Minyak Jelantah Bisa Jadi Bahan Bakar Pesawat, Menkop Dorong Koperasi Desa Masuk Bisnis Energi Nasional
- ANTARA/HO-Kemenkop/pri
Bahan bakar penerbangan berkelanjutan menjadi salah satu alternatif yang dikembangkan industri penerbangan untuk mendukung transisi energi. Dalam skema yang disiapkan Kemenkop, koperasi berperan pada tahap pengumpulan bahan baku dari masyarakat sebelum disalurkan kepada perusahaan energi.
Ferry menyebut pihaknya telah meresmikan koperasi yang menjalankan pengelolaan minyak jelantah di Purwokerto, Jawa Tengah. Inisiatif tersebut menjadi contoh bagaimana limbah rumah tangga dapat dikumpulkan secara terorganisasi dan diarahkan menjadi komoditas bernilai ekonomi.
Jika diterapkan lebih luas, model ini berpotensi menciptakan hubungan antara aktivitas rumah tangga, koperasi, dan industri energi. Minyak jelantah yang sebelumnya berisiko mencemari lingkungan apabila dibuang sembarangan dapat memiliki nilai tambah melalui pengelolaan yang tepat.
Namun, keberhasilannya membutuhkan sistem pengumpulan yang konsisten, kualitas bahan baku yang terjaga, serta mekanisme penyaluran yang jelas agar koperasi dapat menjalankan perannya secara berkelanjutan.
PLTS Mikro Disiapkan untuk Wilayah Terpencil
Selain pengumpulan minyak jelantah, Kemenkop juga mendorong koperasi terlibat dalam pengembangan energi terbarukan. Salah satu langkahnya dilakukan melalui kerja sama dengan PT Pertamina New and Renewable Energy (NRE) untuk membangun proyek percontohan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) mikro.
Pembangkit tersebut dirancang memiliki kapasitas di bawah satu megawatt (MW) dan ditujukan untuk mendukung penyediaan listrik di wilayah terpencil. Salah satu proyek yang telah diresmikan berada di Desa Sembur Laut, Pulau Galang, Kepulauan Riau.
Pengembangan PLTS mikro menunjukkan bahwa keterlibatan koperasi dalam sektor energi tidak hanya berkaitan dengan pengumpulan bahan baku industri, tetapi juga dapat menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, terutama akses terhadap listrik.
Dua inisiatif tersebut memperlihatkan arah pengembangan peran KDKMP yang lebih luas. Koperasi diharapkan tidak sekadar menjadi pusat kegiatan ekonomi lokal, tetapi juga mampu terhubung dengan sektor strategis nasional.
Meski demikian, perluasan peran tersebut membutuhkan kesiapan pengelolaan, pendampingan, dan kemitraan dengan perusahaan energi. Jika berjalan efektif, koperasi dapat menjadi penghubung antara potensi ekonomi masyarakat desa dan kebutuhan rantai pasok energi nasional. (udn)
Load more