Minta Keadilan, Jokowi: Ijazah SD, SMP, SMA, S1 Sudah Saya Tunjukkan
- Tangkapan layar Youtube tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (RI) meminta keadilan kepada majelis hakim saat menjadi saksi dalam kasus tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Kamis (5/11/2026).
Jokowi meminta keadilan usai menunjukkan empat ijazah pendidikannya sekaligus mulai dari SD hingga S1-nya.
"Semua bukti-bukti sudah kita tunjukkan. Kemudian juga utamanya empat ijazah, ijazah SD, ijazah SMP, ijazah SMA, dan ijazah S1 saya. Semuanya sudah saya tunjukkan kepada majelis hakim, kepada pihak terdakwa, dan dari jaksa penuntut umum," ujarnya.
Menurut dia, seluruh pihak yang hadir dalam persidangan tersebut sudah melihat ijazah aslinya secara langsung.
- Antara
Dia pun menyerahkan proses penyelesaian perkara sepenuhnya kepada majelis hakim. Dia berharap perkara ini bisa diselesaikan secara adil.
"Saya hanya minta keadilan agar nama baik saya terhadap tuduhan ijazah palsu ini betul-betul bisa diselesaikan dengan baik," ungkapnya.
Bukan cuma meminta keadilan, Jokowi juga mengaku kecewa, marah dan sakit hati lantaran kedua orang tuanya juga menjadi sasaran dalam perkara ini.
Jokowi menyebut orang tuanya telah merawatnya sejak bayi hingga membiayai pendidikan yang ditempuhnya.
"Ya jelas saya sangat tersinggung sekali. Saya sangat marah sekali karena orang tua saya, ibu kandung saya, bapak kandung saya, dibilang seperti itu. Karena beliau, beliau yang memberi makan saya sejak bayi, yang menyekolahkan saya, kemudian dikata-katai dengan kata-kata seperti itu. Siapa yang enggak sakit?," katanya.
Dia lantas berpesan agar seluruh pihak lebih berhati-hati dalam menyampaikan tuduhannya terhadap orang lain.
"Jangan mudah menuduh orang, jangan mudah membuat fitnah, sehingga mencemarkan nama baik seseorang. Ini untuk pembelajaran kita semuanya," pungkasnya. (ant/nsi)
Load more