bisnis dengan pemangku kebijakan.
Investasi Dalam Negeri Hampir Sentuh Rp2.000 Triliun
Salah satu poin utama yang disampaikan Anindya adalah capaian PMDN yang mencapai hampir Rp2.000 triliun selama dua tahun pertama pemerintahan Prabowo.
Menurut laporan tersebut, besarnya investasi domestik mencerminkan kepercayaan dunia usaha terhadap perekonomian nasional. Hal ini menjadi perhatian karena aktivitas investasi berlangsung ketika perekonomian global masih menghadapi berbagai ketidakpastian.
Investasi dari dalam negeri juga dinilai memiliki arti penting bagi ketahanan ekonomi. Tidak hanya melibatkan perusahaan besar, penanaman modal yang dilakukan pengusaha kelas menengah turut berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi nasional.
Keterlibatan kelompok pengusaha tersebut dapat memperluas basis kegiatan usaha di berbagai sektor. Dengan demikian, penguatan investasi domestik tidak hanya berkaitan dengan besarnya nilai modal yang ditanamkan, tetapi juga partisipasi pelaku usaha dalam menjaga aktivitas ekonomi.
Meski demikian, angka investasi perlu dilihat bersama dampaknya terhadap perekonomian. Keberlanjutan penanaman modal, pengembangan kapasitas produksi, serta keterlibatan industri lokal menjadi aspek penting agar investasi dapat memberikan manfaat lebih luas.
Kendaraan Listrik hingga Pusat Data Jadi Fokus Industri Masa Depan
Selain membahas investasi, Anindya menyampaikan komitmen dunia usaha untuk mendukung pengembangan industri masa depan. Tiga sektor yang menjadi perhatian adalah kendaraan listrik, energi terbarukan, dan pusat data.
Ketiganya dinilai memiliki peluang untuk memperkuat kapasitas industri nasional. Pengembangan kendaraan listrik, misalnya, berpotensi meningkatkan pemanfaatan komponen lokal.
Sementara itu, energi terbarukan dan pusat data menjadi bagian dari sektor yang membutuhkan penguatan infrastruktur serta kemampuan teknologi.
Dukungan dunia usaha terhadap sektor-sektor tersebut diharapkan tidak berhenti pada penanaman modal. Pengembangan industri juga membutuhkan kemampuan produksi, rantai pasok, dan keterlibatan perusahaan dalam negeri agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara lebih luas.
Pertemuan di Hambalang pun menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan calon pemimpin masa depan Indonesia.
Tantangannya adalah menerjemahkan komitmen investasi menjadi pengembangan industri yang berkelanjutan, memperbesar peran pelaku usaha domestik, serta meningkatkan daya tahan ekonomi nasional di tengah persaingan global. (udn)
Load more