Sikap Tegas Menko Yusril, Buka Jalur Komnas HAM Bongkar Fakta Kerusuhan Berujung Insiden Penembakan di Pidie Aceh
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Yusril mengatakan pemerintah masih akan mendalami kejadian tersebut melalui proses investigasi. Menurutnya, penyelidikan diperlukan agar kronologi dan penyebab insiden dapat diketahui berdasarkan fakta, bukan sekadar dugaan yang berkembang.
Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa penyebab kematian korban masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Meski peristiwa itu disebut sebagai kasus penembakan, pemerintah belum memastikan apakah luka yang dialami korban meninggal benar-benar berasal dari proyektil peluru.
"Lalu, apakah luka pada korban meninggal benar luka tembak atau lainnya? Maka dari itu, ini perlu pendalaman dan penyelidikan. Kita maklum korban sudah dimakamkan dan tidak dilakukan otopsi terhadap jenazah korban," tuturnya.
Kendati demikian, Yusril menyebut hal tersebut tidak serta-merta menutup kesempatan untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, ia mengaku telah menjalin komunikasi dengan Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah. Komunikasi itu membahas rencana kedatangan Komnas HAM ke Aceh untuk melakukan penyelidikan bersama perwakilan lembaga tersebut di daerah pada Minggu besok.
Yusril juga meminta Komnas HAM menjalin koordinasi dengan Pangdam Iskandar Muda (IM) selama menjalankan tugas di lapangan. Meski demikian, dia menegaskan pemerintah tetap menghormati kewenangan Komnas HAM sebagai lembaga negara yang memiliki independensi.
"Kita menghormati Komnas HAM adalah lembaga negara independen dalam menjalankan tugasnya. Tapi, ketika berada di lapangan kami berharap tetaplah melakukan koordinasi sesama instansi pemerintah dalam menjalankan tugas-tugasnya," ujarnya.
(hap)
Load more