Menguak Sosok Thomas Matulessy Bergelar Kapitan Pattimura, Sejarawan: Jangan Gunakan Tradisi Lisan Untuk Kepentingan Subjektif
- tvOnenews.com
“Jadi ketika kita berpkir secara positif, pemikiran orang–orang tentang Pattimura adalah bentuk dari perjuangan bersama, yang kemudian berdampak pada klaim–klaim yang mengabaikan unsur pembiasan, kurang paham, serta tidak mendasar,” tegasnya lagi.
Saat yang sama, akademisi ini juga menyinggung terkait dokumen Raport Porto yang menurutnya juga menjelaskan tentang adanya pergeseran pasukan dari pulau sera untuk melakukan peperangan di Pulau Haruku dan pergeseran pasukan itu dilakukan di bawah perintah Thomas Matulessy.
Sehingga kalau memang ada anggapan tentang adanya keterlibatan tokoh yang bernama Ahmad Lussy memiliki kebenaran, tetapi perannya berbedah dengan tokoh central dalam peperangan itu, yaitu Thomas Matulessy. Dan bisa saja karena ada kemiripan nama, kemudian melahirkan pemikiran nama Thomas Matulessy adalah Ahmad Lussy, dan saya menduga hal itu bisa terjadi karena tradisi lisan tersebut.
“Ahmad Lussy adalah tokoh sendiri, dan dia punya peran sendiri. Dia berbeda dengan Thomas Matulessy sebagai pemimpin pemberontakan di Saparua yang dalam literatur-literatur Belanda, Thomas Matulessy adalah pemimpin pemberontakan,“ pungkasnya.
Saat yang sama, seolah tidak ingin melepaskan kesempatan untuk menuturkan sejarah tentang tokoh ternama ini, Pattiasina juga menambahkan bahwa dirinya pernah membaca satu buah karya tulis atau buku yang diterbitkan di tahun 1927 oleh Balai Pustaka, yang isinya menyebutkan bahwa ada salah seorang serdadu pribumi bernama Piterson, dimana serdadu ini diberikan penghargaan tingkat tiga karena jasanya berhasil menangkap seorang pemberotak yang sangat ditakuti rakyat yang namanya disebut Matulessy, bukan Matlussy atau Ahmad Lussy.
Dalam satu dokumen yang ditemukan di arsip nasional tentang surat pengaduan janda dari Yohanes Kesaulya, pria asal dari Negeri Sirisori Kristen. Dimana dalam surat ini mejelaskan tentang pengaduan tertulis kepada Residen van Amboina di Kota Ambon yang isinya menguraikan tentang tindakan orang–orang Ouw yang datang menjarah rumahnya di Sirisori Kristen atas perintah dari Thomas Matulessy, sehingga tindakan yang dilakukan Matulessy tidak ada sangkut pautnya dengan Matlussy atau Ahamad Lussy.
“Kalau melihat pada pandangan pada tradisi lisan dengan pandangan dari fakta-fakta tertulis, saya berpendapat, yang dikira oleh orang bahwa Ahmad Lussy itu adalah Kapitan Pattimura itu tidak ada, atau tidak ada hubungannya. Sehingga pandangan atau tanggapan dari pihak-pihak tertentu sangat subjektif tanpa disertai bukti akurat.
Load more